Analisis Pertumbuhan, Serapan Hara N, P, K, Dan Hasil Edamame Akibat Pemberian Pupuk Hayati Pada Berbagai Dosis Dan Waktu Aplikasi Pada Tanah Gambut

Authors

  • Aditya Aditya Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Dwi Zulfita Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Rita Kurnia Apindiati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i2.91683

Keywords:

edamame, pupuk hayati, serapan hara, tanah gambut

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merr.) memiliki potensi yang signifikan untuk dibudidayakan di Indonesia, khususnya di lahan gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi terbaik antara dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan, serapan hara (N, P, K), dan hasil edamame di tanah gambut. Dilaksanakan di Pontianak Tenggara dari bulan Juni sampai Agustus 2024, percobaan menggunakan Rancangan Blok Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: dosis pupuk hayati (50, 75, dan 100 kg/ha-1) dan waktu aplikasi (2 dan 4 MST; 2, 4, dan 6 MST). Delapan belas unit percobaan dibuat, dengan parameter meliputi serapan hara, berat kering, luas daun, indeks pertumbuhan, jumlah bintil akar, dan hasil polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 75 kg/ha-1 yang diberikan pada 2 dan 4 MST menghasilkan pertumbuhan, serapan hara, dan produksi polong terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 75 kg/ha-1 dengan aplikasi pada 2 dan 4 MST menunjukkan analisis pertumbuhan, serapan hara N, P, K, dan hasil   edamame yang terbaik pada tanah gambut.

References

Bachtiar, M., Ghulamahdi, M., Melati, M., Guntoro, D., & Sutandi, A. (2016). Kebutuhan nitrogen tanaman kedelai pada tanah mineral dan mineral bergambut dengan budi daya jenuh air. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan, 35 (3), 217–227.

Baity, S., Purnomo, D., & Triyono, D. S. (2015). Budidaya organik kedelai pada sistem agroforestri menggunakan pupuk hayati. Journal of Sustainable Agriculture, 30 (1), 7–12.

Efriady, D. (2020). Pertumbuhan dan hasil kedelai edamame (Glycine max (L.) Merrill) pada berbagai jarak tanam Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas.

Fachruddin, L. (2020). Budidaya kacang-kacangan. Kasinius.

Firmansyah, E., Kurnoiasih, B., & Indradewa, D. (2016). Respon varietas padi tahan salin terhadap beberapa durasi genangan dengan tingkat salinitas berbeda. Artikel Ilmiah, 2016 (1), 50–62.

Gani, A. (2009). Pemanfaatan arang hayati (biochar) untuk perbaikan lahan pertanian. Penebar Swadaya.

Gardner, F. P., Pearce, R. B., & Mitchell, R. L. (1985). Physiology of crop plants (Fisiologi tanaman budidaya) (H. Susilo, Trans.). Universitas Indonesia Press.

Hanum, C. (2010). Pertumbuhan dan hasil kedelai yang diasosiasikan dengan Rhizobium pada zona iklim kering E (Klasifikasi Oldeman). Jurnal Ilmu-ilmu Hayati dan Fisik, 12 (3), 176–183.

Jones, H. E. (2016). Identification and development of the tomato powdery mildew fungus, Oidium lycopersici Tesis doktoral, University of Oxford.

Justika, S., Baharsjah, S., & Ashari, D. H. (1992). Posisi kacang-kacangan di Indonesia. Institut Pertanian Bogor.

Kadekoh, I. (2019). Pola pertumbuhan kacang tanah (Arachis hipogaea L.) dengan jarak tanam bervariasi dalam sistem tumpangsari dengan jagung pada musim kemarau. Jurnal Agrista, 6(1), 63–70.

Nugraha, D. R. (2019). Pengaruh dosis dan waktu aplikasi pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill) kultivar grobogan. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 7 (2). https://jurnal.unma.ac.id/index.php/AG/article/view/1845

Pambudi, S. (2013). Budidaya dan khasiat kedelai edamame: Cemilan sehat dan lezat multimanfaat. Pustaka Baru Press.

Roosmarkam, A., & Yuwono, N. W. (2002). lmu kesuburan tanah. Kanisius.

Saragih, D., Herawati, H., & Nurmauli, N. (2017). Pengaruh dosis dan waktu aplikasi pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung (Zea mays, L.) Pioner 27. Jurnal Agrotek Tropika, 1(1), 50–54.

Subakti, H., & Wijaksono, K. P. (2022). Analisis pertumbuhan gulma invasif kirinyuh (Chromolaena odorata L.R.M dan King) pada intensitas naungan berbeda produksi tanaman. Produksi Tanaman, 010 (08), 404–409. https://doi.org/10.21776/ub.protan.2022.010.08.01

Suryana, A. (2015). Pengaruh waktu aplikasi dan dosis pupuk majemuk NPK pada pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas grobogan Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Lampung.

Wibowo, A., Purwanti, Setyastuti, & Rabaniyah, R. (2015). Pertumbuhan dan hasil benih kedelai hitam (Glycine max (L.) Merr) Malika yang ditanam secara tumpangsari dengan jagung manis (Zea mays kelompok Saccharata). Vegetalika, 1 (4), 1–10.

Winarso, S. (2005). Kesuburan tanah: Dasar kesehatan dan kualitas tanah. Gava Media.

Yuwariah, Y. (2015). Peran tanam sela dan tumpangsari bersisipan berbasis padi gogo toleran naungan. Giratuna.

Downloads

Published

2025-07-03

Issue

Section

Articles