Pengaruh Pemberian Kapur dan Pupuk Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai Rawit di Lahan Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/snja.v1i3.98595Keywords:
cabai rawit, gambut, kapur dolomit, pupuk kaliumAbstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas sayuran penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan tingkat konsumsi yang besar, baik dalam bentuk segar maupun olahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara pemberian kapur dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit di lahan gambut, menentukan dosis kapur terbaik, serta dosis pupuk kalium yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Januari"“Mei 2025 menggunakan rancangan petak terbagi (split plot). Faktor utama adalah dosis kapur dolomit, terdiri atas: k1 = 2,16 kg/bedengan (10,8 ton/ha; pH 5,64), k2 = 3,47 kg/bedengan (17,3 ton/ha; pH 6,36), dan k3 = 4,79 kg/bedengan (23,9 ton/ha; pH 6,34). Anak petak berupa dosis pupuk KCl, yaitu: p1 = 120 kg/ha (2,7 g/tanaman), p2 = 240 kg/ha (5,4 g/tanaman), dan p3 = 360 kg/ha (8,2 g/tanaman). Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara kapur dan pupuk kalium terhadap variabel pertumbuhan dan hasil cabai rawit, serta dosis kapur tidak berpengaruh nyata terhadap variabel yang diamati. Meskipun demikian, dosis kapur terendah efektif meningkatkan pH tanah gambut. Pupuk kalium dengan dosis 360 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel volume akar dan berat kering tanaman.References
Alif, S. M. (2017). Kiat Sukses Budidaya Cabai Rawit. Yogyakarta: Bio Genesis 158 hlm.
BPS. Badan Pusat Statistik Indonesia. (2023). Produksi Tanaman Cabai Rawit. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NjEjMg==/produksi-tanaman-sayuran
Direktorat Jenderal Hortikultura. (2009). Pedoman Umum: Standar Operasional Prosedur Budidaya Cabai Rawit (Tahir (ed.). Direktorat Budidaya Tanaman Sayuran & Biofarmaka. http://ppid.pertanian.go.id/doc/1/Budidaya/Budidaya.
Marschner, H. (2012). Marschner’s Mineral Nutrition of Higher Plants (3rded.). Academic Press.
Nasir, A., Ramadhan, R., & Lubis, H. (2021). Identifikasi Patogen Penyebab Penyakit Busuk Buah Pada Cabai Rawit. Agrotek Tropika. 9(1). 45-52.
Nurfira, T., Abdullah, Ibrahim, B. (2020). Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Kalium Terhadap Produksi Serta Kandungan Vitamin C Pada Buah Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Jurnal AGrotekMAS. 1(3), 86-95.
Nurwanto, A., Soedradjad, R., Sulistyaningsih, N. (2017). Aplikasi Berbagai Dosis Pupuk Kalium dan Kompos Terhadap Produksi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). jurnal Agritrop. 15(2), 181-193.
Peter, Maulidi, & Hariyanti. (2018). Growth and Yield Responses of Red chillies on the Application of Dolomite Lime and Liquid Organic Ferilizer in Peat Soil. Jurnal Sains Pertanian Equator.
Saputra, A., dan Wawan. (2017). Pengaruh Leguminosa Cover Crop (LCC) Mucuna bracteata pada Tiga Kemiringan Lahan terhadap Sifat Kimia Tanah dan Perkembangan Akar Kelapa Sawit Belum Menghasilkan. Jom Faperta. 4(2), 1-15.
Subiksa, I. G. M., Hartatik, W., & Agus, F. (2011). Pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan. Balai Penelitian Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Litbang Pertanian. Kementerian Pertanian. Bogor, 16.
Tama, Kurniawan Adhi, and Utami Agus Yulianti. (2025). Pengaruh Asam Humat dan Pupuk Kalium Nitrat Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens). Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian 1.(1); 1-8.
Tjandra, E. (2011). Panen Cabai Rawit Di Polybag, Cahaya Atma Pustaka, Yogyakarta.
Wibowo, A. (2022). Teknik Budidaya Cabai Rawit. 20 Mei 2024. Pertanian Magelangkota. http://pertanian.magelangkota.go.id/informasi/artikel-pertanian/404-teknis-budidaya-cabai-rawit
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Parida Parida

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Artikel-artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah karya asli yang tidak boleh dipublikasikan ulang, disalin, atau didistribusikan tanpa izin tertulis dari pihak penerbit. Konten jurnal ini hanya untuk tujuan akademik dan penelitian. Penyalinan, distribusi, atau penggunaan materi yang dipublikasikan tanpa izin dapat melanggar hak cipta dan ketentuan hukum yang berlaku. Setiap referensi atau kutipan dari artikel jurnal ini harus mencantumkan sumber yang sah dan sesuai dengan pedoman sitasi yang berlaku. Artikel yang akan dipublikasikan merupakan karya yang diserahkan belum pernah dipublikasikan sebelumnya (kecuali sebagai bagian dari tesis atau laporan, atau abstrak); dan tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di tempat lain. Penerbitan naskah hanya dapat dilakukan dengan persetujuan semua penulis. Penulis tetap memegang hak cipta jika dan ketika naskah diterima untuk publikasi. Penulis disarankan untuk mempertahankan paten untuk penemuan baru sebelum diterbitkan. Penulis tetap memiliki hak penuh untuk hak cipta dan penerbitan karya tersebut.