Pertumbuhan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.) dengan Berbagai Kedalaman Muka Air Tanah pada Sistem Budidaya Jenuh Air
DOI:
https://doi.org/10.26418/nexus.v1i1.91466Keywords:
muka air tanah, pekembangan tanaman, sulfat masamAbstract
Pengelolaan kedalaman muka air tanah yang sesuai dengan kebutuhan tanaman merupakan faktor penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman pada lahan sulfat masam, hal ini untuk meminimalkan terjadinya oksidasi pirit (FeS2) di dalam tanah. Tujuan penelitian mengkaji tingkat kedalaman muka air tanah yang efektif pada sistem budidaya jenuh air untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang merah pada lahan pasang surut sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dari bulan Juni sampai Oktober 2024. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan yang digunakan yaitu taraf kedalaman muka air tanah (20, 30, dan 40 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menunjang pertumbuhan tanaman kacang merah, kedalaman muka air tanah pada lahan pasang surut sulfat masam yang efisien berkisar antara 28-33 cm, sedangkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman yaitu berkisar antara 30-31 cm.References
Badan Pusat Statistik Indonesia. (2020). Luas Lahan Sawah Irigasi menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Statistik Lahan Pertanian. dari http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id
Badan Pusat Statistik. (2023). Produksi Tanaman Sayuran, 2018-2020. dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjEjMg%3D%3D/produksi-tanaman-sayuran.html
Hakim, N., Nyakpa, Y., Lubis, A. M., Nugroho, S. G.., Diha, M. A., Hong, G. B., dan Bailey, H. H. (1986). Dasar-dasar Ilmu Tanah, cetakan pertama. Universitas Lampung. Lampung.
Mohdar, M. A., Dewanti, P., Handoyo, T., dan Ratnasari T. (2022). Pengaruh Cekaman Kekeringan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Padi Hitam Varietas Jeliteng. Jurnal Agrikultura, 33 (3): 247-256
Nurbaiti, Yulia, A.E., dan Jujung, S. (2012). Respon pertumbuhan bibit kelapa sawit (Eloeis guineensis Jacq.) pada medium gambut dengan berbagai periode penggenangan. Jurnal Agroteknologi Tropika 1 (1): 14–17.
Purwaningrahayu, R. D., Indradewa, D., dan Sunarminto, B. H. (2004). Peningkatan hasil beberapa varietas kedelai dengan penerapan teknologi basah. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 23 (1), 49-58.
Rohmah, E. A., dan Saputro, T. B. (2016). Analisis pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max L.) varietas Grobogan pada kondisi cekaman genangan. Jurnal Sains dan Seni ITS. 5(2): 29–33.
Sagala, D., Ghulamahdi, M. dan Melati, M. (2011). Pola Serapan Hara Dan Pertumbuhan Beberapa Varietas Kedelai Dengan Budidaya Jenuh Air Di Lahan Rawa Pasang Surut. Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi Dan Budidaya Perairan, 9 (1): 1-13. https://doi.org/10.32663/ja.v9i1.40
Soil Survey Staff. (2014). Kunci Taksonomi Tanah. Edisi Ketiga, 2015. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.
Syamsia, Idhan, A., Noerfitryani, Nadir, M., Reta, and Kadir, M. (2018). Paddy chlorophyll concentrations in drought stress condition and endophytic fungi application. Pages 1–6 IOP Conf. Series: Earth And Environmental Science. IOP Publishing, Vancouver.
USDA. (2007). The USDA Food Search for Windows. Human Nutritition Research Center of Agricultural Research and Service.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sustainability Nexus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.