Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Edamame pada Tanah Podsolik Merah Kuning
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i2.92292Keywords:
Edamame, kompos tandan kosong kelapa sawit, pupuk k, podsolik merah kuningAbstract
Edamame (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi tanah PMK sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan kompos TKKS. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi kompos TKKS dan pupuk K yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Untan, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada bulan Oktober 2024 sampai bulan Januari 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu kompos tandan kosong kelapa sawit (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 20 ton/ha setara 100 gram/polibag, A2 = 30 ton/ha setara 150 gram/polibag, A3 = 40 ton/ha setara 200 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, K1 = 50 kg/ha setara 0,37 gram/polibag, K2 = 150 kg/ha setara 1,12 gram/polibag, K3 = 250 kg/ha setara 1,87 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), volume akar, berat kering, jumlah polong, berat polong segar, jumlah polong isi, persentase polong hampa, dan berat polong per polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kompos TKKS dosis 20 ton/ha dan pupuk K 50 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk berat per polong. Pemberian kompos TKKS dengan dosis 40 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman edamame 2 MST pada tanah podsolik merah kuning.References
BPS. 2016. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.
Dinas Pertanian dan Pangan. 2022. Budidaya Kacang Kedelai di Tanah Kering. Badung. Diperpa.
Pambudi,.S. 2018. Budidaya dan Khasiat Kedelai Edemame. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Press.
Prabowo, A. Amaruwllah, A dan Murtilaksono, A. 2019. Pengaruh Dosis Pupuk K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine Max). Jurnal Ilmu Pertanian. 2(1). 22
Pratiwi, A.P. 2022. Pengaruh Bokashi Alang-Alang dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai pada Tanah PMK. Jurnal Sains Pertanian Equator.
Purwono dan Heni Purnamawati . 2010. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Depok : Penebar Swadaya.
Tjitrosoepomo, G. 2014. Taksonomi Tumbuhan (Scizophyta, Thallophyta Bryophyta, Pteridophyta). Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Wibowo, N. I., dan Akbar, A. A. Analisis Kandungan Protein dan Daya Terima Putri Salju Substitusi Tepung Edamame (Glycine max (L) Merrill). 6(4). 430-442.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lola Virya

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.