Analisis Pertumbuhan, Serapan Hara N, P, K, Dan Hasil Edamame Akibat Pemberian Pupuk Hayati Pada Berbagai Dosis Dan Waktu Aplikasi Pada Tanah Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i2.91683Keywords:
edamame, pupuk hayati, serapan hara, tanah gambutAbstract
Edamame (Glycine max (L.) Merr.) memiliki potensi yang signifikan untuk dibudidayakan di Indonesia, khususnya di lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik antara dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan, serapan hara (N, P, K), dan hasil edamame di tanah gambut. Dilaksanakan di Pontianak Tenggara dari bulan Juni sampai Agustus 2024, percobaan menggunakan Rancangan Blok Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: dosis pupuk hayati (50, 75, dan 100 kg/ha-1) dan waktu aplikasi (2 dan 4 MST; 2, 4, dan 6 MST). Delapan belas unit percobaan dibuat, dengan parameter meliputi serapan hara, berat kering, luas daun, indeks pertumbuhan, jumlah bintil akar, dan hasil polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 75 kg/ha-1 yang diberikan pada 2 dan 4 MST menghasilkan pertumbuhan, serapan hara, dan produksi polong terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 75 kg/ha-1 dengan aplikasi pada 2 dan 4 MST menunjukkan analisis pertumbuhan, serapan hara N, P, K, dan hasil edamame yang terbaik pada tanah gambut.
References
Bachtiar, M., Ghulamahdi, M., Melati, M., Guntoro, D., & Sutandi, A. (2016). Kebutuhan nitrogen tanaman kedelai pada tanah mineral dan mineral bergambut dengan budi daya jenuh air. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 35 (3), 217–227.
Baity, S., Purnomo, D., & Triyono, D. S. (2015). Budidaya organik kedelai pada sistem agroforestri menggunakan pupuk hayati. Journal of Sustainable Agriculture, 30 (1), 7–12.
Efriady, D. (2020). Pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max (L.) Merrill) pada berbagai jarak tanam Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.
Fachruddin, L. (2020). Budidaya kacang-kacangan. Kasinius.
Firmansyah, E., Kurnoiasih, B., & Indradewa, D. (2016). Respon varietas padi tahan salin terhadap beberapa durasi genangan dengan tingkat salinitas berbeda. Artikel Ilmiah, 2016 (1), 50–62.
Gani, A. (2009). Pemanfaatan arang hayati (biochar) untuk perbaikan lahan pertanian. Penebar Swadaya.
Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1985). Physiology of crop plants (Fisiologi tanaman budidaya) (H. Susilo, Trans.). Universitas Indonesia Press.
Hanum, C. (2010). Pertumbuhan dan hasil kedelai yang diasosiasikan dengan Rhizobium pada zona iklim kering E (Klasifikasi Oldeman). Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik, 12 (3), 176–183.
Jones, H. E. (2016). Identification and development of the tomato powdery mildew fungus, Oidium lycopersici Tesis doktoral, University of Oxford.
Justika, S., Baharsjah, S., & Ashari, D. H. (1992). Posisi kacang-kacangan di Indonesia. Institut Pertanian Bogor.
Kadekoh, I. (2019). Pola pertumbuhan kacang tanah (Arachis hipogaea L.) dengan jarak tanam bervariasi dalam sistem tumpangsari dengan jagung pada musim kemarau. Jurnal Agrista, 6(1), 63–70.
Nugraha, D. R. (2019). Pengaruh dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) kultivar grobogan. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 7 (2). https://jurnal.unma.ac.id/index.php/AG/article/view/1845
Pambudi, S. (2013). Budidaya dan khasiat kedelai edamame: Cemilan sehat dan lezat multimanfaat. Pustaka Baru Press.
Roosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). lmu kesuburan tanah. Kanisius.
Saragih, D., Herawati, H., & Nurmauli, N. (2017). Pengaruh dosis dan waktu aplikasi pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung (Zea mays, L.) Pioner 27. Jurnal Agrotek Tropika, 1(1), 50–54.
Subakti, H., & Wijaksono, K. P. (2022). Analisis pertumbuhan gulma invasif kirinyuh (Chromolaena odorata L.R.M dan King) pada intensitas naungan berbeda produksi tanaman. Produksi Tanaman, 010 (08), 404–409. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2022.010.08.01
Suryana, A. (2015). Pengaruh waktu aplikasi dan dosis pupuk majemuk NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas grobogan Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.
Wibowo, A., Purwanti, Setyastuti, & Rabaniyah, R. (2015). Pertumbuhan dan hasil benih kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr) Malika yang ditanam secara tumpangsari dengan jagung manis (Zea mays kelompok Saccharata). Vegetalika, 1 (4), 1–10.
Winarso, S. (2005). Kesuburan tanah: Dasar kesehatan dan kualitas tanah. Gava Media.
Yuwariah, Y. (2015). Peran tanam sela dan tumpangsari bersisipan berbasis padi gogo toleran naungan. Giratuna.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Sustainability Nexus

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.