Respon Sawi Pagoda Akibat Amelioran Arang Tempurung Kelapa dan NPK pada Tanah Gambut

Authors

  • Ayu Puspita Universitas Tanjungpura
  • Tris Haris Ramadhan Universitas Tanjungpura
  • Rini Susana Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/plt.v14i2.80841

Keywords:

Arang Tempurung Kelapa, NPK, Sawi Pagoda, Tanah Gambut

Abstract

Sawi Pagoda (Brassica rapa subsp. narinosa) merupakan tanaman sayuran hortikultura yang berpotensi dibudidayakan di Kalimantan Barat. Sawi ini dapat pula ditanam pada tanah gambut. Tanah gambut sebagai media tanam memiliki kekurangan diantaranya pH dan ketersediaan unsur hara yang rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan. Satu di antara upaya untuk memperbaiki sifat tanah adalah dengan pemberian arang tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik arang tempurung kelapa dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pagoda pada tanah gambut, serta mendapatkan dosis interaksi antara arang tempurung kelapa dan NPK yang terbaik. Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Plastik Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian berlangsung dari bulan November 2023 sampai Januari 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah arang tempurung kelapa yang terdiri dari dosis 0, 15, dan 10 ton/ha, serta faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 200, 150, 100 kg/ha. Masing"“masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuanya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 unit sampel pengamatan dalam penelitian. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, persentase daun normal dan tidak normal, volume akar, berat kering tanaman, dan berat segar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan arang tempurung kelapa dosis 15 ton/ha dan pupuk NPK pada dosis 200 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada sawi pagoda di tanah gambut.

References

Agus, F. dan I. G. M. Subiksa. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre (ICRAF). Bogor. Indonesia.

Ariananda, B., Nopsagiarti, T., dan Mashadi, M. 2020. Pengaruh Pemberian berbagai Konsentrasi Larutan Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Hidroponik Sistem Floating. Green Swarnadwipa: Jurnal Pengembangan Ilmu Pertanian, 9(2): 185-195.

Armita, D., Wahdaniyah, W., Hafsan, H., dan Al Amanah, H. 2022. Diagnosis visual masalah unsur hara esensial pada berbagai jenis tanaman. Teknosains: Media Informasi Sains dan Teknologi, 16(1): 139-150.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2022. Kalimantan Barat Dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Badan Pusat Statistik. 2020. Produksi Tanaman Sawi di Indonesia. Jakarta Pusat: Badan Pusat Statistik.

Cahyono, B. 2003. Tehnik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau (Pat-Tshai). Yogyakarta: Yayasan Pustaka Nusatama.

Gardner, F. P. Pearce. R. B. dan Michell. R. L. 1996. Physiology of Crop Plant.Terjemahan Herawati, Susilo,dan Subiyanto. UI Pres, Jakarta.

Ratna, D. I. 2002. Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Pupuk Hayati dengan Pupuk Organik Cair terhadap Kualitas dan Kuantitas Hasil Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) Klon Gambung 4. Ilmu Pertanian, 10(2): 17-25.

Sitompul dan Guritno, B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Fakultas Pertanian Malang: Universitas Brawijaya.

Situmeang, I. Y. P. 2020. Biochar Bambu Perbaiki Kualitas Tanah dan Hasil Jagung. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.

Sumarsono, M. S., dan Samiyarsih, S. 2013. Struktur Morfologi Tumbuhan dan Struktur Sel. Universitas Terbuka. Jakarta.

Downloads

Published

2024-12-16

Issue

Section

Articles