PEMANFAATAN VIRTUAL TOUR MUSEUM MULTATULI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA MENENGAH ATAS (SMA)

Authors

  • Revina Amelia M Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ana Nurhasanah Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.26418/swadesi.v3i1.49940

Keywords:

Museum Multatuli, Sumber Belajar Sejarah

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Museum Multatuli sebagai sumber belajar sejarah. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan wawancara, studi dokumentasi, observasi serta kuesioner/angket dengan metode analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemanfaat Museum Multatuli sebagai sumber belajar sejarah siswa SMA Negeri 3 Rangkasbitung sudah dilaksanakan dengan metode belajar secara daring (dalam jaringan)/e-learning yang dilakukan oleh guru dan pihak Museum Multatuli dapat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah, hal ini dapat dilihat dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada silabus mata pelajaran sejarah. Dalam melakukan pengamatan, kendala yang dialami oleh guru dan siswa adalah kurangnya koleksi-koleksi yang ditampilkan oleh Museum Multatuli, selain itu mengenai informasi dan keterangan koleksi yang tersimpan di Museum Multatuli masih ada yang kurang lengkap dan terbatasnya kuota internet/jaringan yang dialami oleh siswa. Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kendala tersebut yaitu dengan cara pada proses pembelajaran guru akan menjelaskan kembali beberapa informasi yang belum dapat dipahami oleh peserta didik sebagai info tambahan.

Author Biography

Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

My research interest is history education especially in the place names or toponymy viewed from a historical, literary and cultural perspective. In addition, I am interested in research on the development and learning of Historical Empathy in Indonesia.SCOPUS ID: 57222314648, ORCID ID: https://orcid.org/0000-0001-5697-1584, SINTA ID : 6717162.

References

Pustaka yang berupa majalah/ jurnal ilmiah:

Bani. (2015). “Pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guruâ€. Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi, dan Pemikiran Hukum Islam, 6 (2), hlm. 198-209.

Hartanto, Wiwin. (2016). “Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaranâ€. JPE: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10 (1).

Pupu, S.R. (2009). “Penelitian Kualitatifâ€. Equilibrium, 5 (9), hlm. 1-8.

Wahyudin, N.N. (2017). “Perencanaan Pembelajaran: Pengertian, Tujuan dan Prosedurâ€. Ittihad, 1 (2).

Wibowo, T.U.S.H., Sariyatun, S. & Djono, D. (2018). Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Keunikan Toponimi Kawasan Banten Lama Untuk Meningkatkan Historical Empathy Siswa Sma Negeri Di Kota Serang. Historika, Journal of History Education Research. Vol 21, No 1., hlm. 2-3.

Zahro, Mustika, dkk. (2017). “The Implementation Of The Character Education In History Teachingâ€. Jurnal Historica, 1 (1).

Pustaka yang berupa judul buku:

Majid, Abdul. (2011). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Musfiqon. (2012). Pengembangan Media & Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Purwanto, Ngalim. (2002). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya

Suratmin. (2000). Museum Sebagai Wahana Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Masyarakat Sejarawan Indonesia

Yulianto, Kresno. (2016). Dibalik Pilar-Pilar Museum. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Pustaka yang berupa Prosiding Seminar:

Wibowo, T.U.S.H., Maryuni, Y., Nurhasanah, A., & Wildianti, D. (2020). “Pemanfaatan Virtual Tour Museum (VTM) dalam Pembelajaran Sejarah di Masa Pandemi Covid-19.†Dalam Seminar Nasional Pendidikan (3 (1), pp. 402-408). Serang, Indonesia: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Published

2022-05-24