Aktualisasi Nilai Persatuan Etnis Melayu Dan Madura Sebagai Kewajiban Menjaga Kerukunan Antar Etnis di Kalimantan Barat, Pasca Kerusuhan
DOI:
https://doi.org/10.26418/jdn.v3i1.79255Keywords:
Aktualisasi nilai persatuan, Etnis melayu dan madura, Kerukunan, Pasca kerusuhanAbstract
Penelitian ini bertujuan secara singkat untuk mengetahui secara jelas tentang Aktualisasi Nilai Persatuan Etnis Melayu dan Madura Sebagai Kewajiban Menjaga Kerukunan di Kalimantan Barat, Pasca Kerusuhan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Siantan Tengah tepatnya di Jalan Selat Sumba RW 30, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Sumber data primer didapatkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer dalam penetian ini adalah Lurah, Ketua RW 30, 1 orang Tokoh Agama, 1 orang Tokoh Masyarakat, 4 orang masyarakat etnis melayu dan 4 orang masyarakat etnis madura. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa aktualisasi nilai persatuan sebagai kewajiban menjaga kerukunan antar etnis di Siantan Tengah terlihat dalam kehidupan mereka dalam bermasyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Nilai Persatuan tersebut diaktualisasikan melalui kegiatan-kegiatan kebersamaan dan penerapan sikap toleransi antar etnis. Bentuk aktualisasi nilai persatuan etnis Melayu dan Madura sebagai kewajiban menjaga kerukunan antar etnis, pasca kerusuhan yang dilakukan masyarakat Siantan Tengah yaitu dengan mengaktualisasikan nilai persatuan melayu kegiatan-kegiatan keagamaan seperti pengajian dan shalawatan rutin setiap minggu, Interaksi sosial berlandaskan toleransi dan Melakukan kegiatan gotong royong bersama. Upaya yang dilakukan masyarakat Kelurahan Siantan Tengah dalam menumbuhkan dan menjaga sikap persatuan selalu berkoordinasi dengan RT/RW dan pihak kelurahan. kendala yang dihadapi dalam menumbuhkan dan menjaga sikap persatuan antar Etnis Melayu dan Madura, kendala yang dihadapi antara lain: Komunikasi yang tidak dua arah sehingga menimbulkan miss komunikasi, karakter dan pemikiran warga yang berbeda-beda sehingga harus disatukan dulu satu sama lain, dan kesadaran individu yang kurang akan kewajibannya hidup dalam bermasyarakat seperti ikut kegiatan kegiatan kebersamaan di lingkungan tempat tinggalnya. Upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam menumbuhkan dan menjaga sikap persatuan di Siantan Tengah yang dilakukan oleh para pemimpin dan warganya adalah selalu berkoordinasi dalam hal apapun terutama jika terdapat masalah kecil harus segera ditampung dan diselesaikan dengan baik.References
Abidin, Z. (2016). Menanamkan Konsep Multikulturalisme di Indonesia. Jurnal Dinamika Global, 1(02), 123–140. https://doi.org/10.36859/jdg.v1i02.24
Adon, M. J. (2022). Menumbuhkan Semangat Pancasila Sebagai Dasar Persatuan Dan Kesatuan Bangsa Sebagai Upaya Melawan Gerakan Populisme Di Indonesia. Publicio: Jurnal Ilmiah Politik, Kebijakan Dan Sosial, 4(1), 51–63. https://doi.org/10.51747/publicio.v4i1.759
Alfisyah, A. (2013). Pengajian dan Transformasi Sosiokultural dalam Masyarakat Muslim Tradisionalis Banjar. KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 3(1), 75–89. https://doi.org/10.24090/komunika.v3i1.116
Antar, K., Madura, E., Dan, M., & Di, J. (2023). Volume 12 Nomor 2 ( 2023 ): Februari 2023 Halaman 298-308. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 12, 2715–2723. https://doi.org/10.26418/jppk.v12i2.62026
Arif, A. M. (2020). Perspektif Teori Sosial Emile Durkheim Dalam Sosiologi Pendidikan. Moderasi: Jurnal Studi Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 1–14. https://doi.org/10.24239/moderasi.vol1.iss2.28
Armiwulan, H. (2015). Diskriminasi Rasial Dan Etnis Sebagai Persoalan Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Masalah-Masalah Hukum, 44(4), 493. https://doi.org/10.14710/mmh.44.4.2015.493-502
Batubara, S. M. (2017). Kearifan Lokal Dalam Budaya Daerah Kalimantan Barat (Etnis Melayu dan Dayak). Jurnal Penelitian IPTEKS, 92–93. SM Batubara - Jurnal Penelitian IPTEKS, 2017 - jurnal.unmuhjember.ac.id
Cheong, P. H., & Gong, J. (2010). Cyber vigilantism, transmedia collective intelligence, and civic participation. Chinese Journal of Communication, 3(4), 471–487. https://doi.org/10.1080/17544750.2010.516580
Dewantara, A. W. (2017). “ALANGKAH HEBATNYA NEGARA GOTONG ROYONG†(Indonesia dalam Kacamata Soekarno). Buku, 1–102.
