Pengaruh Dosis Limbah Padat Decanter Kelapa Sawit (Solid) dan NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Ubi Jalar pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Authors

  • Rici Anardi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Agus Ruliyansyah Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Nur Arifin Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i2.94088

Keywords:

Ubi jalar, bahan organik, NPK, podsolik merah kuning

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah kelapa sawit solid dan NPK yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil ubi jalar. Pelaksanaan penelitian yaitu pada tanggal 14 September 2024 - 14 Januari 2025 di lahan percobaan yang terletak di Jalan Danau Sentarum,Komplek Fajar Kencana, Kelurahan Sei Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah FaktorialRancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis limbah padat decanter kelapa sawit (solid) (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 30 ton/ha setara 1.000 gram/polibag, A2 = 40 ton/ha setara 1.300 gram/polibag, A3 = 50 ton/ha setara 1.600 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, B1 = 100 kg/ha setara 3 gram/polibag, B2 = 200 kg/ha setara 6 gram/polibag, B3 = 300 kg/ha setara 10 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, sehingga total unit sampel ada 81 tanaman. Kombinasi setiap perlakuan terdiri dari : A1B1, A1B2, A1B3, A2B1, A2B2, A2B3, A3B1, A3B2, A3B3. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi berat segar tanaman bagian atas, berat kering tanaman bagian atas, diameter umbi, jumlah umbi, Panjang umbi, bobot umbi, dan bobot per umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis limbah solid 50 ton/ha memberikan perbedaan nyata terhadap diameter umbi dan bobot per umbi dibandingkan dengan perlakuan dosis yang lebih rendah. Interaksi perlakuan 50 ton/ha dan 100 kg/ha dosis limbah solid dan npk berbeda nyata terhadap variabel bobot per umbi, sedangkan perlakuan lainnya tidak berbeda nyata.

References

BPS. 2016. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat.

Ginting, T., E. Zuhry, Adiwirman. 2017. Pengaruh Limbah Solid dan NPK Tablet Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Utama.

Novizan, I. (2002). Petunjuk pemupukan yang efektif. AgroMedia Pustaka, Jakarta.

Pahan, I. 2011. Panduan Lengkap Kelapa Sawit-Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir, Penebar Swadaya. Depok. Indonesia.

Suda, I., Oki, T., Masuda, M., Kobayashi, M., Nishiba, Y., & Furuta, S. (2003). Physiological functionality of purple-fleshed sweet potatoes containing anthocyanins and their utilization in foods. Japan Agricultural Research Quarterly: JARQ, 37(3), 167-173Widowati, S. 2010. Diversifikasi konsumsi pangan berbasis ubi jalar. Jurnal Pangan, 20(1), 49-61.

Yuniza, Y. 2015. Pengaruh Pemberian Kompos Decanter Solid dalam Media Tanam terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan Utama.

Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Jambi. JaAgricultural Research Quarterly: JARQ, 37(3), 167-173.

Downloads

Published

2025-07-03

Issue

Section

Articles