PANDANGAN MASYARAKAT MELAYU SAMBAS TERHADAP ADAT KEMPONAN DI DESA LUBUK DAGANG KECAMATAN SAMBAS KABUPATEN SAMBAS

Authors

  • ALIF KHAIRIL NIM. A1012181007 Faculty of Law Tanjungpura University

Abstract

Abstrac

 

Lubuk Dagang Village, Sambas District, Sambas Regency, is generally inhabited by the Sambas Malay community. One of the traditional customs that still applies to the Sambas Malay community to this day is the traditional kemponan tradition. Kemponan according to the Malay Sambas is a belief in the existence of a catastrophe (bad event) that can befall a person if he refuses to eat or drink offered without tasting or touching the food. In applying the traditional Kemponan tradition, it is only enough to reach or touch the food or drink that has been served to us. This must be done so that we can avoid the disaster that will befall if we do not carry out the traditional kemponan tradition.

The main problems in this study are as follows: To obtain data and information about the kemponan custom in the village of Lubuk Trade, Sambas district, Sambas district, To reveal the types or varieties of Kemponan known in Sambas, To reveal the legal consequences for the Sambas Malay community who do not apply kemponan adat in Lubu Trade Village, Sambas District, Sambas Regency, To express the efforts of traditional leaders or leaders in Lubuk Trade Village, Sambas District, Sambas Regency. This research method uses empirical law with descriptive research properties, namely a study carried out to accurately describe the characteristics of individuals, the circumstances at which the research was carried out, Malay traditional elders in Lubuk Trade village, Sambas district, Sambas district, 26 families of hamlets throughout the sub-district of Lubuk Trade village, Sambas district. samba district.

The kemponan traditional tradition is very easy to implement because it is only enough to reach a food or drink that has been served to us, the factor that causes the kemponan traditional tradition is to avoid the calamity that will come to us if we are already kemponan. Legal consequences if you don't apply the traditional kemponan tradition, you will get a catastrophe or an accident that can even take your life. Efforts that can be made to continue to be able to preserve the traditional kemponan tradition is to socialize in detail to the Malay Sambas community because there are still Sambas Malay people who still have a bad view of the Kemponan traditional tradition. So it would be great if the Sambas Malay traditional institution held outreach to the community regarding the traditional Kemponan tradition.

Keywords: Adat, Kemponan, Sambas Malay

 

Abstrak

 

Desa Lubuk Dagang Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas, pada umumnya di diami oleh masyarakat Melayu Sambas. Salah Satu adat istiadat yang masih berlaku pada masyarakat Melayu Sambas sampai saat ini adalah adat kemponan. kemponan menurut Melayu Sambas yaitu kepercayaan tentang adanya malapetaka (kejadian buruk) yang dapat menimpa seseorang jika menolak makanan atau minuman yang ditawarkan tanpa mencicipi atau menyentuh makanan tersebut. Dalam menerapkan adat Kemponan yaitu hanya cukup dengan menjapai atau menyentuh makanan atau minuman yang telah disuguhkan terhadap dirikita. Hal itu wajib dilakukan agar kita dapat terhindar dari malapetaka yang akan menimpa jika tidak menjalankan adat kemponan.

Yang menjadi permasalahan pokok dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk mendapatkan data dan informasi tentang adat kemponan di desa lubuk dagang kecamatan sambas kabupaten sambas, Untuk mengungkapkan macam atau ragam kemponan yang dikenal di sambas, Untuk mengungkapkan akibat hukum bagi masyarakat Melayu Sambas yang tidak menerapkan adat kemponan di desa lubu dagang kecamatan sambas kabupaten sambas, Untuk mengungkapkan upaya pemuka atau ketua adat di desa lubuk dagang kecamatan sambas kabupaten sambas. Metode Penelitian ini menggunakan hukum empiris dengan sifat penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan secara tepat sifat-sifat individu, keadaan saat penelitian yang dilaukan, sesepuh adat melayu desa lubuk dagang kecamatan sambas kabupaten sambas, 26 KK dusun sebenua desa lubuk dagang kecamatan sambas kabupaten sambas.

Adat kemponan mudah sekali dalam menerapkannya karena hanya cukup dengan menjapai suatu makanan atau minuman yang telah disuguhkan terdahap diri kita, faktor yang menyebabkan terjadinya adat kemponan yaitu untuk menghindari malapetaka yang akan datang kepada diri kita jika kita sudah kemponan. akibat hukum jika tidak menerapkan adat kemponan akan mendapatkan melapetaka atau kecelakaan bahkan bisa sampai merenggut nyawa. Upaya yang dapat dilakukan untuk terus dapat melestarikan adat kemponan ialah dengan mensosialisasikan secara rinci terhadap masyaraat melayu sambas sebab masih ada masyarakat melayu sambas yang masih berpandangan buruk terhadap adat kemponan. jadi alangkah bagiknya lembaga adat melayu sambas mengadakan sosialisasi kepada masyarakat terkait adat kemponan.

