Evaluasi Sensori Minuman Serbuk Air Kelapa Tua Dan Sari Temulawak
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i2.94947Keywords:
Instan, Kristalisasi, Deskriptif, FungsionalAbstract
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik sensori minuman serbuk instan berbahan dasar air kelapa tua dan sari temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan variasi proporsi bahan. Formulasi disusun dengan komposisi air kelapa tua lebih tinggi hingga sebaliknya, lalu ditambahkan gula pasir sebanyak 150 gram. Campuran tersebut dimasak dengan api kecil hingga mengalami proses kristalisasi dan menghasilkan serbuk. Evaluasi sensori dilakukan secara deskriptif oleh 30 panelis terlatih menggunakan skala 1"“5. Parameter yang dinilai meliputi warna, aroma kelapa, aroma temulawak, rasa manis, rasa kelapa, rasa temulawak, dan kesukaan keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa proporsi air kelapa tua yang lebih tinggi memberikan aroma dan rasa kelapa yang lebih kuat serta tingkat kemanisan yang lebih disukai. Sementara itu, peningkatan jumlah temulawak memberikan warna kuning yang lebih intens dan aroma rempah yang khas, namun cenderung menurunkan tingkat kesukaan jika terlalu dominan. Formulasi dengan keseimbangan bahan yang tepat menghasilkan skor kesukaan tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan komposisi bahan sangat memengaruhi kualitas sensori minuman serbuk instan yang dihasilkan.References
Assalam, S. (2022). Optimasi Formula Minuman Rempah Serbuk Instan Menggunakan Design Expert Metode Mixture D-Optimal. Pasundan Food Technology Journal, 9(1), 25–31. https://doi.org/10.23969/pftj.v9i1.5572
Batubara, S. C., & Pratiwi, N. A. (2019). Pengembangan Minuman Berbasis Teh Dan Rempah Sebagai Minuman Fungsional. Jurnal Industri Kreatif Dan Kewirausahaan, 1(2), 109–123. https://doi.org/10.36441/kewirausahaan.v1i2.129
Dawardi Harahap, A., Efendi, R., & Harun, N. (2016). Pemanfaatan Ekstra Jahe Merah (Zingiber officinale var.Rubrum) dan Kulit Nanas (Ananas comosus L. Mer) dalam Pembuatan Bubuk Instan. Jom Faperta, 3(2), 1–16.
Khamidah, A., Antarlina, S. S., & Sudaryono, T. (2017). Ragam Produk Olahan Temulawak Untuk Mendukung Keanekaragaman Pangan. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 36(1), 1. https://doi.org/10.21082/jp3.v36n1.2017.p1-12
Langkong, J., Sukendar, N. K., & Ihsan, Z. (2018). Studi Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Baku Air Kelapa Tua (Cocos Nicifera L) Dan Ekstrak Belimbing Wuluh (Avverhoa Bilimbi L) Menggunakan Metode Sterilisasi Non-Thermalselama Penyimpanan. Canrea Journal: Food Technology, Nutritions, and Culinary Journal, 53–62. https://doi.org/10.20956/canrea.v1i1.22
Masuda, T. (1992). Antioxidative curcuminoids from rhizomes, 31(10), 3645–3647.
Michella, G., Rawung, D., & Ludong, M. M. (2020). The Effect of Maltodextrin Addition on The Process of Instant Drink Powder of Papaya (Carica papaya L.) and Nutmeg (Myristica fragrans H.). Cocos, 2(4), 1–8.
Permata, D. A., & Sayuti, K. (2016). Pembuatan Minuman Serbuk Instan dari Berbagai Bagian Tanaman 407 Meniran (Phyllanthus niruru). Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 20(1), 45–49.
Sari Putri, R. M. (2013). SI “KUNING†TEMULAWAK (Curcuma xanthoriza Roxb.) DENGAN “SEGUDANG†KHASIAT. Jurnal Teknologi Pertanian, 2(2), 42–49. https://doi.org/10.32520/jtp.v2i2.55
Shaleha, N. (2023). Uji Stabilitas Warna Berdasarkan Intensitas Dan Kadar Kurkumin Ekstrak Kunyit Dan Temulawak. Cross-Border, 6(2), 790–803.
Zahra Al Banna, N., Ilmiyah, N., Artikel, I., & Artikel, G. (2023). Pemanfaatan Limbah Air Kelapa Tua Sebagai Zat Pengatur Tumbuh Alami Pertumbuhan Sawi (Brassica juncea L.), 3(1), 11–20. https://doi.org/10.18592/alkawnu.v3i1.8826
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Vanessa Delvia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.