Respon Tanaman Buncis terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan Pupuk K pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Authors

  • Andry Stevanus Teleng Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Dini Anggorowati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Tris Haris Ramadhan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i3.97698

Keywords:

Buncis, Kompos Ampas Kelapa, Pupuk K, Tanah PMK

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris l.) tergolong dalam tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran cukup besar dalam pemenuhan nutrisi masyarakat. Budidaya tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning menghadapi masalah pada faktor kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pemanfaatan limbah ampas kelapa menjadi kompos dan penambahan pupuk K. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis yang optimal serta melihat hubungan interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K pada pertumbuhan dan hasil buncis di lahan podsolik merah kuning. Lokasi penelitian bertempat di Jl.Parit Haji Mukshin II, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dimulai pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian kompos ampas kelapa terdiri dari 3 taraf dengan dosis 5 ton/hektar (156 g/tanaman), 10 ton/hektar (312 g/tanaman), dan 15 ton/hektar (468 g/tanaman). Faktor kedua yakni pemberian pupuk K terdiri dari 3 taraf dengan dosis 75 kg/ha (2,3 g/tanaman), 150 kg/ha (4,6 g/tanaman) dan 225 kg/ha (7 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian kompos ampas kelapa dengan dosis 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat polong pertanaman yaitu 177,39 g/tanaman. Pemberian pupuk K menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.

References

Amin, M. N. 2014. Sukses bertani buncis: sayuran obat kaya manfaat. Jakarta: Garudhawaca.

Badan Pusat Statistik. 2020. Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik. 2023. Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.

Cahyono, B. 2014. Rahasia Budidaya Buncis secara Organik dan Anorganik. Jakarta: Pustaka Mina.

Direktorat Jendral Hortikultura 2021. Standar Operasional Prosedur (SOP) Buncis. Kementrian Pertanian.

Gaur, A. C. 1982. A Manual of Rural Composting. Project Field Document No. 15. FAO/UNDp Regional.

Ichsan, M. C., Riskiyandika, P., & Wijaya, I. 2016. Respon produktifitas okra (Abelmoschus esculentus) terhadap pemberian dosis pupuk petroganik dan pupuk N. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 14(1).

Pradana, G. B. S., Islami, T., and Suminarti, N. E. 2017. Kajian Kombinasi Pupuk Fosfor dan Kalium Pada Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurnal Produksi Tanaman, 3(6), 469–471.

Rokhminarsi, E., Utami, D. S., & Begananda. 2019. Penerapan Pupuk Mikotricho (Mikoriza-Trichoderma) dan Pupuk Sintetik Pada Budidaya Cabai Merah. Jurnal Hortikultura Indonesia, 10(3), 154–160. https://doi.org/10.29244/jhi.10.3.154-160.

Rosmarkam, A., dan N. W. Yuwono. 2015. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.

Rukmana, H. R. 2014. Sukses Budidaya Aneka Kacang Sayur di Pekarangan dan Perkebunan. Yogyakarta: Lily Publisher.

Subandi. 2013. Peran dan pengelolaan hara kalium untuk produksi pangan di Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian, 6(1), 1-10.

Suminarti, N. E., & Nagano, N. 2015. Upaya Peningkatan Hasil Tanaman Talas (Colocasia Esculenta (L.) Schott var Antiquorum) Di Lahan Kering Melalui Aplikasi Kompos Sampah Kota. Research Journal of Life Science, 2(2), 101-109.

Utomo, M., B., S., Rusman, T., J, S., & Lumbanraja, W. 2016. Ilmu Tanah: Dasar-Dasar dan Pengelolaan. Kencana, Jakarta (Pertama): Prenada Media.

Vidiatama, A. K. 2024. Pengaruh Kompos Kotoran Kambing dan Kompos Ampas Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max L . Merr). Jurnal Agroteknologi Agribisnis Dan Akuakultur, 4(2), 201–216.

Wijaya, T. A., Syamsuddin, D & Abdul, C. 2014. Keanekaragaman Jamur Filoplan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans P.) Pada Lahan Pertanian Organik Konvensional. Jurnal HPT. 2(1) 30-35

Downloads

Published

2025-10-07

Issue

Section

Articles