Pengaruh Tepung Cangkang Kerang Hijau dan Pupuk KNO3 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Edamame pada Tanah Gambut
DOI:
https://doi.org/10.26418/plt.v15i2.91395Keywords:
tepung cangkang kerang hijau, KNO3, kedelai edamame, tanah gambutAbstract
The Impact of Green Mussel Shell Powder and KNO3 Fertilizer On the Growth and Yield of Edamame Soybean In Peat Soil. In Indonesia, edamame soybeans are a healthy and nutritious food choice, utilized as a new business opportunity in the soy-based food and beverage industry. Peat soil, as a planting medium, faces low pH levels, limiting nutrient availability. Green mussel shell flour can serve as an alternative material to neutralize soil acidity in peat soil because it contains calcium carbonate, which neutralizes peat soil acidity. This study aims to determine the best interaction dose of green mussel shell flour and KNO₃ fertilizer on the growth and yield of edamame plants in peat soil. The research was conducted in Southeast Pontianak District, Pontianak City, West Kalimantan. This research took place from August 2024 to November 2024. The design used in this study was a Factorial Completely Randomized Design (RAL) consisting of 2 treatments. The first factor was green mussel shell flour (K), consisting of 3 treatment levels: 0.84 tons/ha, 1.64 tons/ha, and 2.44 tons/ha, while the second factor was KNO₃ fertilizer (P), consisting of 3 treatment levels: 300 kg/ha, 450 kg/ha, and 600 kg/ha. Each treatment was repeated 3 times. The variables observed in this study included: plant height, root volume, plant dry weight, number of productive branches, number of pods per plant, pod weight per plant, number of empty pods per plant, and number of filled pods per plant. The results showed an interaction between the application of green mussel shell flour and KNO₃ fertilizer on the root volume and dry weight of edamame soybeans in peat soil. The application of green mussel shell flour at a dose of 0.84 tons/ha and KNO₃ fertilizer at a dose of 300 kg/ha, as well as the application of green mussel shell flour at a dose of 2.44 tons/ha and KNO₃ fertilizer at a dose of 300 kg/ha, showed an efficient dose on root volume, which was 21.33 cm3, and plant dry weight, which was 26.71 g/plant.adalah Rancangan Acak Lengkap Fakrorial (RAL) yang terdiri dari 2 perlakuan. Faktor pertama yaitu tepung cangkang kerang hijau (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0,84 ton/ha, 1,64 ton/ha, dan 2,44 ton/ha, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk KNO₃ (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 300 kg/ha, 450 kg/ha, dan 600 kg/ha. Masing masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sample, sehinga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variable yang diamati dalam penelitian ini meliputi: tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman, jumlah polong hampa pertanamna, dan jumlah polong isi pertanaman. Hasil penelitian menujukan bahwa Terjadi interaksi antar pemberian tepung cangkang kerang hijau dan pupuk KNO3 terhadap volume akar dan berat kering tanaman kedelai edamame pada tanah gambut. Pemberian tepung cangkang kerang hijau dengan dosis 0,84 ton/ha dan pupuk KNO3 dengan dosis 300 kg/ha serta pemberian tepung cangkang kerang hijau dengan dosis 2,44 ton/ha dan pupuk KNO3 dengan dosis 300 kg/ha menunjukkan dosis efisien terhadap terhadap volume akar yaitu 21,33 cm3 dan berat kering tanaman yaitu 26,71 g/tanaman.References
Agus, F. dan Subiksa, I.G.M. 2008. Lahan Gambut : Potensi untuk Pertanian dan aspek Lingkungan. Bogor: Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Center.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2024. Kalimantan Barat dalam Angka tahun 2024. 355 hal.
Dona, P. J. 2009. Pengaruh Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan, Produksi dan Kualitas Jagung Muda (Zea mays L.). (Skipsi). IPB. Bogor.
Foth, H.D, 1994. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Terjemahan Adisoemarto, S. Ed.6. Jakarta: Erlangga
Hardjowigeno, S. 1986. Genesis dan Klasifikasi Tanah. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian IPB: Bogor
Marschner, P. 2012. Mineral Nutrition of Higher Plants. London: Science direct.
Nazarudin. 1993. Budidaya dan Pengaturan Panen Sayuran Dataran Rendah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Novizan. 2003. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Pambudi, S. 2013. Budidaya dan Khasiat Kedelai Edamame Cemilan Sehat dan Lezat Multi Manfaat. Penerbit Pustaka Baru. Yogyakarta.
Puteri, A.A.N., Supriyanto, Aprizkiyandari, S. 2025. Pengaruh Pemberian Abu Cangkang Kerang Laut dan Pupuk SP-36 Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat Pada Tanah Gambut. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika, 15(1):1-8.
Ratmini, S. 2012. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pengembangan Pertanian. Palembang. Jurnal Lahan Suboptimal, 1(2):12-23
Romadona, K. 2017. Aplikasi Pemberian Limbah Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) Dan Kapur Pertanian Kalsit TerhadapKesuburan Kimia Tanah Dan Pertumbuhan TanamanJagung Manis Pada Tanah Podsolik Dramaga. Bogor: (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.
Saputra, R,E, Santoso, Susana, R. 2018. Pengaruh Serbuk Arang Cangkang Kerang terhadap Pertumbuhan dan Hasil Okra pada Tanah Gambut. Jurnal sains pertanian equator, 7(3):100-113
Setiawan, Gafur S, Abdurrahman T. 2020. Aplikasi Biochar dan Serbuk Cangkang Kerang Darah terhadap Pertumbuhn dan Hasil Jagung pada Tanah Gambut. Jurnal Agrovigor, 12 (2): 70-76.
Sinaga. S.R., Zulfita, D & Surachman (2019). Pengaruh Cangkang Kerang Laut terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Fakultas Pertanian Untan, 1 (15): 15-23.
Setyowati, M dan Chairudin, 2016, Kajian Limbah Cangkang Kerang Sebagai Alternatif Bahan Amelioran di Lahan Gambut, Jurnal agrotek Lestari, 2(1):45-57
Sumarwoto, dan Nur RF. 2009. Aplikasi Pupuk Kalium dan N- Balanser pada Budidaya Bawang Merah di Lahan Pasir Pantai. Fakultas Pertanian UPN.Yogyakarta.
Sumarno dan Manshuri AG. 2007. Persyaratan Tumbuh dan Wilayah Produksi Kedelai di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
Suryanti, WA, Ramadhan TH. & Supriyanto, 2024. Effectiveness of Biosaka and NPK Fertilizer Against Growth and Yield of Cucumber Plants in Red Yellow Podzolic Soil. Jurnal Perkebunan dan Lahan Tropika, 14(2): 122-127.
Taufiq A. dan Sundari T. 2011. Respon tanaman kedelai terhadap lingkungan tumbuh. Jurnal Buletin Palawija, 2 (23):245-251
Wijonarko, B. 2013. Respon tanaman kedelai yang di pupuk KNO3 Berbagai dosis terhadap Aplikasi Mulsa. Skripsi. Universitas Bandar Lampung.
Widjaja-Adhi, I P.G. 1997. Physical and chemical of peat soil of Indonesia. Ind. Agric. Re. Dev. J., 32(1): 567-573
Yursilla, W. 2019. Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Darah (Anadara granosa) Sebagai Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi. Jurnal Edukasi dan Sains Biologi, 8(2), 25-33