Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat pada Tanah Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i2.91678Keywords:
Gambut, pupuk hayati, tomatAbstract
Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman sayuran buah yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta merupakan tanaman hortikultura. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tomat dengan menanam varietas yang lebih sesuai dengan kondisi lahan dan pemupukan yang sesuai. Tanah Gambut merupakan salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam tomat. Pupuk hayati merupakan alternatif untuk memanfaatkan mikroorganisme tertentu dalam jumlah yang banyak untuk menyediakan hara serta membantu pertumbuhan tanaman yaitu dengan cara menambat nitrogen yang cukup besar dari udara dan membantu tersedianya fosfor dalam tanah. Penelitian dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan faktor perlakuan dengan 3 ulangan pada 2 varietas tomat. Faktor Varietas Tomat (V) terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu: v1 = Tomat varietas Gustavi, v2 = Tomat varietas Servo. Faktor kedua adalah konsentrasi pupuk hayati (H) terdiri dari 3 taraf yaitu : h1 = Konsentrasi 5 ml/L air, h2 = Konsentrasi 10 ml/L air, h3 = Konsentrasi 15 ml/L air. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat kering tanaman, luas daun, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat per tanaman, berat per buah, diameter buah. Berdasarkan hasil penelitian menunujukkan bahwa interaksi antara tomat varietas Servo dan pupuk hayati konsentrasi 15 ml/L menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada tanah gambut.
References
Agung, T dan A. Y. Rahayu. 2019. Analisis Efisiensi Serapan N, Pertumbuhan, dan Hasil Beberapa Kultivar Kedelai Unggul Baru dengan Cekaman Kekeringan dan Pemberian Pupuk Hayati. Agrosains. Halaman 70-74.
Adrianus. R. 2016. Pertumbuhan dan hasil tiga varietas tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Pada tinggi petakan yang berbeda. Agricola, 1, 49–69.
Amsar, A. Sarawa. Tresjia C. Rakian. 2016. Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Yang Diberi Pupuk Guano Dan Air Kelapa. Jurnal Penelitian.
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia. 2022. Produksi Tomat Nasional Dalam Angka 2020. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. Pontianak.
Bambang C. 2016. Tomat Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kanisius.
Cahyono, B. 2008. Budidaya dan Analisis Usaha Tani Tomat. Yogyakarta : Kanisius..
Cahyono B. 2018. Tomat (Usaha Tani dan Penanganan Pascapanen). Yogyakarta: Kanisius.
Dewi, P. dan Jumini. 2018. Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat Akibat Perlakuan Jenis Pupuk. Jurnal Floratek.7:76-84. Abstract.http://jurnalfloratek.com. Diakses 27 Juni 2013.
Didit. 2018. Cara Budidaya Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). . Diakses 28 April 2014.
Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi.2019.Daftar Varietas yang Dilepas. Jakarta: Direktorat Perbenihan dan Sarana Produksi, Direktorat Jendral Hortikultura, Kementrian Pertanian RI.
Dwidjoseputro, 2015. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia. Jakarta.
Gardner, F.P., R.B. Pearce dan R. L. Mitchell. 2015. Physiology of Crop Plants Fisiologi Tanaman Budidaya, alih bahasa : H. Susilo). Jakarta : Universitas Indonesia Press
Gaspersz, V. 1991. Metode Perancangan Percobaan. Bandung. CV.ARMICO.
Gusti, N.S. dan I.G.A. Kasmawan. 2016. Efek Induksi Mutasi Radiasi Gammas 60Co Pada Pertumbuhan Fisiologi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.). Jurnal Keselamatan Radiasi dan Lingkungan. 1 (2): 10- 11.
Hakim, N., Nyakpa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Hong, G.B.,Bailey, H.H. 2017. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.
Hamidi, A. 2017. Budidaya Tanaman Tomat. Aceh. Balai Pengkajian Teknologi. https://nad.litbang.pertanian.go.id/ind/images/13budidayatanaman tomat.pdf. 17 Hal. Diakses pada hari Minggu, 24 Oktober 2021, pada pukul 07.40.
Handoko. 2016. Klimatologi Dasar, Landasan Pemahaman Fisika Atmosfer dan Unsur-unsur Iklim. Penerbit Pustaka Jaya. Jakarta.
