Kajian Historis Pembentukan Sub Komandemen Sumatera Selatan (SUBKOSS) Tahun 1945-1948
DOI:
https://doi.org/10.26418/swadesi.v2i2.48710Keywords:
Kata Kunci, Militer, Subkoss, Sumatera SelatanAbstract
Abstrak: Militer merupakan alat pertahanan dan kekuatan sebuah negara, dan benteng terdepan apabila ada upaya mengganggu sebuah kedaulatan negara. Termasuk perjuangan militer Indonesia melawan kolonial Belanda pasca proklamasi khususnya di Sumatera Selatan. Perjuangan tentara Indonesia khususnya di Sumatera Selatan masih menarik untuk dikaji, hal ini disebabkan masih sedikitnya sarjana yang tertarik menulisnya. Kajian ini bertema sejarah militer terbentuknya Sub Komendemen Sumatera Selatan diteliti menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapannya yaitu heuristik, verifikasi, intepretasi dan histortiografi. Untuk menganalisa data kajian ini menggunakan pendekatan militer untuk menjawab problem solvingnya. Sehingga dapat ditarik benang merahnya bawah sejarah Sub Komandemen Sumatera Selatan (SUBKOSS) diawal memiliki konflik interen yang pada akhirnya dapat dipecahkan secara kemiliteran dari pemerintah pusat. Selanjutnya SUBKOSS pernah berubah nama menjadi Divisi VIII/Garuda dan kembali lagi menjadi SUBKOSS setelah adanya kebijakan Reorganisasi dan Rasionalisasi (RERA) didalam tubuh Tentara Nasional Indonesia pada Mei 1948.
References
DAFTAR PUSTAKA
Bangun, P. (1996). Kolonel Maludin Simbolon: Liku-Liku Perjuangannya dalam Pembangunan Bangsa. Sinar Harapan.
Din, M. (1992). Kronologis BPKR-TKR-TRI-TNI di SUMBAGSEL Episode 1945-1949. tidak diterbitkan.
Dinas Sejarah Militer TNI-AD. (1972). Cuplikan Sejarah Perjuangan TNI-Angkatan Darat. Dinas Sejarah Militer TNI AD; Fa Mahjuma.
Fattah, A. (2005). Demiliterisasi Tentara: Pasang Surut Politik Militer 1945-2004. LKiS.
Kementerian Penerangan. (1954). Republik Indonesia Propinsi Sumatera Selatan. Kementerian Penerangan.
Matanasi, P. (2011). SEJARAH TENTARA: Munculnya Bibit-Bibit Militer di Indonesia Masa Hindia Belanda sampai Awal Kemerdekaan Indonesia. NARASI.
Nordholt, H. S., Purwanto, B., & Ratna Saptari. (2008). Militerisasi Sejarah Indonesia: Peran A.H. Nasution. In Perspektif Baru Penulisan Sejarah Indonesia. Yayasan Obor Indonesia: KITLV: Pustaka Larasan.
Nugrahanto, W., & Adyawardhina, R. (2018). DEMOKRASI DALAM SEJARAH MILITER INDONESIA; Kajian Histois Tentang Pemilihan Panglima Tentara Pertama Tahun 1945. Sosiohumaniora, 20(1), 78–85. https://doi.org/10.24198/sosiohumaniora.v20i1.14368
Pusat Sejarah dan Tradisi TNI. (2000). Sejarah TNI Jilid 1 (1945-1949). Markas Besar TNI.
Ranni, M. Z. (1990). Perlawanan terhadap Penjajahan dan Perjuangan Menegakkan Kemerdekaan Indonesia di Bumi Bengkulu. Balai Pustaka.
Subkoss, T. P. S. P. (2003). Sejarah dan Peranan SUBKOSS dalam Perjuangan Rakyat Sumbagsel (1945-1950) (A. Halim (ed.)). Dewan Harian Daerah 45 Sumatera Selatan.
Sulasman. (2014). Metodologi Penelitian Sejarah: Teori, Metode dan Contoh Aplikasi. Pustaka Setia.
Sundhaussen, U. (1986). Politik Militer Indonesia 1945-1967: Menuju Dwi Fungsi ABRI. LP3ES.
Zed, M. (2005). Gyugun: Cikal Bakal Tentara Nasional di Sumatera. LP3ES.
Wawancara/Informan
Arsip Wawancara Kolonel Maludin Simbolon yang diwawancarai tahun 1996. Koleksi dari Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.