Respon Tanaman Buncis terhadap Pemberian Kompos Ampas Kelapa dan Pupuk K pada Tanah Podsolik Merah Kuning
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i3.97698Keywords:
Buncis, Kompos Ampas Kelapa, Pupuk K, Tanah PMKAbstract
Buncis (Phaseolus vulgaris l.) tergolong dalam tanaman kacang-kacangan yang memiliki peran cukup besar dalam pemenuhan nutrisi masyarakat. Budidaya tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning menghadapi masalah pada faktor kesuburan tanah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan pemanfaatan limbah ampas kelapa menjadi kompos dan penambahan pupuk K. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis yang optimal serta melihat hubungan interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K pada pertumbuhan dan hasil buncis di lahan podsolik merah kuning. Lokasi penelitian bertempat di Jl.Parit Haji Mukshin II, Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, dimulai pada bulan Maret hingga Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama yaitu pemberian kompos ampas kelapa terdiri dari 3 taraf dengan dosis 5 ton/hektar (156 g/tanaman), 10 ton/hektar (312 g/tanaman), dan 15 ton/hektar (468 g/tanaman). Faktor kedua yakni pemberian pupuk K terdiri dari 3 taraf dengan dosis 75 kg/ha (2,3 g/tanaman), 150 kg/ha (4,6 g/tanaman) dan 225 kg/ha (7 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara kompos ampas kelapa dan pupuk K terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian kompos ampas kelapa dengan dosis 5 ton/ha memberikan hasil tertinggi terhadap berat polong pertanaman yaitu 177,39 g/tanaman. Pemberian pupuk K menunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.References
Amin, M. N. 2014. Sukses bertani buncis: sayuran obat kaya manfaat. Jakarta: Garudhawaca.
Badan Pusat Statistik. 2020. Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.
Badan Pusat Statistik. 2023. Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat.
Cahyono, B. 2014. Rahasia Budidaya Buncis secara Organik dan Anorganik. Jakarta: Pustaka Mina.
Direktorat Jendral Hortikultura 2021. Standar Operasional Prosedur (SOP) Buncis. Kementrian Pertanian.
Gaur, A. C. 1982. A Manual of Rural Composting. Project Field Document No. 15. FAO/UNDp Regional.
Ichsan, M. C., Riskiyandika, P., & Wijaya, I. 2016. Respon produktifitas okra (Abelmoschus esculentus) terhadap pemberian dosis pupuk petroganik dan pupuk N. Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science), 14(1).
Pradana, G. B. S., Islami, T., and Suminarti, N. E. 2017. Kajian Kombinasi Pupuk Fosfor dan Kalium Pada Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Tanaman Sorgum (Sorghum bicolor (L.) Moench). Jurnal Produksi Tanaman, 3(6), 469–471.
Rokhminarsi, E., Utami, D. S., & Begananda. 2019. Penerapan Pupuk Mikotricho (Mikoriza-Trichoderma) dan Pupuk Sintetik Pada Budidaya Cabai Merah. Jurnal Hortikultura Indonesia, 10(3), 154–160. https://doi.org/10.29244/jhi.10.3.154-160.
Rosmarkam, A., dan N. W. Yuwono. 2015. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius. Yogyakarta.
Rukmana, H. R. 2014. Sukses Budidaya Aneka Kacang Sayur di Pekarangan dan Perkebunan. Yogyakarta: Lily Publisher.
Subandi. 2013. Peran dan pengelolaan hara kalium untuk produksi pangan di Indonesia. Pengembangan Inovasi Pertanian, 6(1), 1-10.
Suminarti, N. E., & Nagano, N. 2015. Upaya Peningkatan Hasil Tanaman Talas (Colocasia Esculenta (L.) Schott var Antiquorum) Di Lahan Kering Melalui Aplikasi Kompos Sampah Kota. Research Journal of Life Science, 2(2), 101-109.
Utomo, M., B., S., Rusman, T., J, S., & Lumbanraja, W. 2016. Ilmu Tanah: Dasar-Dasar dan Pengelolaan. Kencana, Jakarta (Pertama): Prenada Media.
Vidiatama, A. K. 2024. Pengaruh Kompos Kotoran Kambing dan Kompos Ampas Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max L . Merr). Jurnal Agroteknologi Agribisnis Dan Akuakultur, 4(2), 201–216.
Wijaya, T. A., Syamsuddin, D & Abdul, C. 2014. Keanekaragaman Jamur Filoplan Tanaman Kangkung Darat (Ipomea reptans P.) Pada Lahan Pertanian Organik Konvensional. Jurnal HPT. 2(1) 30-35
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andry Stevanus Teleng

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.