URGENSI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI NDONESIA

Authors

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppkn.v1i2.40809

Abstract

Indonesia merupakan bangsa multikultural dengan tingkat pluralisme yang tinggi. Hal itu dapat menjadi potensi kemajuan bangsa sekaligus kemundurannya, bergantung pada kualitas pengelolaan heterogenitas tersebut. Hingga saat ini terbukti konflik yang dilatarbelakangi suku, agama, dan ras antargolongan (SARA) masih sering terjadi. Hal tersebut menunjukan pentingnya penguatan pendidikan multikultural di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali urgensi pendidikan multikultural sekaligus menghadirkan gagasan penguatannya untuk bangsa Indonesia. Suatu pendekatan yang lebih komprehensif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, menjelaskan fenomena yang terjadi didasari oleh kajian-kajian ilmiah yang telah dilakukan sebelumnya. Konflik SARA masih rentan terjadi karena keterbatasan pemerataan layanan pendidikan multikultural dan pendekatannya yang masih parsial. Diperlukan pendekatan lebih menyeluruh dan melibatkan banyak pihak. Dengan demikian, pendidikan multikultural sebagai bagian dari pendidikan karakter akan memiliki peluang lebih besar untuk berhasil.      

References

Anis Widyawati. 2015. “Akar Konflik Dalam Masyarakat Multikultural Di Karimunjawa.†Yustisia Jurnal Hukum 93(3):602–16.

Aditomo, Nisa Felicia. 2018. “Ketimpangan Mutu Dan Akses Pendidikan Di Indonesia: Potret Berdasarkan Survei PISA 2015.†Kilas Pendidikan Edisi 19(8):1–9.

Ambarudin, R. Ibnu. 2016. “Pendidikan Multikultural Untuk Membangun Bangsa Yang Nasionalis Religius.†Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan 13(1).

and Cherry A. McGee Banks, James A. Banks. 2010. Multicultural Education. 7th ed. WILEY.

Anon. 2016. “Multikulturalisme.†Jurnal Ketahanan Nasional 7(1):9–18.

D.Adiputri, Ratih. 2019. Sistem Pendidikan Finlandia. Kepustakaan Populer Gramedia.

Dalam, Nasionalisme, and Sistem Pendidikan. 2014. “Multikulturalisme, Bahasa Indonesia, Dan Nasionalisme Dalam Sistem Pendidikan Nasional.†Multikulturalisme, Bahasa Indonesia, Dan Nasionalisme Dalam Sistem Pendidikan Nasional 1(2):213–24.

Evelina, Lidya Wati. 2015. “Analisis Isu S (Suku) A (Agama) R (Ras) A (Antar Golongan) Di Media Social Indonesia.†Jurnal ULTIMA Comm 7(1):107–22.

Hanafy, Muhammad Sain. 2015. “Pendidikan Multikultural Dan Dinamika Ruang Kebebasan.†Jurnal Diskursus Islam 3(1):119–39.

Kharisma, Tiara. 2017. “Konflik SARA Pada Pilkada DKI Jakarta Di Grup WhatsApp Dengan Anggota Multikultural.†Jurnal Penelitian Komunikasi 20(2):107–20.

Kuswaya Wihardit. 2010. “Pendidikan Multikultural: Suatu Konsep, Pendekatan Dan Solusi.†Jurnal Pendidikan 11(2):96–105.

Lestari, Gina. 2015. “Bhinnekha Tunggal Ika : Khasanah Multikultural.†Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan I(Februari):31–37.

Lubis, Akhyar Yusuf. 2006. Dekonstruksi Epistemologi Modern: Dari Posmodernisme, Teori Kritis, Poskolonialisme Hingga Cultural Studies. Pustaka Indonesia Satu.

Normina. 2017. “Pendidikan Dalam Kebudayaan.†Ittihad Jurnal Kopertais Wilayah XI Kalimantan 15(28):17–28.

Nurcahyono, Okta Hadi. 2018. “Pendidikan Multikultural Di Indonesia: Analisis Sinkronis Dan Diakronis.†Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi Dan Antropologi 2(1):105–15.

Oki Rahadianto, Sutopo. 2017. “Rasisme Dan Marginalisasi Dalam Sejarah Sosiologi Amerika.†MASYARAKAT: Jurnal Sosiologi 21(2):285–90.

Shofa, Abd Mu’id Aris. 2016. “Memaknai Kembali Multikulturalisme Indonesia Dalam Bingkai Pancasila.†JPK (Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan) 1(1):34–41.

Suparlan, Parsudi. 2014. “Menuju Masyarakat Indonesia Yang Multikultural.†Antropologi Indonesia 0(69):16–19.

Wattimena, Reza A. .. 2011. “MENUJU INDONESIA YANG BERMAKNA: Analisis Tekstual-Empiris Terhadap Pemikiran Charles Taylor Tentang Politik Pengakuan Dan Multikulturalisme, Serta Kemungkinan Penerapannya Di Indonesia.†Studia Philosophica et Theologica 11(1):1–30.

Downloads

Published

2020-11-02