PENGARUH OKSIDASI TERHADAP KONSENTRASI BULIR SUPERPARAMAGNETIK PADA MAGNETIT PASIR BESI PANTAI SUNUR KOTA PARIAMAN SUMATERA BARAT

Authors

  • Arif Budiman Laboratorium Fisika Bumi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Padang
  • Helvy Trilismana Laboratorium Fisika Bumi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Padang

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh oksidasi terhadap konsentrasi bulir superparamagnetik pada magnetit pasir besi. Pasir besi diperoleh dari Pantai Sunur, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Mineral magnetik dipisahkan dari pasir besi, dihaluskan dan dipisahkan kembali sehingga diperoleh mineral magnetik yang lebih murni. Kemudian dilakukan oksidasi pada temperatur 100 °C, 200 °C, 300 °C, 400 °C, dan 500 °C masing-masing selama 15 jam. Konsentrasi bulir superparamagnetik diperoleh dari hasil perhitungan anisotropi   suseptibilitas magnetik yang diukur pada frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi bulir superparamagnetik untuk magnetit tanpa oksidasi dan hasil oksidasi pada temperatur 100 °C hingga 500 °C berturut-turut adalah 1,04%, 1,52%, 0,47%, 0,54%, 0,41% dan 0,66%. Data ini menunjukkan bahwa konsentrasi bulir superparamagnetik magnetit pasir besi berkurang setelah dioksidasi pada 200 °C dan cenderung stabil hingga 500 °C.

 

Katakunci : superparamagnetik, oksidasi, anisotropi, dan suseptibilitas.

Author Biography

Helvy Trilismana, Laboratorium Fisika Bumi Jurusan Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Andalas, Padang

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh oksidasi terhadap konsentrasi bulir superparamagnetik pada magnetit pasir besi. Pasir besi diperoleh dari Pantai Sunur, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Mineral magnetik dipisahkan dari pasir besi, dihaluskan dan dipisahkan kembali sehingga diperoleh mineral magnetik yang lebih murni. Kemudian dilakukan oksidasi pada temperatur 100°C, 200°C, 300°C, 400°C, dan 500°C masing-masing selama 15 jam. Konsentrasi bulir superparamagnetik diperoleh dari hasil perhitungan anisotropi  suseptibilitas magnetik yang diukur pada frekuensi rendah dan frekuensi tinggi. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi bulir superparamagnetik untuk magnetit tanpa oksidasi dan hasil oksidasi pada temperatur 100°C hingga 500°C berturut-turut adalah 1,04%, 1,52%, 0,47%, 0,54%, 0,41% dan 0,66%. Data ini menunjukkan bahwa konsentrasi bulir superparamagnetik magnetit pasir besi berkurang setelah dioksidasi pada 200°C dan cenderung stabil hingga 500°C.

Katakunci : superparamagnetik, oksidasi, anisotropi, dan suseptibilitas.

Downloads

Published

2015-05-20

Issue

Section

Articles