Kualitas Fisik dan Kimia Abon Daging Sapi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur
DOI:
https://doi.org/10.26418/nexus.v1i1.92280Keywords:
abon sapi, kimia, fisika, TulungagungAbstract
Abon sapi merupakan makanan olahan tradisional berbahan dasar daging sapi. Abon sapi ringan, mudah dikemas, dan bergizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik dan kimia abon sapi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 November sampai dengan 9 Desember 2019 dengan menggunakan delapan merek dari enam toko bahan pangan. Metode yang digunakan adalah survei dengan purposive sampling dan setiap sampel diuji sebanyak tiga kali. Parameter yang dianalisis meliputi warna, kadar air, kadar abu, dan kadar protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna abon sapi memiliki t ingkat kecerahan 30,3"“48,1, tingkat kemerahan 5"“11,1, dan tingkat kekuningan 7,8"“17,4. Kadar air berkisar antara 4,78% sampai dengan 7,42%, kadar abu 4,25% sampai dengan 16,56%, dan kadar protein terlarut 0,817% sampai dengan 1,728%. Kesimpulannya, abon sapi cenderung berwarna lebih gelap dengan sedikit warna merah dan kuning. Rata-rata kadar air memenuhi Standar Nasional Indonesia, tetapi kadar abu dan protein tidak. Penyimpanan yang tepat dan pemberian label periode konsumsi setelah dibuka perlu diperhatikan. Peningkatan kualitas perlu dilakukan.References
Abustam. (2009). Bahan Ajar Ilmu Dan Teknologi Daging. Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Makassar
Badan Pusat Statistik. (2014). Analisis Rumah Tangga Usaha Peternakan Di Indonesia. Badan Pusat Statistik. Jakarta
Budianto, A. K. (2009). Dasar-Dasar Ilmu Gizi. UMM Press, Malang.
Estellita, D. D. dan U. Andriani. (2014). Perbedaan Kualitas Ikan Lele Dumbo Dengan Ikan Lele Lokal Dalam Pembuatan Abon Ikan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 20(78), p. 33-39
Fausiah, A., I. P. A. Buqhori. (2018). Karakteristik Kualitas Kimia Daging Sapi Bali Di Pasar Tradisional. Jurnal Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar, 3(1), p. 8-10.
Irawati, A. A., W. F. Ma’ruf dan A. D. Anggo. (2016). Pengaruh Lama Pemasakan Ikan Bandeng (Chanos chanos forsk.) Duri Lunak Goreng Terhadap Kandungan Lisin Dan Protein Terlarut. J. Peng. & Biotek. Hasil Pi, 5(1), p. 106-111
Jusniati, Patang dan Kadirman. (2017). Pembuatan Abon Dari Jantung Pisang (Musa paradisiaca) dengan Penambahan Ikan Tongkol (Euthynnus affinis). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 3(1), p. 58-66.
Leviana, W. dan V. Paramita. (2017). Pengaruh Suhu Terhadap Kadar Air dan Aktivitas Air Dalam Bahan pada Kunyit (Curcuma Longa) dengan Alat Pengering Electrical Oven. Metana, 13(2), p. 37-44
Muliawati, M., S. Mus, D. Buchari. (2016). The Effect of The Temperature and Frying Time On The Quality of Spice Shredded Fish of Little Tuna (Euthynnus affinis). Jurnal Online Mahasiswa, 1(1), p. 1-9.
Sari. (2013). Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas Fisik dan Kimia Daging Sapi Yang Dimarinasi Dalam Pasta Jahe. Skripsi. Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Sulawesi Tenggara
SNI. (1992). SNI 01-2891-1992: Cara Uji Makanan Dan Minuman. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
SNI. (1995). SNI 01-3707-1995: Abon. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
SNI. (2013). SNI 01-3707-2013: Abon Sapi. Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Soeparno. (2009). Ilmu dan teknologi daging. Cetakan ke empat. UGM Press, Yogyakarta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Laila Nur Aisyah, Djalal Rosyidi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.