Pengaruh Abu sekam Padi dan Pupuk K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau pada Tanah Aluvial T
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i3.98307Keywords:
Abu sekam, Aluvial, Kacang hijau, Pupuk KAbstract
Tanaman kacang hijau adalah salah satu tanaman kacang -kacangan dan polong-polongan. Kacang hijau biasanya dikonsumsi sebagai sayur yang di buat sebagai kecambah, atau bahan tambahan dalam hidangan kuliner.Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian Abu sekam padi.Penggunaan Abu sekam padi dapat memperbaiki sifat kimia tanah, terutama dengan menambah ketersediaan unsur hara dan meningkatkan pH yang rendah pada tanah aluvial. Perbaikan sifat kimia tanah tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan akar dan penyerapan unsur hara di dalam tanah. Kalium (K) merupakan unsur hara makro esensial yang diperlukan dalam jumlah besar. Keberadaannya unsur K tidak dapat digantikan oleh unsur hara lainnya. Fungsi kalium bagi tanaman yaitu memperbaiki tersedianya unsur hara tanaman, membantu dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur serta kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi Abu sekam padi dan pupuk K yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Sepakat 2, Kelurahan Bansir Darat, Kecematan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada Maret 2025 sampai bulan Juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu abu sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1 = 50 ton/ha setara 30 gram/polibag, a2 = 10 ton/ha setara 60 gram/polibag, a3 = 150 ton/ha setara 90 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, k1 = 50 kg/ha setara 0,30 gram/polibag, k2 = 100 kg/ha setara 0,60 gram/polibag, k3 = 150 kg/ha setara 0,90 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 , 3, 4, 5 MST) volume akar, berat kering, umur berbunga,jumlah cabang produktif,jumlah polong pertanaman, jumlah polong isi, persentase polong hampa, dan berat biji pertanaman dan bobot 100 biji.Berdasarkan hasil penelitian bahwa dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau pada tanah aluvial adalah 15 ton/ha abu sekam padi dan 150 kg/ha pupuk kalium.References
Aditya, M. S., Muyassir, M., dan Ilyas, I. 2023. Pengaruh Abu Sekam Padi Sebagai Sumber Silikat Terhadap Bentuk-Bentuk P Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza sativa L). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 8(4), 858-864
Badan Pusat Statistik. 2023. https://kalbar.bps.go.id/id
Ilahi, R dan Sabli, T. E. 2022. Pengaruh Abu Sekam Padi dan Pupuk Ultradap terhadap Pertumbuhan serta Produksi Tanaman Kacang Panjang Renek (Vigna unguiculata var. sesquipedalis). Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur, 2(2), 126-135.
Irfandi, Y. 2021.Pengaruh Bokashi Batang Pisang dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Kedelai Edamame pada Tanah Aluvial.Skripsi.Universitas Tanjungpura Pontianak.
Mohri, M., Astina, A., dan Surachman, S. 2023. Growth And Yield Of Green Beans Response On Giving NPK And Rice Husk Abu Sekam Padi In Alluvial Soil. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(1), 153-162.
Mustakim, M., dan Ari, Y. A. 2016. Budidaya Kacang Hijau Secara Intensif. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Pujiwati, H., Sukarj, E. I., Adam, M., & Salamah, U. Respon Pertumbuhan dan Hasil Kedelai di Lahan Rawa pada Dosis Pupuk Urea dan Abu Sekam yang Berbeda.
Rukmana, Rahmat. 2004. Kacang Hijau, Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta: Kanisius
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 siska ida paninta sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.