Pemberdayaan Kelompok Tani Kelapa melalui Pelatihan Pengolahan Nata de Coco Berbasis Ekstrak Tauge sebagai Pengganti Urea di Desa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya
DOI:
https://doi.org/10.26418/skjpm.v2i1.104045Keywords:
acetobacter xylinum, air kelapa tua, ekstrak tauge, nata de coco, ureaAbstract
Pemberdayaan Kelompok Tani Kelapa melalui Pelatihan Pengolahan Nata de Coco Berbasis Ekstrak Tauge sebagai Pengganti Urea di Desa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya. Petani kelapa di Desa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya, tidak memanfaatkan air kelapa tua untuk membuat nata de coco, sehingga air kelapa tersebut dibuang begitu saja. Tim memberikan solusi untuk mengubah air kelapa menjadi nata de coco. Proses pengolahan nata de coco biasanya menggunakan urea sebagai nutrisi bagi bakteri Acetobacter xylinum. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pelatihan pengolahan nata de coco menggunakan ekstrak tauge sebagai pengganti urea di Desa Jeruju Besar Kabupaten Kubu Raya. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari: 1) Penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan pengolahan starter dan nata de coco menggunakan ekstrak tauge sebagai pengganti nutrisi untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum; dan 2) Evaluasi dan Monitoring dilakukan sebelum dan sesudah dilaksanakan pelatihan dengan mengisi kuesioner melalui pretest dan posttest. Hasil pretest menunjukkan bahwa semua peserta dengan jumlah 16 orang mengenal nata de coco, tetapi belum memahami cara pengolahannya. Setelah diberikan penyuluhan, pelatihan, dan bimbingan, semua peserta dengan jumlah 16 orang sudah memahami dan berhasil dalam membuat starter dan nata de coco dengan meggunakan ekstrak tauge.References
Akmal, N., Ridhwan, M., Maulidia, F., & Irdalisa, I. (2020). Pengaruh Penggunaan Tauge (Phaseolus radiatus) Sebagai Sumber Nitrogen Alternatif Dalam Pembuatan Nata De Coco. Jurnal Biology Education, 8(2), 53–61. https://doi.org/10.32672/jbe.v8i2.2365
BPS. (2019). Kecamatan Sungai Kakap Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya.
BPS. (2024). Kabupaten Kubu Raya Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Kabupaten Kubu Raya.
Hamad, A., Handayani, N. A., & Puspawiningtyas, E. (2014). Pengaruh Umur Starter Acetobacter xylinum Terhadap Produksi Nata De Coco. Techno, 15(1), 37–49.
Junardi, J., & Febrina, A. (2022). Pengaruh Perbedaan Formulasi Tauge Terhadap Produk Nata De-Coco. Pasundan Food Technology Journal, 9(2), 32–38. https://doi.org/10.23969/pftj.v9i2.5591
Nuraini. (2015). Pengolahan Nata De Coco. Farmasi, 4–16.
Raharjo, D., Sholahuddin, S., Purwayantie, S., & Priyono, S. (2022). PKM Kelompok Gula Kelapa Berkah Desa Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(3), 457–463. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v13i3.4959
Raharjo, D., & Syahbandi, S. (2018). Industri Gula Kelapa Dan Produk Olahannya Di Desa Sungai Kupah Kabupaten Kubu Raya. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Medan, 24(1), 576. https://doi.org/10.24114/jpkm.v24i1.9080
Ramadhan, B. R., Rangkuti, M. E., Safitri, S. I., Apriani, V., Raharjo, A. S., Titisgati, E. A., & Afifah, D. N. (2019). Pengaruh Penggunaan Jenis Sumber Gula Dan Urea Terhadap Hasil Fermentasi Nata De Pina. Journal of Nutrition College, 8(1), 49. https://doi.org/10.14710/jnc.v8i1.23812
Wahyuni, S. (2019). Peningkatan Aspek Mutu Nata de Coco dengan Penambahan Ekstrak Tauge. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian, 2(2), 1572–1576.
Wahyuni, S., & Jumiati, J. (2019). Potensi Acetobacter Xylinum Dalam Pembuatan Nata De Syzygium. Bio-Lectura, 6(2), 195–203. https://doi.org/10.31849/bl.v6i2.3575