Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Pare pada Tanah Podsolik Merah Kuning
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i4.98366Keywords:
pare, pemangkasan pucuk, podsolik merah kuningAbstract
Tanaman pare (Momordica charantia, L) merupakan tanaman semusim yang bersifat merambat dan termasuk komoditas tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang potensial dikembangkan sebagai usaha tani. Namun, produktivitas tanaman pare di tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) masih rendah akibat tanah yang masam dan miskin hara. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui teknik pemangkasan pucuk dan pemberian pupuk NPK. Pemangkasan pucuk bertujuan untuk menekan pertumbuhan vegetative tanaman agar tanaman fokus ke pembentukan bunga dan buah, sedangkan pupuk NPK berperan menyediakan unsur hara esensial untuk tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi terbaik antara pemangkasan pucuk pada ruas yang berbeda dan dosis pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil pare pada tanah podsolik merah kuning. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan pucuk dengan simbol (P) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu p1 = pemangkasan pucuk ruas ke-6, p2 = pemangkasan pucuk ruas ke-9, p3 = pemangkasan pucuk ruas ke-12 dan faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 14 g/tanaman, n2 = 300 kg/ha setara dengan 21 g/tanaman, n3 = 400 kg/ha setara dengan 28 g/tanaman. Hasil penelitian ini adalah diduga interaksi pemangkasan pucuk ruas ke-9 dan pupuk NPK dosis 300 kg/ha setara dengan 21 g/tanaman dapat memberikan pertumbuhan dan hasil pare yang terbaik pada tanah podsolik merah kuningReferences
Ambarwati Diah Tri., Eka Erlinda Syuriani., & Onny Chrisna Pandu Pradana. (2020). Uji Respon Dosis Pupuk Kalium terhadap Tiga Galur Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) Di Lahan Politeknik Negeri Lampung. Jurnal Planta Simbiosa. Politeknik Negeri Lampung. Vol. 2. No.1.
Aminuddin, M. I. (2017). Respon Pemberian Pupuk MKP dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Produksi Cabai Rawit (Capsicum frustescens, L.). Agroradix: Jurnal Ilmu Pertanian, 1(1), 44-59.)
Anggarsari, D., Sumarni, T., & Islami, T. (2017). Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Pupuk Gandasil D pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max, L.). Jurnal Produksi Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang. Vol.5 (4). Hal: 561-567.)
Bachtiar. A. I. (2018). Pengaruh Penambahan Dosis Pupuk Kascing dan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung (Solanum melongena, L.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Jember. Jember.
Bahar E., & Gunawan I. (2014). Perimbangan Pemberian Kalium dan Mulsa dalam Rangka Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Cabai (Capsinum annum, L.). Jurnal Sungkai. Fakultas Pertanian Universitas Pasir Pengaraian. Vol. 2. No. 1. Hal: 43-51
Islam, M., Mohanta, H., Ismail, M., Rafii, M., & Malek, M. (2013). Genetic variability and trait relationship in cherry tomato (Solanum lycopersicum L. Var. Cerasiforme (Dunnal) A. Gray). Bangladesh Journal of Botany, 41(2), 163–167.
Jatumara, P. D., & Suryanto, A. (2018). Pemangkasan Pucuk dan Pewiwilan Tanaman Terong (Solanum melongena, L.) pada Sistem Budidaya Roof Garden Shoot Pruning And Suckering On Eggplants (Solanum melongena, L.). Jurnal Produksi Tanaman, 6(4), 531-537.
Lukmanasari, P. (2022). Respon Tanaman Pakcoy (Brassica rapa, L.) terhadap Aplikasi Kompos Ampas Kelapa dan NPK Mutiara (16: 16: 16). Dinamika Pertanian, 38(1), 75-82.
Mar’atushaliha, S. (2023). Fisiologi Tumbuhan. Penerbit: NEM
Priyono, W. (2015). Cara Budidaya Pare Pahit Agar Cepat Berbuah Lebat dan Menguntungkan Bagi Petani Hortikultura. Online. Diakses pada 01 November 2024. http://guruilmuan.blogspot.co.id/2015/10/cara-budidaya-pare-pahit-agar-cepat.html.
Rasilatu F., Musa N., & Pembengo W. (2016). Respon Produksi Dua Varietas Tanaman Melon (Cucumis melo, L.) terhadap Waktu Pemangkasan Pucuk. Skripsi. 5(3): 321-326.
Ritonga, A. M. (2019). Respon Pemberian Bokhasi Kandang Sapi dan Berbagai Mulsa Organik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pare (Momordica charantia L.) (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).
Salsabila, N. A., & Pribadi, D. U. (2024). Pengaruh Waktu Pemangkasan Pucuk pada Fase Vegetatif dan Dosis Pupuk Guano terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus, L.). Plumula: Berkala Ilmiah Agroteknologi, 12(1), 17-23.
Sidabutar, T. K. (2021). Pemberian Limbah Rumah Tangga Dan POC Bonggol Pisang Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Pare (Momordica charantia. L). (Doctoral dissertation, Universitas Pembangunan Panca Budi).
Tjitra. K. V., Euis. E. N., & Sitawati. (2018). Respon Tanaman Cabai Hias (Casicum spp.) terhadap Frekuensi Pemangkasan dan Jenis Wadah Media Tanam pada Budidaya Di Atap Bangunan (Roof Top). Jurnal Produksi Tanaman. Universitas Brawijaya. Malang. Vol. 6. No. 8. Hal: 1803-1809.)
Utomo. M., Sudarsono, B., Rusman, T., Sabrina, J., & Lumbanraja. (2015). Ilmu Tanah (Dasar-Dasar Dan Pengelolaanya). Prenadamedia. Jakarta. 433 Hal
Widyaningrum K. (2019). Pengaruh Konsentrasi Pupuk Hayati Dan Waktu Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Oyong (Luffa acutangula. L). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Jember. Jember.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ade Fany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.