Pengaruh Kombinasi Biochar Sekam Padi dan Kompos Kotoran Ayam Terhadap Ketersediaan N, P, K Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum Mill.) di Tanah Aluvial
DOI:
https://doi.org/10.26418/nexus.v1i1.90661Keywords:
Amelioran, Arang, Entisol, RegosolAbstract
Tanah Alluvial terbentuk di area yang sering mengalami banjir atau baru-baru ini terkena banjir, sehingga tanah Alluvial ini dikategorikan sebagai tanah muda yang belum mengalami diferensiasi horison. Umumnya, sifat tanah Alluvial bervariasi tergantung pada bahan-bahan yang diangkut dan diendapkan, dan penyebarannya tidak terpengaruh oleh ketinggian atau iklim (Fiantis, 2017). Luas dataran Alluvial di Kalimantan Barat kurang lebih 1.793.771 hektar (Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat 2019). Tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill.) adalah buah yang kaya akan vitamin dan senyawa likopen, yang memiliki manfaat kesehatan yang signifikan1. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kombinasi biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam terhadap ketersediaan N,P,K tanah dan pertumbuhan tanaman tomat di tanah Alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 dosis perlakuan menggunakan kombinasi biochar dan kompos kandang ayam. Dengan perbandingan rasio 25:75%, berdasarkan penelitian sebelumnya Indrawati (2024) menyatakan bahwa kombinasi biochar dan kotoran ayam sebesar 60 ton/ha dapat meningkatkan produksi tanaman tomat. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali maka terdapat 25 polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah N- Total, P-Tersedia, K-Tersedia, serta tinggi tanaman. A0 (Tanpa biochar dan kompos kotoran ayam), A1 (15 ton/ha atau setara dengan 450g/polybag), A2 (30 ton/ha atau setara dengan 900 g/polybag), A3 (45 ton/ha atau setara dengan 1.350 g/polybag), A4 (60 ton/ha atau setara dengan 1.800 g/polybag). Pemberian kombinasi biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi serta diameter batang tanaman tomat, namun berpengaruh sangat nyata terhadap ketersediaan yang meningkat seperti Karbon organic 39%, Nitrogen total 44 %,Fosfor tersedia 17,39 %, Kalium dapat ditukar 5%, dosis terbaik terdapat pada perlakuan A2 (30ton/ha) dengan peningkatan tinggi tanaman 18%, serta diameter batang 7%.
References
Ardiyaningsih, Bertua, Irianto. 2012.Pengaruh dosis pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun (Cucumis sativus L.) padat anah ultisol. J. Bioplantae, 1 (4) : 266 -273.
Badan Pusat Statistik (BPS).2019. Kalimantan Barat dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat: Pontianak.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2018. Produksi Tomat Nasional Dalam Angka 2018. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. Pontianak.
DeLuca, T. H., Derek,M., MacKenzie, J. and Gundale, M.J. 2009. Biochar effects on soil nutrient transformation. Earthscan Publisher. P 251 – 270.
Fiantis, D., 2017. Morfologi dan Klasifikasi Tanah. Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LPTIK). LPTIK, Padang.
Hardjowigeno, S & Widiatmaka. 2007. Evaluasi kesesuaian lahan dan perencanaan tataguna lahan. Gadjah Mada Universitas. Yogyakarta.
Indrawati, 2018. Peran Biochar Untuk Memperbaiki Sifat Kimia Gambut Ombrogen dan Peningkatan Hasil jagung. Disertasi. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Indonesia.
Indrawati, U. S. Y. V., Herawatiningsih, R., and Kurniati, D. 2023. Effect of Combination of Biochar Tankos and Urea-enriched Chicken Manure (BIOCHIKE+) On Growth Oil Palm Seedling. Indian Journal Of Agricultural Research.
Indrawati, U. Y. (2024). Pengaruh Pemberian Biochar Sekam Padi - Kotoran Ayam untuk Pertumbuhan dan Produksi Tomat di Lahan Gambut. Jurnal Budidaya Pertanian, 20(1), 172
Izzudin. 2012. Perubahan Sifat Kimia Tanah dan Biologi Tanah Pasca Kegiatan Perambahan di Areal Hutan Pinus Reboisasi Kabupaten Humbang Hasunduta Provinsi Sumatera Utara. Universitas Sumatera Utara.
Kartina, A. M., Hermita, N., dan Agustin, E. C. 2017. Pengaruh ukuran bibit dan jenis pupuk organik terhadap hasil umbi tanaman talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch). Jurnal Agroekoteknologi, 9(2).
Lehmann, J., and Joseph. 2009. Biochar for Enviromental Management: Science and Technology. Sterling, Va. Earthscan.
Pudjiatmoko. (2008). Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk budidaya tomat. Dalam Jurnal Agro Indragiri.
Sranata, A. S. 2010. Meningkatkan Hasil Panen Dengan Pupuk Organik. Jakarta :PT AgroMedia Pustaka
Sunarjono, H. 2017. Bertanam 36 Jenis Sayuran. Jakarta. Penebar Swadaya. 204. Hal.
Syukur A, Indah NM. 2006. Kajian Pengaruh Pemberian Macam Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe di Inceptisol, Karanganyar. Ilmu Tanah dan Lingkungan. 6 (2) p:124-131.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.