Fenomena Mental Accounting Mahasiswa Akuntansi FEB UNTAN: Membandingkan Budget Allocation untuk Top Up Game (Dana Hiburan) dengan Pos Kebutuhan Primer
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengeluaran top up game online terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa, khususnya melalui lensa Teori Mental Accounting. Subjek penelitian adalah 80 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tanjungpura. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Independent Samples T Test dan Uji Asosiasi Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, hasil Uji T Test mengindikasikan bahwa kebiasaan melakukan top up tidak memiliki perbedaan signifikan terhadap rata-rata manajemen keuangan pribadi mahasiswa (Sig. 0,939 > 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berhasil menerapkan Mental Accounting dengan memisahkan pengeluaran top up ke dalam akun dana hiburan agar tidak mengganggu akun kebutuhan primer. Kedua, hasil Uji Chi-Square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara nominal rata-rata pengeluaran top up dengan perilaku menunda pemenuhan kebutuhan sehari-hari (Sig. 0,0006 < 0,05). Analisis mendalam mengungkapkan bahwa pada nominal pengeluaran tinggi (di atas Rp100.000), Mental Accounting mahasiswa cenderung gagal atau dilanggar, memaksa mereka untuk mengorbankan pos kebutuhan primer.Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegagalan Mental Accounting terjadi pada titik kritis pengeluaran nominal tinggi, yang menjadi bukti empiris adanya disonansi kognitif pengetahuan Akuntansi yang baik tidak cukup kuat melawan dorongan psikologis konsumtif yang didukung oleh kemudahan transaksi digital. Saran penelitian selanjutnya adalah menguji secara eksplisit variabel Mental Accounting dan self control sebagai variabel mediasi.References
Ardimansyah, Yulindisti, E., & Ginting, R. (2023). Mental Accounting dengan Memaknai Kondisi Keuangan Mahasiswa Pasca Pandemi Covid-19. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 11(1), 29–38.
Garman, E. T., & Forgue, R. E. (2018). Personal Finance (13th ed.). Cengage Learning. (Buku)
Ismia, F. K., Udzikrilah, S., & Pratiwi, P. D. (2024). Pengaruh Mental Accounting dan Literasi Keuangan Terhadap Financial Behaviour dengan Dimediasi Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa Aktif di DKI Jakarta. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA), 9(2), 118–130.
Mustikasari, A., & Septina, F. (2023). Pengaruh Literasi Keuangan, Impulsive Buying, dan Pengendalian Diri Terhadap Pengelolaan Keuangan Pribadi Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Ciputra. Jurnal Akuntansi dan Ekonomi (JAE), 8(2), 127-142.
Gahara, M. I., & Nurjihadi, M. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan dan Literasi Digital terhadap Perilaku Impulsif Top up Game Online. Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA), 9(1), [Nomor Halaman Disesuaikan].
Harun, H. N. (2023). Microtransaction pada Perilaku Game Addiction. [Skripsi]. Universitas Muhammadiyah Malang.
Publish by Jurusan Akuntansi FEB UNTAN
Putri, E. A. Z. F. K. S., et al. (2025). Pengaruh Literasi Keuangan, Perilaku Keuangan dan Mental Accounting terhadap Perilaku Konsumtif Pemain Game Mobile Legends. [Skripsi/Tesis]. Universitas Pendidikan Indonesia.
Prelec, D., & Simester, D. (2001). Always Pay with Cash. The Stimulative Effects of Using Credit Cards on Spending. Marketing Letters, 12(3), 257-264.
Sari, A. E., & Ismawati, A. F. (2022). Mental Accounting dalam Keputusan Pembelian Item Game Online “Mobile Legends: Bang Bang”. Jurnal Ekonomi Manajemen, 8(2), 115-124.Kahneman, D., & Tversky, A. (1979). Prospect Theory: An Analysis of Decision under Risk. Econometrica, 47(2), 263–291.
Thaler, R. H. (1985).