Hardjowigeno, S., 2015. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta. ISBN: 978-979-8035-56-2.
Harjadi, S. S. 2016. Pengantar Agronomi. Gramedia. Jakarta
Kartika, Elis., Z. Gani dan D. Kurniawan. 2021. Tanggapan Tanaman Tomat Terhadap Pemberian Kombinasi Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Jambi 2(3)
Kusuma, A. H. dan M. U. Zuhro. 2016. Pengaruh varietas dan ketebalan mulsa jerami padi pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Agrotechbiz. 2: 1-20.
Lakitan, B. 2018. Fisiologi Tumbuhan. Rajawali press. Jakarta.
Nazimah, Nilahayati, Safrizal dan Ary Jeffri. 2020. Respon Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Produksi Dua Varietas Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Agrium. 17(01): 67-73.
Novriani. 2017. Alternatif Pengelolaan Unsur Hara P (Fosfor) pada Budidaya
Jagung. Agronobis. 2 (3) : 42-49.
Nurita, N., E. Fauziani, Maftu’ah dan R.S. Simatupang. 2019. Pengaruh olah tanah konservasi terhadap hasil varietas tomat di lahan lebak. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (BALITRA). 359-368.
Permentan, 2016, Peraturan Menteri Pertanian Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah tanah, Peraturan Menteri Pertanian Nomor 70/Permentan/SR.140/10/2016, Jakarta
Pudjiatmoko. 2018. Budidaya Tomat. Jurnal Atani Tokyo. http://www.atanitokyo. blogspot.com
Pujisiswanto, H. dan D. Pangaribuan. 2019. Pengaruh dosis kompos pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi buah tomat. Prosiding Seminar Sains dan Teknologi, 7(2): 82-107.
Purwati, E., Khairunisa. 2017. Aplikasi Pupuk Hayati pada Tanaman Hortikultura. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rismunandar. 2019. Tanaman Tomat. Sinar Baru Algensindo. Bandung.
Sagala, A. 2016. Respon Pertumbuhan dan produksi Tomat (Solanum licorpersicum Mill.) dengan Pemberian Unsur Hara Makro-Mikro dan Blotong. Medan :Universitas Sumatera Utara.
Sarief, S.E. 2018. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana. Bandung. 196 hal.
Sakthivel, U. & Karthikeyan, B. 2016. Isolation and Characterization of Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) from Rhizosphere of Coleus Forskohlii Grown Soil. Intr. J. of Recent Scientific Research . 3 (5):288-296.
Setiawati, M.R. 2014. Karakterisasi Isolat Bakteri Pelarut Fosfat untuk Meningkatkan Ketersediaan P pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Bionatura. Jurnal Ilmu-Ilmu Hayati dan Fisik. 16(1): 38-42.
Subba, R. 2015. Mikroorganisme Tanah dan Pertumbuhan Tanaman. .New Delhi : Oxfort-BH
Suriadikarta, D.A dan R.D.M . Simanungkalit. 2017. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Bogor. Badan penelitian dan pengembangan pertanian.. 14 hal.
Susila. 2017. Panduan Budidaya Tanaman Sayuran. Departement Agronomi dan Hortikultura. Institut Pertanian Bogor. Hal 115. Di Akses Tanggal 21 April 2015.
Sulichantini, E. D. 2015. Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tomat Terhadap Pemberian Pupuk Organik Cair Super ACI. J. Agro. 40(2): 75-80.
Sutedjo ,MM. 2021. Pupuk dan Cara Pemupukan. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.hal 42.
Syukur, M., H. Eka dan R. Hermanto. 2019. Bertanam Tomat Di Musim Hujan. Jakarta: Penebar Swadaya. 146 hal.
Tugiyono. 2015. Tanaman Tomat. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Trisnawati, Y., dan Setiawan, A.I. 2017.Tomat Budidaya Secara Komersial. Penebar Swadaya. Jakarta.
Vessey JK. 2017. Pertumbuhan tanaman rhizobakteria sebagai pupuk hayati. Jurnal Tanam Tanah. 255(2): 571-586.
Yulianingsih, R. 2014. Nutrisi Tanaman Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat. 13 (24): 61-68
Yuwono N.W, 2015. Kompos. Jakarta : Penebar Swadaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sustainability Nexus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.