Migrasi Pasca DI/TII: Adaptasi dan Kontribusi Orang Bugis di Banten dan Kalimantan Selatan (1965-2024)
DOI:
https://doi.org/10.26418/swadesi.v4i1.91275Keywords:
migrasi bugis, Pasca DI/TII, Banten, Kalimantan selatanAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi migrasi masyarakat Bugis pasca-konflik DI/TII (1950"“1965) dari Sulawesi Selatan ke Banten dan Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dipicu trauma kekerasan, tradisi sompe (merantau), dan peluang ekonomi. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor pendorong migrasi, strategi adaptasi budaya, tantangan lingkungan, dan transformasi generasi muda. Menggunakan metode penelitian sejarah, data dikumpulkan melalui studi pustaka, wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kebijakan. Hasil menunjukkan migrasi Bugis berkontribusi pada dominasi sektor maritim di Banten (industri kayu dan perikanan) serta perkebunan karet dan batubara di Kalsel. Populasi Bugis meningkat menjadi 7.000 jiwa di Banten dan 5.000 jiwa di Kalsel (KKSS). Tantangan utama meliputi degradasi lingkungan (pendangkalan Teluk Banten, kerusakan lahan tambang) dan penurunan identitas generasi muda (78% pemuda di Banten lebih fasih bahasa Indonesia/Sunda). Selain itu, inovasi seperti ekowisata mangrove dan agroforestri karet-aren meningkatkan pendapatan masyarakat.References
Abbas, I. (2014). Memahami metodologi sejarah antara teori dan praktek. Etnohistori: Jurnal Ilmiah Kebudayaan dan Kesejarahan, 1(1), 33–41.
Akh Fauzi Aseri, H., Jalaluddin, M. H., Zainal Fikri, Mh., & Penelitian ini Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin Tahun, M. (2016). Pemberdayaan Masyarakat Terasing di Pegunungan Meratus Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Akhmar, A. M., Arafah, B., & Pardiman, W. (2017). Strategi Budaya Orang Bugis Pagatan dalam Menjaga Identitas Ke-Bugis-an dalam Masyarakat Multikultur. Kapata Arkeologi, 13(1), 73–82.
Alian, A. (2012). Metodologi Sejarah dan Implementasi dalam Penelitian. Jurnal Pendidikan dan Kajian Sejarah (Criksetra), 2(2).
Banjarmasin post tradisi pernikahan bugis - Panyliksikan Google. (n.d.). Diambil 5 Maret 2025, dari
Banten, F. (n.d.). KKS banten harapkan ikut andil bangun banten.
Borneo Agro. (2020). Borneo Agro.
BPS. (1985). Kalimantan Selatan dalam Angka 1985. Banjarmasin.
Cadith, J. (2019). Konflik dalam Pemanfaatan Sumber Daya di Pesisir Teluk Banten. Jurnal Administrasi Publik, 10(2).
Deforestasi Melalui Pemetaan Tutupan Lahan di Kabupaten Banjar, I., Selatan, K., Ramdhoni, F., Hana Fitriani, A., & Humam Abdurrasyid Afif, dan. (n.d.). Identifikasi Deforestasi Melalui Pemetaan Tutupan Lahan Di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Identification of Deforestation through Land Cover Mapping in Banjar District, South Kalimantan).
Dr. Rahmat, M. Pd., D. (2020). Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan. Rihlah, 8(1).
HOME | WALHI. (n.d.). Diambil 5 Maret 2025, dari https://www.walhi.or.id/
Jaelani, J., Ibrahim, D., & Rochmiatun, E. (2019). Pedagang Melayu di Kesultanan Sambas 1819-1942: Terbangunnya Perdagangan, Relasi dan Jaringan. Medina-Te: Jurnal Studi Islam, 15(2), 154–171.
Kalsel BPS (2021). Serang Dalam Angka 2021 (1 ed.). Serang.
Kalsel BPS (2022). Serang Dalam Angka 2022 (1 ed.). Serang.
Kalsel BPS (2023). Serang Dalam Angka 2023 (1 ed.). Serang.
Kuntowijoyo, D. R. (2005). Pengantar ilmu sejarah. Bentang Pustaka.
Lenggono, P. S. (2012). Jaringan Perdagangan Bugis dan pola Penguasaan Sumberdaya Agraria di Kawasan Perbatasan Nunukan-Tawau. In Seminar Pembaharuan Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat Perbatasan. Retrieved from https://reserchgate. net/Conference.
Mulyanie, E., Informasi, A. R.-J. G. M., & 2017, undefined. (n.d.). Pohon aren sebagai tanaman fungsi konservasi. journal.unnes.ac.id. Diambil dari https://journal.unnes.ac.id/nju/JG/article/view/11514
Nusantara, I. B. U. K., & Sihotang, H. T. P. (n.d.). Penguatan Ketahanan Nasional Masyarakat Lokal Menghadapi Dampak Migrasi Dalam Pembangunan.
Pertiwi, Y. R., Kabupaten, M., Jabung, T., Magister, P., Sejarah, K., Pascasarjana, P., … Andalas, U. (2021). Petani bugis ‘ passompe’ : kehidupan sosial-ekonomi etnis bugis di mendahara kabupaten tanjung jabung timur, jambi, 1960-2018.
Putri, S., Haryono, H., Pendidikan, R. S.-E. S. J., & 2024, undefined. (n.d.). Relasi Kuasa Nelayan Pemilik Kapal dengan ABK di Pelabuhan Karangantu, Serang Banten. stkipbima.ac.id. Diambil dari https://stkipbima.ac.id/jurnal/index.php/ES/article/view/2004
Selatan, K. K. (2020). Anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi-Selatan.
Serang, P. daerah T. I. (1990). Serang Dalam Angka 1990 (1 ed.). Serang.
Serang, P. daerah T. I. (2020). Serang Dalam Angka 2020 (1 ed.). Serang.
Serang, P. daerah T. I. (2021). Serang Dalam Angka 2021(1 ed.). Serang.
Serang, P. daerah T. I. (2023). Serang Dalam Angka 2023(1 ed.). Serang.
Serang, P. daerah T. I. (2024). Serang Dalam Angka 2024 (1 ed.). Serang.
Subair. Patahuddin. Rasyid Ridha. (2019). Orang Bugis Di Banten Lama (1984-2014). Pattingalloang.
Subair, A. (2023). Phinisi Integration Review Keefektifan. Phinisi Integration Review, 5(3), 818–823.
Subair, A., Program, M., Universitas, P., Makassar, N., Belakang, I. L., & Marannu, K. B. (2014). Diaspora dan Pembangunan : Peran Orang Bugis terhadap Pembangunan di Banten ( 1984-2014 ), 6–9.
Syahnedal, L. M. (2012). Do not call us Bugis" : identity construction among teenagers of Bugis ethnic descent in Karangantu Serang Banten. Universitas Indonesia. Diambil dari https://lontar.ui.ac.id/detail?id=20332176&lokasi=lokal
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.