Kata Kunci: Adat, Adat Kemponan, Melayu Sambas

References

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rahman Sholeh, Pendidikan Agama dan Pengembangn untuk Bangsa, ( Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2005).

Abdurrahman, Hukum Adat Menurut Perundang Undangan Republik Indonesia, Ctk. Pertama, Cendana Press, Jakarta, 1984.

Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka cipta.

Bushar Muhammad. 2002. Asas-Asas Hukum Adat. Jakarta : PT Pradnya Peramita.

Ter, Haar, Baz. (Disunting oleh Bambang Danu Nugroho), Asas-asas dan Tatanan Hukum Adat, Mandar Maju, bandung, 2011. Djojodigoeno, M.M, Asas-asas Hukum Adat, Yayasan Badan Penerbit Gadjah Mada, Yogyakarta, 1964.

Collins, James T. 2005. Bahasa Melayu Bahasa Dunia-Sejarah Singkat. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Danandjaja, James. 2007. Folklor Indonesia (Ilmu Gosip, Dongeng, dan lain-lain). Jakarta: PT Pustaka Utama Grafiti.

H. Hilman, Hadikusuma. 1990. Hukum Perkawinan Indonesia Menurut Perundangan, Hukum Adat, Hukum Agama. Mancar Maju: Bandung. 1990.

__________. 1992. Pengantar Ilmu Hukum Adat Indonesia. Bandung, Mandar Maju.

Hermansyah. 2010. Ilmu Ghaib di Kalimantan Barat. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia).

Ihrom, 1984. Sosiologi Hukum, CV pusaka setia bandung.

Imam Sudiyat, 1981. Hukum Adat, Yogyakarta: Liberty.

Imam Sudirat, 1981.Asas-asas hukum adat bekal pengantar. Yogyakarta, Liberty.

Purwadarminta, W.J.S. 1999. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1999, Balai Pustaka, Jakarta.

Koesnoe Moh, 2020. BUNGA RAMPAI PEMIKIRAN HUKUM ADAT. Yogyakarta: Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia.

Laksanto Utomo. 2016, Hukum Adat (Jakarta: Rajawali Pers).

Mustansyir, Rizal. 2015. Kearifan Lokal Masyarakat Melayu Sambas Dalam Tinjauan Filosofis. Yogyakarta: Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada.

Kusumadi Pudjosewojo, 1984, Pedoman Pelajaran Tata Hukum Indonesia, Jakarta Aksara Baru.

Ragawino, Bewa. 2018. Pengantar dan asas-asashukum adat Indonesia.Bandung: FISIP Universitas Padjajaran.

R.Soepomo. 1983. Hubungan Individu dan Masyarakat dalam Hukum Adat,

Jakarta: Pradnya Paramita

Teer Haar, 2003, Asas-asas dan susunan hukum adat, dala R. Soepomo, bab-bab tentang hukum adat, Pradnya Paramita, jakarta.

Tolib Setiady. 2008, Intisari Hukum Adat Indonesia dalam kajian kepustakaan. Bandung: Alfabeta.

Sidi, Gazalba, 1990. Pengantar Kebudayaan Sebagai Ilmu. Pustaka Jakarta.

Soerdjono soekanto, 1982. Pengantar Penelitian Hukum, UI pers,

__________, 1982. Pengantar Penelitian Hukum, UI pers.

__________, 1983. Hukum Adat Indonesia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Soerojo Wignjodipoero, 1988. Asas-asas Hukum Adat, Gunung Agung, Jakarta.

Soleman B. Taneko, 1987. Hukum Adat Suatu Pengantar Awal dan Pridiksi Masa Mendatang, Bandung : Eresko.

Tim penyusun. 2003. Kamus Bahasa Melayu Nusantara. Bandar Seri Begawan: Dewan Bahasa dan Pustaka Brunei.

Tim. (2022). Adat Istiadat Melayu Sambas. Sambas : Pemkab Sambas.

Vollenhoven, Cornelis. 1933. Het adatrecht van Nederlandsch-Indië, Volume 3. Boekhandel en drukkerij vorheen E.J. Brill. Universitas Michigan.

Vollenhohen, Van. (1980). Hukum Adat. (Bandung: Mandar Maju).

Yulia, 2016. Buku Ajar Hukum Adat (Sulawesi: Unimal Press).

Yusriadi, Hermansyah. 2003. Orang EmbauPotret Masyarakat Pedalaman Kalimantan. Pontianak: Percetakan Romeo Grafika Pontianak.

http://percakburok.blogspot.com/2007/08/ kemponan.html pukul 17.20 wib

https://katadata.co.id/agung/berita/624be727c1ac9/pengertian-adat-istiadat-menurut-para-ahli-dan-contohnya-di-indonesia diakses jum’at 9 september 2022 pukul 21.12 wib.