Dewi, Y. L., & Zuroida, A. (2022). Model Komunikasi Antar Budaya Etnik Madura Dan Etnik Melayu. Prosiding Seminar Nasional & Call for Paper “Peran Perempuan Sebagai Pahlawan Di Era Pandemi†PSGESI LPPM UWP, 9(01), 168–173. https://doi.org/10.38156/gesi.v9i01.160
Fuqoha, F., & Firdausi, I. A. (2020). Kebijakan Pemerintah dalam Aktualisasi Pancasila melalui Media Sosial Ditinjau dari Perspektif Sosiologi Komunikasi. JDKP : Jurnal Desentralisasi Dan Kebijakan Publik, 1(1), 14–26. https://doi.org/10.30656/jdkp.v1i1.1808
Hadi Cahyono, A. J. M. (2017). Harmoni Masyarakat Tradisi Dalam Kerangka Multikuluralisme. Asketik, 1(1), 27–34. https://doi.org/10.30762/ask.v1i1.408
Hamdi, A. Z. (2017). Potret Harmoni Kehidupan Keagamaan di Kabupaten Bojonegoro. Religió: Jurnal Studi Agama-Agama, 7(1), 133–176. https://doi.org/10.15642/religio.v7i1.744
Imam Bukhori. (2019). Membumikan Multikulturalisme. HUMANISTIKA : Jurnal Keislaman, 5(1), 13–40. https://doi.org/10.36835/humanistika.v5i1.40
Juwita, R., Firman, F., Rusdinal, R., & Aliman, M. (2020). Meta Analisis: Perkembangan teori struktural fungsional dalam sosiologi pendidikan. Jurnal Perspektif, 3(1), 1–8. https://doi.org/10.24036/perspektif.v3i1
Kemendikbud. (2021). Internalisasi Nilai Moderasi Beragama melalui Pendidikan Penguatan Karakter dalam Masyarakat Heterogen. Prosiding Nasional, 4(November), 127–146. http://prosiding.iainkediri.ac.id/index.php/pascasarjana/article/view/68
Lali, D. (2013). Usaha Mengatasi Ancaman Disintegrasi Bangsa dalam Rangka Memupuk Persatuan dan Kesatuan Bangsa Pasca Kemerdekaan Delsiana lali Kaka Institut Ilmu Kesehatan Strada Indonesia. Institut Ilmu Kesehatan Strada Indonesia, 1(1).
Mahmudi, I. (2017). ISLAM , BUDAYA GOTONG ROYONG DAN KEARIFAN LOKAL ISLAM , CULTURE COOPERATION AND LOCAL ADVANTAGE Idris Mahmudi Universitas Muhammadiyah Jember PENDAHULUAN Negara Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote tampak. 2(2), 138–147.
Maulana, I. (2020). Manajemen Pendidikan Karakter Gotong Royong ‎. Jurnal Isema : Islamic Educational Management, 5(1), 127–138. https://doi.org/10.15575/isema.v5i1.5393
Muslim, A. (2013). Interaksi Sosial Dalam Masyarakat Multietnis. Jurnal Diskursus Islam, 1(3), 1–11.
Nanggala, A. (2020). Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Multikultural. Jurnal Soshum Insentif, 3(2), 197–210. https://doi.org/10.36787/jsi.v3i2.354
Normadaniyah. (2019). Peran Komunikasi Lintas Budaya dalam Fungsi Sosial (Studi Kasus Alumni Mahasiswa Pertukaran Pelajar Uniska Banjarmasin Tahun 2019). Doctoral Dissertation, Universitas Islam Kalimantan MAB)., 1(1), 1–10.
Nugroho, A. C. (2021). Teori utama sosiologi komunikasi (fungsionalisme struktural, teori konflik, interaksi simbolik). MAJALAH SEMI ILMIAH POPULER KOMUNIKASI MASSA ISSN:, 2(2), 185–194.
