Pengaruh Pupuk Kandang Kambing dan Pembelahan Umbi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang pada Tanah Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i3.95011Keywords:
Bawang Sabrang, Gambut, Kotoran KambingAbstract
Salah satu tanaman yang populer digunakan adalah bawang sabrang atau Dayak (Eleutherine bulbosa (L.) Merr.). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemberian pupuk kandang kambing dan pembelahan umbi bawang sabrang untuk mendapatkan hasil pertumbuhan terbaik bawang sabrang pada tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk kandang kambing dengan simbol (K) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu K1 = 10 ton/ ha atau 200 g/polybag, K2 = 15 ton/ha atau 300 g/polybag, K3 = 20 ton/ha atau 400 g/polybag dan faktor kedua yaitu pembelahan umbi (U) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu U1 = tanpa pembelahan, U2 = umbi belah 2, U3 = umbi belah 4. Hasil penelitian ini adalah diduga interaksi pupuk kandang kambing dosis 15 ton/ha setara dengan 300 g/polybag dan umbi belah 2 dapat memberikan pertumbuhan dan hasil bawang sabrang yang terbaik pada tanah gambut.References
Dharmasika, I., Budiyanto, S., & Kusmiyati, F. (2019). Pengaruh dosis arang sekam padi dan pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung hibrida (Zea Mays L.) pada salinitas tanah. Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, 17(2), 195–205.
Dinariani, D., Heddy, Y. B. S., & Guritno, B. (2014). Kajian penambahan pupuk kandang kambing dan kerapatan tanaman yang berbeda pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Brawijaya University.
KLHK. (2011). Indonesian National Carbon Accounting System. Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalbar.
Puspadewi, R., Adirestuti, P., & Menawati, R. (2013). Khasiat umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) sebagai herbal antimikroba kulit. Kartika: Jurnal Ilmiah Farmasi, 1(1), 31–37.
Putrasamedja, S. (1995). Pengaruh Berbagai Macam Pembelahan Bawang Merah Pada musim Penghujan Pada 961 Jurnal Online Agroekoteknologi . ISSN No. 2337- 6597 Vol.2, No.3 : 954 - 962, Juni 2014 Tempat Terbuka. Peneliti. Hortikultura. 27(3):1-7.
Rosmarkam, Afandie, & Yuwono, Nasih Widya. (2002). Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius.
Sanchez, P.A., & Logan, T.J. (1992). Myths and science about the chemistry and fertility of soils in the tropics. In R. Lal and P.A. Sanchez (Eds.), Myths and Science of Soils of the Tropics (pp. 35–46). Soil Science Society of America Special Publication No. 29. Soil Science Society of America.
Siregar, D. S., Haryati, H., & Simanungkalit, T. (2013). Respons Pertumbuhan dan Produksi Bawang Sabrang (Eleutherine Americana Merr) Terhadap Pembelahan Umbi Dan Perbandingan Media Tanam. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 2(3), 99251.
Yusuf, H. (2009). Pengaruh Naungan dan Tekstur Tanah terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Sabrang (Eleutherine americana Merr.). Universitas USU Medan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Rizka Aulia Maharani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.