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/kempona, diakses pada senin 11 Juli 2022.

https://religidanbudaya.filsafat.ugm.ac.id/2017/10/26/semiotika-kemponan-dalam-tradisi-masyarakat-melayu-sambas-kalimantan-barat-dilemma-antara-budaya-agama/ diakses 11 februari 2022 10.38 wib.

https://religidanbudaya.filsafat.ugm.ac.id/2017/10/26/semiotika-kemponan-dalam-tradisi-masyarakat-melayu-sambas-kalimantan-barat-dilemma-antara-budaya-agama/ diakses sabtu 12 februari 2022 pukul 08.49 wib.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjwlO7FwYX6AhX6TGwGHb_gBQQQFnoECAYQAQ&url=https%3A%2F%2Freligidanbudaya.filsafat.ugm.ac.id%2F2017%2F10%2F26%2Fsemiotika-kemponan-dalam-tradisi-masyarakat-melayu-sambas-kalimantan-barat-dilemma-antara-budaya-agama%2F&usg=AOvVaw1ybcIMzLBJkWhanRvH9Ss8 diakses selasa 7 juni 2022 pukul 22.31 wib

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiW-8zuwoX6AhVNR2wGHeDnBwIQFnoECAQQAQ&url=https%3A%2F%2Fid.wikipedia.org%2Fwiki%2FKopi&usg=AOvVaw2v9fRoihifVQO9ipE1se2V pukul 22.35 wib

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwivl_aRwYX6AhWCS2wGHYOkDd8QFnoECAMQAw&url=https%3A%2F%2Fwww.kompasiana.com%2Fmizan11062%2F5fe89c2cd541df58075d1b82%2Fpandangan-islam-terhadap-tradisi-jappe-dan-kemponan-bagi-yang-menghiraukannya&usg=AOvVaw3LXAvK7ciJC2Y7_Z0qY6Jj. Diakses kamis 7 juni 2022 Pukul 22.28 wib

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwis59_C8of6AhWRZWwGHXgqAgkQFnoECCUQAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.saturadar.com%2F2019%2F07%2FPengertian-Adat-Istiadat.html&usg=AOvVaw3fud2JTMWIbNn7AvKMK8npdiakses jum’at 9 september 2022 pukul 21.19 wib.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwjw0LC894f6AhXF5HMBHQk6AmMQFnoECAQQAQ&url=https%3A%2F%2Freligidanbudaya.filsafat.ugm.ac.id%2F2017%2F10%2F26%2Fsemiotika-kemponan-dalam-tradisi-masyarakat-melayu-sambas-kalimantan-barat-dilemma-antara-budaya-agama%2F&usg=AOvVaw1ybcIMzLBJkWhanRvH9Ss8 diakses jum’at 9 september 2022 pukul 21.37 wib.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiRkJCS-Yf6AhX96XMBHcsLC-AQFnoECEAQAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.maxmanroe.com%2Fvid%2Fsosial%2Fadat-istiadat.html&usg=AOvVaw3rPhk5W1sd38F7YDrpmoV5 diakses jum’at 9 september 2022 pukul 21.49 wib.

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiRkJCS-Yf6AhX96XMBHcsLC-AQFnoECBUQAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fliterasi%2Fpengertian-adat-istiadat%2F&usg=AOvVaw38uKzVe-mzrty37n_zE_H_ diakses jum’at 9 september 2022 pukul 22.12 wib

https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwi_ma2tuor6AhXyZWwGHXt6B7kQFnoECCYQAQ&url=https%3A%2F%2Fwww.gramedia.com%2Fliterasi%2Fhukum-adat%2F&usg=AOvVaw0IkbSH8IE1kjvT1rQy5wfk. Diakses sabtu 10 september 2022 pukul 21.41 wib.

https://www.kompasiana.com/mizan11062/5fe89c2cd541df58075d1b82/pandangan-islam-terhadap-tradisi-jappe-dan-kemponan-bagi-yang-menghiraukannya?page=3&page_images=1

https://www.misterpangalayo.com/2016/02/pengertian-dan-sejarah-melayu-sambas.html. Selasa 8 februari 2022 pukul 12.45 wib.

https://www.saturadar.com/2019/07/Pengertian-Adat-Istiadat.html diakses 9 september 2022 pukul 21.16 wib.

Mustansyir, Rizal. 2017. Semiotika Kemponan Dalam Tradisi Masyarakat Melayu Sambas Kalbar: Dilemma Antara Agama dan Budaya. Diunduh dari religidanbudaya.falsafat.ugm.ac.id/2017/10/26/semiotika-kemponandalam-tradisi-masyarakat-melayusambas-kalimantan-barat-dilemma-antara-budaya-agama/, diakses pada rabu 20 Juli 2022.

Ppkn.co.id Belajar PKN Online, 2021, “Adat Istiadat Adalah: Pengertian, Menurut Para Ahli, Hukumâ€, Serial Online Okt, (Cited 2021 Oktober 27), available from: https://ppkn.co.id/adat-istiadat-adalah/. Diakses minggu 3 april 2022. 13.45 WIB

Downloads

Published

2024-06-10