Pengaruh Abu Cangkang Susuh Kura dan Pupuk Majemuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis Pada Tanah Podsolik Merah Kuning

Authors

  • Vinsensius Bagus Senangka Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Dini Anggorowati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Fadjar Rianto Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i3.98441

Keywords:

Abu Cangkang Susuh Kura, Buncis, Podsolik Merah-Kuning, Pupuk Majemuk N dan K

Abstract

Pengembangan tanaman buncis pada lahan podsolik merah kuning (PMK) dihadapkan pada sejumlah kendala kesuburan tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan memanfaatkan abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K. Penelitian ini dilaksanakn untuk memperoleh kombinasi dosis abu cangkang susuh kura dan pupuk majemuk N dan K yang menyebabkan hasil panen buncis terbaik di lahan PMK. Lokasi penelitian ini berada di daerah Jl. Parit Haji Muksin II, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Mulai Maret hingga Mei 2025. Metode penelitian yang pakai yaitu Rancangan Faktorial Acak Lengkap (RAL) dua faktor. Faktor pertama adalah penambahan abu cangkang susuh kura dalam tiga dosis, yaitu 439 kg/ha (1,75 g/polibag), 877 kg/ha (3,5 g/polibag), dan 1.316 kg/ha (5,25 g/polibag). Faktor kedua adalah dosis pupuk N dan K yang juga terdiri dari tiga perlakuan, yakni 50 kg/ha (0,75 g/tanaman), 150 kg/ha (2,25 g/tanaman), dan 250 kg/ha (3,75 g/tanaman). Variabel pengamatan yang di amati dalam penelitian ini, yaitu: volume akar (Cm3), berat kering tanaman (g), Jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), berat per polong (g). Selain variabel diatas juga dilakukan pengamatan terhadap perihal lingkungan yang meliputi: pH tanah, suhu udara ( °C), kelembaban udara (%) dan curah hujan (mm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa abu cangkang susuh kura dosis 877 kg/ha memperoleh hasil berat polong per tanaman tertinggi yaitu 175,33 g/tanaman. Pemberian pupuk majemuk N dan K dengan dosis 150 kg/ha menghasilkan jumlah polong per tanaman tertinggi yaitu 176,66 g/tanaman.

References

Alfy, M. N. T., dan Handoyo, T. 2022. Pengaruh Dosis Dan Waktu Aplikasi Pupuk Kcl Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.). Agriprima : Journal Of Applied Agricultural Sciences, 6(1), 85–97. Https://Doi.Org/10.25047/Agriprima

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2020. Luas Tanah Pmk Kalimantan Barat Dalam Angka. Jakarta : Grafistama

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2023. Produksi Tanaman Sayuran Dan Buah Semusim.

Buresh, R. J., Ramesh Reddy, K., dan Van Kessel, C. 2008. Nitrogen

transformations in submerged soils. Nitrogen in agricultural systems, 49, 401-436.

Cahyono, I. B. 2003. Kacang Buncis: Teknik Budi Daya Dan Analis Usaha Tani. Yogyakarta : Kanisius

Fachrudin, L., 2000. Budidaya Kacang-Kacangan. Yogyakarta. Kanisius.

Fitrah, R. I., dan Sumarni, T. 2024. Pengaruh Pupuk Kandang Dan Pupuk N Pada Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merill) Var. Anjasmoro. Produksi Tanaman, 12(04), 258–264. Https://Doi.Org/10.21776/Ub.Protan.2024.012.04.05

Direktorat Jendral Sayuran Dan Tanaman Obat. 2021. Standar Operasional Prosedur (SOP) Buncis. Jakarta : Direktorat Jendral Hortikultura

Ginting, E, N., Sutandi, A., Nungrogho, B., dan Indriyati, L, T. 2013. Rasio dan Kejenuhan hara K, Ca, Mg Didalam Tanah Untuk Tanaman Kelapa Sawit (Elais guineensis Jacq). Buletin Agrohorti, 15(2), 60–65.

Hong, S., Gan, P., dan Chen, A. 2019. Environmental controls on soil pH in planted forest and its response to nitrogen deposition. Environmental research, 172, 159-165.

Ivontianti, W. D., Khairi, S., Devitasari, R., dan Yusup. 2022. Pemanfataan Cangkang Keong Susuh Kura (Sulcospira testudinaria) Sebagai Adsorben Untuk Menyerap Logam Besi (Fe) Di Perairan Dengan Kajian Variasi Suhu Kalsinasi Adsorben. Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah, 10(1), 38–47.

Liu, K. L., Han, T. F., Huang, J., Asad, S., Li, D. M., Yu, X. C., dan Zhang, H. M. 2020. Links between potassium of soil aggregates and pH levels in acidic soils under long-term fertilization regimes. Soil and Tillage Research, 197, 104480.

Pitojo, S. 2004. Benih Buncis. Yogyakarta : Kanisius

Salam, A. K. 2020. Ilmu Tanah. Bandar Lampung : Akademika Pressindo.

Santoso, B. 2006. Pemberdayaan Lahan Podsolik Merah Kuning Dengan Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Di Kalimantan Selatan. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Tembakau Dan Serat, 5(1), 1–12.

Siswanto, B. 2019. Sebaran Unsur Hara N, P, K Dan pH Dalam Tanah. Buana Sains, 18(2), 109. Https://Doi.Org/10.33366/Bs.V18i2.1184

Supriyanto, E. A., Maulana, H., Dan Badrudin, U. 2024. Aplikasi Interval Pupuk Organik Cair Pada Variasi Konsentrasi Yang Berbeda Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L .) Di Dataran Rendah. Jurnal Ilmiah Pertanian, 20(1), 130–137.

Sutedjo, M. M 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan . Jakarta : Rineka Cipta

Syahfitri, H., Efendi, E., dan Wahyudin, D. 2019. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Kacang Tanah (Arachis hypogaea L) Terhadap Pemberian Pupuk Grand-K Dan Zpt. Jurnal Agricultural Research, 15(1), 147–164.

Wirayuda, H., Sakiah, S., dan Ningsih, T. 2022. Kadar Kalium pada Tanah dan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada Lahan Aplikasi dan Tanpa Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 1(1), 19–24. https://doi.org/10.56211/tabela.v1i1.168

Yusdian, Y., Kamajaya, A. Y., Dan Hambali, A. 2019. Aplikasi Perbandingan Dosis Pupuk Nitrogen Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Buncis (Phaseolus vulgaris L) Varietas Balitsa 2. Jurnal Agro Tatanen, 1(1), 301–316. Https://Doi.Org/10.15797/com. 2019.23.00

Downloads

Published

2025-10-31

Issue

Section

Articles