Peran ORIDA (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah) dalam Perekonomian Masa Revolusi Fisik di Sumatera Selatan 1945-1949
DOI:
https://doi.org/10.26418/swadesi.v4i1.91792Keywords:
ORIDA, Perekonomian, Revolusi Fisik, Sumatera SelatanAbstract
Mata uang sebagai alat pembayaran yang sah sangat penting bagi masa perjuangan digunakan untuk logistik dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini membahas peran ORIDA (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah) dalam perekonomian Sumatera Selatan selama Revolusi Fisik 1945-1949. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis latar belakang penerbitan ORIDA serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan politik di Sumatera Selatan. Menggunakan metode penelitian sejarah, penelitian ini menelusuri bagaimana kebijakan moneter darurat yang diterapkan melalui ORIDA menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah keterbatasan distribusi mata uang dari Jawa ke Sumatera. Pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mencetak mata uang sendiri, yang dilakukan oleh berbagai otoritas, baik sipil maupun militer. Beberapa entitas yang terlibat dalam penerbitan mata uang ini antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Karesidenan Palembang, dan Kewedanaan Lintang IV Lawang, serta pihak militer seperti Brigade Garuda Dempo dan Sub Teritorial Palembang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerbitan ORIDA berperan penting dalam menopang perekonomian daerah, sekaligus mencerminkan dinamika perjuangan ekonomi dalam menghadapi ketidakstabilan akibat perang dan tekanan dari pihak Belanda.
References
Abubakar, Arlyana, Rita Krisdiana, Usep Sukarya, Dedi Irwanto Muhammad Santun, Johannes Adiyanto, Rainci Maliati, Mirza Ardi Wibawa, and Allan Akbar. (2020). ‘OEDJAN MAS’ DI BUMI SRIWIJAYA BANK INDONESIA DAN ‘HERITAGE’ DI SUMATRA SELATAN. Jakarta: BANK INDONESIA INSTITUTE.
AC. Bawaihi. (1988). “Lubuk Linggau Diserang Belanda.†Srivijaya Post.
Harsono, Suwito, and Michell Suharti. (2020). ORIDA; Oeang Republik Indonesia Daerah 1947- 1949. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Mursal, Irhas Fansuri, and Lagut Bakaruddin. (2020). “Lima Negara Bagian Terpenting Dalam Negara Republik Indonesia Serikat (RIS) 1949-1950.†ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial 2(2):217–30.
Pramasto, Arafah, and Sapta Anugrah. (2017). “ORIDA Curup : Menjaga Kedaulatan Mata Uang Era Kemerdekaan.†November 7.
Rasjid, Mohammad. (1982). Di Sekitar PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia). Jakarta:
N.V. Bulan Bintang.
Rizal. (2021). “PERAN JENDERAL SOEDIRMAN DALAM PERANG GRILIYA (Studi Historis Masa
Agresi Militer Belanda II Tahun 1948-1949 Di Jawa Tengah).†Danadyaksa Historica
(1):12–24. doi: 10.32502/jdh.v1i1.3593.
Susetyo, Berlian and Ravico. (2021). Sejarah Lubuklinggau Dari Masa Kolonial Hingga Kemerdekaan. Purwokerto Selatan: CV. Pena Persada.
Susetyo, Berlian, and Ravico Ravico. (2021). “Kota Lubuklinggau Dalam Kurun Waktu 1825-1948.â€
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah 10(1):14–29. doi: 10.36706/jc.v10i1.12902.
Susetyo, Berlian, Muhammad Wahayuni, and Eva Kusmalwati. (2022). “Mengungkap Sejarah Mohammad Hasan sebagai Bupati Militer Kabupaten Musi Ulu Rawas Pada Masa Agresi Belanda II.†Danadyaksa Historica 1(2):117. doi: 10.32502/jdh.v1i2.4245.
Tim Penyusun. (2010). Bambang Utoyo: Jiwa Ragaku Untuk Negeri Tercinta. Bandung: Dinas Sejarah Angkatan Darat.
Yuarsa, Feris. (2016). Mohamad Isa: Pejuang Kemerdekaan Yang Visioner. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Yusuf, Syafruddin, Kemas Ari Panji, Rita Nefrida, Dudy Oskandar, and Priyanti Gani. (2020). Menelusuri Jejak Perjuangan Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. A.K. Gani. Palembang: Museum Negeri Sumatera Selatan.
Zed, Mestika. (1997). Pemerintah Darurat Republik Indonesia: Sebuah Mata Sejarah Yang Terlupakan. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.