Nurcahyono, O. H. (2018). Pendidikan Multikultural Di Indonesia: Analisis Sinkronis Dan Diakronis. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 2(1), 105. https://doi.org/10.20961/habitus.v2i1.20404
Pamela, & Oloko. (2014). Hubungan Antara Model Komunikasi Dua Arah Antara Atasan dan Bawahan Dengan Motivasi Kerja Pada Bintara Di Polresta Yogyakarta. Jurnal Psikologi Integratif, 2(2), 8–17.
Pinilih, S. A. G. (2018). Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Terhadap Hak Atas Kebebasan Beragama Dan Beribadah Di Indonesia. Masalah-Masalah Hukum, 47(1), 40. https://doi.org/10.14710/mmh.47.1.2018.40-46
Pitoyo, A. J., & Triwahyudi, H. (2018). Dinamika Perkembangan Etnis di Indonesia dalam Konteks Persatuan Negara. Populasi, 25(1), 64. https://doi.org/10.22146/jp.32416
Rusandi, & Muhammad Rusli. (2021). Merancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif dan Studi Kasus. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 2(1), 48–60. https://doi.org/10.55623/au.v2i1.18
Rusydi, I., & Zolehah, S. (2018). Makna Kerukunan Antar Umat Beragama Dalam Konteks Keislaman Dan Keindonesian. Journal for Islamic Studies, 1(1), 170–181. https://doi.org/10.5281/zenodo.1161580
Salamon, L. M., Boris, E. T., Krehely, J., Boris, E. T., & Krehely, J. (2004). Civic Participation and Advocacy. The State of Nonprofit America, April, 2–5.
Salim, N. Z., Siregar, M., & Mulyo, M. T. (2022). Rekonstruksi Pendidikan Karakter di Era Globalisasi: Studi Analisis Konsep Pemikiran Ibnu Miskawaih. Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, 7(1), 28–39. https://doi.org/10.25299/al-thariqah.2022.vol7(1).9468
Santoso, A. B., & Dawwas, R. (2021). Eksaminasi : Jurnal Hukum Upaya Penanggulangan Disintegrasi Nasional dalam Menjaga Persatuan Indonesia. Jurnal Hukum, 1(1), 20–26.
Shofa, A. M. A. (2016). Memaknai Kembali Multikulturalisme Indonesia dalam Bingkai Pancasila. JPK (Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan), 1(1), 34–41. http://journal.umpo.ac.id/index.php/JPK/article/view/302
Sholichah, I. F. (2018). Identitas Sosial Mahasiswa Perantau Etnis Mahasiswa. Psikosains, 11(1), 40–52.
Siregar, L. (2015). Perspektif Psikologi dalam Komunikasi Lintas Budaya. Tasamuh, 12(2), 115–129.
Sulistyarini, & Dewantara, J. A. (2023). Kesadaran Masyarakan dalam Efektivitas Penggunaan Media Sosial Untuk Pengenalan Culture di Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 520–529.
Swandewi, L. P., & Liska, L. De. (2020). IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PENGUATAN KARAKTER BANGSA. 21(2), 676–687. https://doi.org/10.5281/zenodo.4049444
Ulum, R. (2013). PROSPEK PEMBANGUNAN MASYARAKAT PASCA KONFLIK SAMBAS. Community Development Prospect Of Post-Conflict Sambas. Analisa, 20(01), 25–35. https://www.researchgate.net/publication/291246379_Prospek_Pembangunan_Masyarakat_Pasca_Konflik_Sambas
Wahyudhi, S. (2020). Implikasi Kerusuhan 1999 Terhadap Interaksi Sosial Keagamaan Etnis Melayu Dan Madura Di Kalimantan Barat. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama, 15(2), 167. https://doi.org/10.14421/rejusta.2019.1502-04
Wardani, W. (2019). Internalisasi Nilai dan Konsep Sosialisasi Budaya dalam Menjunjung Sikap Persatuan Masyarakat Desa Pancasila. NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 6(2), 164. https://doi.org/10.31604/jips.v6i2.2019.164-174
Wibowo, A. P., & Wahono, M. (2017). Pendidikan Kewarganegaraan: usaha konkret memperkuat multikulturalisme di Indonesia. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 14(2), 196–205. https://doi.org/10.21831/civics.v14i2.16043
Wula, Z., Arifin, H., Nurani, S. S., Nggonggoek, W., & Bacotang, B. (2021). Sosialisasi Potensi Keberagaman dan Semangat Toleransi di Kelurahan Sulamu Kabupaten Kupang. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 2(2), 141–149. https://doi.org/10.37680/amalee.v2i2.926
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Nurkhotimah, Thomy Sastra Atmaja, Amrazi Zakso

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.