PERAN MOSALAKI SEBAGAI PEMIMPIN MASYARAKAT ADAT DALAM MELESTARIKAN BUDAYA DEMOKRASI (KULA KAME) PADA MASYARAKAT ADAT LIO DI KABUPATEN SIKKA

Authors

  • Fina Ndoa IKIP Muhammadiyah Maumere
  • Gisela Nuwa IKIP Muhammadiyah Maumere
  • Abdul Rodja Natsir IKIP Muhammadiyah Maumere

DOI:

https://doi.org/10.26418/jppkn.v3i1.49734

Abstract

This study aims to determine the role of Mosalaki as a traditional leader in preserving the democratic culture (kula kame) in the Lio indigenous people and to find out what are the obstacles to Mosalaki in preserving the democratic culture (kula kame) in the Lio indigenous people. This study uses qualitative research with an ethnographic approach and the data sources used are primary and secondary data. The results showed that the role of Mosalaki as a traditional leader of the Lio community, namely: controlling ulayat land, leading traditional rituals, and resolving conflicts in the community, while for Mosalaki's obstacles in preserving democratic culture (kula kame) the implementation of the traditional ritual itself, namely: internal barriers (internal). ), obstacles from outside (external), past and present leadership, and leadership insight itself.

Author Biography

Fina Ndoa, IKIP Muhammadiyah Maumere

Pendidikan Kewarganegaraan

References

Denny A.J. (2006). Jatuhnya Soeharto dan Transisi Demokrasi Indonesia. Yogyakarta: LKIS.

Dhapa, D. (2021). Kula Kibi Sebagai Bentuk Tradisi Lisan Masyarakat Desa Tenda Kecamatan Wolojita Kabupaten Ende. Jurnal Jurusan PBA, 20(1).

Hanurawan, F. (2016). Metode Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu Psikologi. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Irawan. (2017). Kepemimpinan Kepala Adat dalam Mempertahankan Gotong Royong Masyarakat Adat Dayak Wehea Di Desa Nehes Liah Bing Kecamatan Muara Wahau. Jounal Pemerintahan Integratif, 5(4).

Mustari, P. (2015). Hukum Adat Dahulu, Kini, Dan Akan Datang. Jakarta: Prenada Media.

Ntonzima L dan Bayat MS. (2012). The Role Of Traditional Leaders In South Africa-A Relic Of The Past, Or A Contemporary Reality. Arabian Journal Of Business And Management Review, 1(6), 1–21.

Nuwa, G., & N. R. (2021). Democratic principal (kula babong) leadership model: examining the role of du’a moan watu pitu in sikka krowe community. Pedagogia: Jurnal Pendidikan, 11(1), 37–52.

Pareira, O. M. (1990). Sikka-Krowe: Sejarah Daerah Sebuah Muatan Lokal untuk menambah mata pelajaran IPS PSBB Dan Sejarah Indonesia bagi guru bidang studi pendidikan dasar dan menengah. Mendikbut.

Pasalong, H. (2007). Teori Administrasi Kesejateraan. Bandung: Alfa Beta.

Pemungkas AS. (2012). Evaluasi Program Pembauran Etnis sebagai upaya tercapainya Efektifitas Komunikasi Antar Etnis (skripsi). Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Prioharyono, M. E. . (2012). Kekuasaan Politik dan Adat Para Mosalaki Di Desa Nggela dan Tenda, Kabupaten Ende, Flores. Antropologi Indonesia, 33(3).

Riswan R. (2013). Hubungan Keaslian Kampung Naga dengan Pembentukan Identitas Masyarakat Adat. (skripsi).

Soekanto, S. (2012). Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Sonia, & Sarwoprasodjo. (2020). Peran Lembaga Adat dalam Melestarikan Budaya Masyarakat Adat kampung Naga, Desa Neglasari Kecamatan Salawu, Tasikmalaya. Jurnal Sains Komunikasi Dan Pengembangan Masyarakat (JSKPM), 4(1), 113–124.

Tamarasari, D. (2002). Pendekatan Hukum Adat Dalam Menyelesaikan Konflik Masyarakat Pada Daerah Otonomi. Jurnal Kriminalogi Indonesia, 2(1).

Wahyudi, B. (2018). Kepemimpinan Nasional Dalam Perkembangan Lingkungan Strategis. Pakuan Law Review, 4(2).

Yusuf, M & Effendi Nabilah, G. (2020). Eksistensi Pemangku Adat Dalam Pengambilan Keputusan Desa Di Kerinci. Journal Tanah Pilih, 1(1).

Zulfauzan, R. (2021). Demokrasi Lokal dan Budaya Bubuhan di Kalimantan Selatan. Journal Ilmu Sosial, Politik Dan Pemerintahan, 1(2), 1–9.

Downloads

Published

2022-04-01

Issue

Section

Articles