Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun terhadap Pemberian Bokasi Klaras Pisang dan Pupuk K pada Tanah Aluvial

Authors

  • Oktaviani Yuni Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Dini Anggorowati Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia
  • Maulidi Maulidi Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/snja.v1i4.99078

Keywords:

Aluvial, Bokasi Klaras Pisang, Mentimun, Pupuk K

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran buah dari famili cucurbitaceae yang populer ditanam oleh petani Indonesia. Optimalisasi tanah aluvial sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan bokasi klaras pisang. Penelitian ini bertunjuan untuk mendapatkan dosis interaksi bokasi klaras pisang dan pupuk KNO3 yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan jalan Sepakat II, di depan asrama Bengkayang, berlangsung selama 3 bulan dimulai dari tanggal 25 april "“ 17 juni 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokasi klaras pisang (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, a1= 10 ton/ha setara dengan 50 g/polybag, a2= 20 ton/ha setara dengan 100 g/polybag, a3= 30 ton/ha setara dengan 150 g/polybag. Faktor yang kedua yaitu pupuk kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan k1= 200 kg/ha setara dengan 7 g/tanaman, k2= 300 kg/ha setara dengan 11 g/tanaman, k3= 400 kg/ha setara dengan 15 g/tanaman. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari valume akar, berat kering, diameter batang, jumlah buah per tanaman, diameter buah, Panjang buah, berat buah per buah dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara bokasi klaras pisang 10 ton/ha dan pupuk KNO3 200 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk berat buah per buah.

References

Bastari, I. L., Sipayung, R., dan Ginting, J. 2017. Respons Pertumbuhan dan Produksi Paria Terhadap Beberapa Komposisi Media Tanam dan Pemberian Pupuk Organik Cair: Growth Response and Production of Bittergourd to Various Growing Medium Composition and by Giving AGROTEKNOLOGI, 5(4), 740-748.

Lestari, P. M. dan Aini, N. 2018. Komposisi Nutrisi dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Romaine (Lactuca sativa Var.Romana L.) Sistem Hidroponik Substrat. Jurnal Produksi Tanaman, 6(3),455-462.

Mariana, Listiawati, dan Maulidi. 2017. Pengaruh Bokasi Klaras Pisang terhadap Pertumbuhan Tanaman Semangka pada Pada Tanah Aluvial. Jurnal Sains Pertanian Equator, 7(1), 21.

Meylia, R. D. dan Koesriharti. 2018. Pengaruh pemberian pupuk fosfor dan sumber kalium yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.).Jurnal Produksi Tanaman, 6(8): 1934– 1941.

Nabila, A., P., Purwaningsih, dan Warganda. 2024. Substitusi Pupuk Kandang Ayam dengan Bokasi Limbah Sayuran terhadap Pertumbuhan dan Hasil Mentimun Jepang pada Tanah Aluvial. Jurnal Sains Pertanian Equator, 13(3), 855-862.

Nasir. 2008. Pengaruh Penggunaan Pupuk Bokashi pada Pertumbuhan Dan Produksi Padi Palawija Dan Sayuran. Disperternakan pandeglang. Diakses pada tanggal 24 Juli 2025.

Pranata, A. S. 2010. Meningkatkan hasil panen dengan pupuk organik. AgroMedia.

Ramadani, T., Jumini, dan Nurhayati. 2022. Pengaruh Dosis Kompos dan KNO3 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Melon (Cucumis melo L.). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(1), 1.

Tjiptaningrum A., dan S. Erhadestria. 2016. Manfaat Jus Mentimun (Cucumis sativus L.) sebagai Terapi untuk Hipertensi. Jurnal Majority, 5(1), 112.

Downloads

Published

2025-12-04

Issue

Section

Articles