Jejak Akulturasi Kebudayaan Islam pada Kompleks Makam Sunan Giri
DOI:
https://doi.org/10.26418/swadesi.v4i2.92639Keywords:
Akulturasi, Kebudayaan Islam, Kompleks Makam Sunan Giri.Abstract
Akulturasi merupakan representasi dari proses perpaduan budaya tanpa menghilangkan budaya asli. Kebudayaan Islam yang berkembang dalam kehidupan masyarakat saat ini merupakan bagian dari akulturasi budaya dengan budaya-budaya sebelumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terkait jejak akulturasi kebudayaan Islam di sekitar kompleks makam Sunan Giri yang hingga saat ini masih tetap eksis dan memiliki bentuk akulturasi khas dengan budaya-budaya lokal masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode historis dengan lima tahapan penelitian yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masuknya agama Islam melalui berbagai proses salah satunya melalui akulturasi budaya. Dengan adanya akulturasi budaya agama Islam mudah diterima oleh kalangan masyarakat sehingga hal ini membentuk masyarakat yang beragam. Akulturasi budaya memberikan nilai-nilai kearifan lokal dan nilai toleransi yang tinggi di kalangan masyarakat sehingga jejak akulturasi kebudayaan Islam sebagai simbol dari perjalanan dan kejayaan Islam di masa silam.References
Ali, Z. M. (2012). Masjid Sebagai Pusat Pembinaan Umat. Jurnal Toleransi, 4(1), 1–11. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi/article/view/1033/938
Al-Amri, L., & Muhammad, H. (2017). Akulturasi Islam dalam Budaya Lokal. Kuriositas, 11(2), 191–204. https://media.neliti.com/media/publications/285395-akulturasi-islam-dalam-budaya-lokal-339a4820.pdf.
Junaid, H. (2013). Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal. Jurnal Diskursus Islam, 1(1). 56-73.
Kasdi, A. (2005). Kepurbakalaan Sunan Giri (Sosok Akulturasi Kebudayaan Indonesia Asli, Hindu-Budha dan Islam Abad 15-16). Skripsi. Unesa University Press Surabaya
Mulyana, S. (2005). Runtuhnya Kerajaan Hindu Budha dan Timbulnya Negara-Negara Islam Nusantara. Yogyakarta: LKIS.
Ricklefs. (2008). Sejarah Indonesia Modern 1200-2008. Jakarta: PT Serambi.
Siswayanti, N. (2016). Akulturasi Budaya pada Arsitektur Masjid Sunan Giri. Jurnal Lektur Keagamaan, 14(2), 299-326. https://doi.org/10.31291/jlk.v14i2.503.
Sunyoto, A. (2016). Atlas Walisongo (Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah). Depok: Pustaka IIman.
Setiawan, A. Y. (2015). Karya Sastra Sunan Giri dalam Perspektif Dakwah Islam. Jurnal An-Nida, 7(2), 161–170. https://ejournal.unisnu.ac.id/JKIN/article/view/755/1015.
Sofyan & Kasim, Y. (2019). Akulturasi Islam dan Budaya Lokal (Studi Islam tentang Ritus-Ritus Kehidupan dalam Tradisi Lokal Muslim Gorontalo). Malang: Inteligensia Media.
Sriyanto, A. (2007). Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal. Komunika, 1(1). 149-163.
Thoha, M.,A. (1987). Ragam Hias Kepurbakalaan Islam Kompleks Makam Sunan Giri (Sebuah Tinjauan Akulturatif). Skripsi. Institut Agama Islam Negeri Al-Jamiah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah Sunan Ampel Surabaya.
Wahyudi, I. (2015). Islam dan Akulturasi Budaya Lokal di Indonesia. Tasamuh:Jurnal Studi Islam, 7(2), 317–330. https://ejournal. stain.sorong.ac.id/indeks.php/tasamuh.
Wahyudi, M. I. (2021). Sunan Giri dalam Legitimasi Kekuasaan Mataram pada Babad Tanah Jawi. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara, 12(2), 199–214. https://doi.org/10.37014/jumantara.v12i2.1346
Wasi'ah, N. (2022). Simbol-Simbol pada Makam Sunan Giri Gresik. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.