PEMANFAATAN VIRTUAL TOUR MUSEUM MULTATULI SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH BAGI SISWA MENENGAH ATAS (SMA)
DOI:
https://doi.org/10.26418/swadesi.v3i1.49940Keywords:
Museum Multatuli, Sumber Belajar SejarahAbstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Museum Multatuli sebagai sumber belajar sejarah. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahapan wawancara, studi dokumentasi, observasi serta kuesioner/angket dengan metode analisis yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemanfaat Museum Multatuli sebagai sumber belajar sejarah siswa SMA Negeri 3 Rangkasbitung sudah dilaksanakan dengan metode belajar secara daring (dalam jaringan)/e-learning yang dilakukan oleh guru dan pihak Museum Multatuli dapat membantu siswa dalam pembelajaran sejarah, hal ini dapat dilihat dari proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran yang mengacu pada silabus mata pelajaran sejarah. Dalam melakukan pengamatan, kendala yang dialami oleh guru dan siswa adalah kurangnya koleksi-koleksi yang ditampilkan oleh Museum Multatuli, selain itu mengenai informasi dan keterangan koleksi yang tersimpan di Museum Multatuli masih ada yang kurang lengkap dan terbatasnya kuota internet/jaringan yang dialami oleh siswa. Upaya yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi kendala tersebut yaitu dengan cara pada proses pembelajaran guru akan menjelaskan kembali beberapa informasi yang belum dapat dipahami oleh peserta didik sebagai info tambahan.
References
Pustaka yang berupa majalah/ jurnal ilmiah:
Bani. (2015). “Pengembangan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guruâ€. Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi, dan Pemikiran Hukum Islam, 6 (2), hlm. 198-209.
Hartanto, Wiwin. (2016). “Penggunaan E-Learning Sebagai Media Pembelajaranâ€. JPE: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 10 (1).
Pupu, S.R. (2009). “Penelitian Kualitatifâ€. Equilibrium, 5 (9), hlm. 1-8.
Wahyudin, N.N. (2017). “Perencanaan Pembelajaran: Pengertian, Tujuan dan Prosedurâ€. Ittihad, 1 (2).
Wibowo, T.U.S.H., Sariyatun, S. & Djono, D. (2018). Pengembangan Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Keunikan Toponimi Kawasan Banten Lama Untuk Meningkatkan Historical Empathy Siswa Sma Negeri Di Kota Serang. Historika, Journal of History Education Research. Vol 21, No 1., hlm. 2-3.
Zahro, Mustika, dkk. (2017). “The Implementation Of The Character Education In History Teachingâ€. Jurnal Historica, 1 (1).
Pustaka yang berupa judul buku:
Majid, Abdul. (2011). Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Musfiqon. (2012). Pengembangan Media & Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher
Purwanto, Ngalim. (2002). Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya
Suratmin. (2000). Museum Sebagai Wahana Pendidikan Sejarah. Yogyakarta: Masyarakat Sejarawan Indonesia
Yulianto, Kresno. (2016). Dibalik Pilar-Pilar Museum. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.
Pustaka yang berupa Prosiding Seminar:
Wibowo, T.U.S.H., Maryuni, Y., Nurhasanah, A., & Wildianti, D. (2020). “Pemanfaatan Virtual Tour Museum (VTM) dalam Pembelajaran Sejarah di Masa Pandemi Covid-19.†Dalam Seminar Nasional Pendidikan (3 (1), pp. 402-408). Serang, Indonesia: Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.