Pengaruh Kemudahan dan Kebutuhan Transaksi terhadap Penggunaan QRIS pada Mahasiswa Akuntansi
Abstract
Transformasi sistem pembayaran digital mendorong peningkatan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan mahasiswa. QRIS tidak hanya dipandang sebagai alat pembayaran alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup digital yang menuntut kecepatan dan efisiensi transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan dan kebutuhan transaksi terhadap penggunaan QRIS pada mahasiswa Akuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa Akuntansi sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan dan kebutuhan transaksi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap penggunaan QRIS. Secara parsial, kemudahan memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan kebutuhan transaksi. Temuan ini menunjukkan bahwa adopsi QRIS pada mahasiswa tidak hanya didorong oleh urgensi kebutuhan, tetapi juga oleh persepsi kemudahan dalam penggunaan teknologi. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian sistem pembayaran digital dengan menempatkan mahasiswa sebagai aktor rasional dalam ekosistem keuangan digital.References
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Ghozali, I. (2018). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Sugiyono. (2019).