ANALISIS PEMBACAAN SIGHAT TAKLIK TALAK SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN MENURUT HUKUM ISLAM
Abstract
ABSTRACT
The reading of the sighat taklik talaq as a reason for divorce, where the reading of the sighat taklik talaq itself is done at the time of the marriage contract. In Islamic law it is not regulated whether the reading should be pronounced or read aloud (pronounced) or not read aloud, sighat taklik talaq is only known as a form of agreement. So that is the reason for the writer to know clearly about the reading of sighat taklik talaq as a reason for divorce according to Islamic law. The purpose of this research is to know and analyze about the reading of sighat taklik talaq as a reason for divorce in Islamic law. To find out and analyze the legal consequences of reading sighat taklik talaq as a reason for divorce according to Islamic law.
The method used in the research uses the Normative legal research method, by using the legal approach (statute approach) and Conceptual Approach (conceptual approach). The type of data used in this research uses secondary data with data collection techniques using Library Research. That is, the collection of this data is done by examining existing documents, namely by collecting legal materials in the form of Islamic Law Compilation rules, journals, and other sources related to the author's research theme.
The result of this research is that Taklik talaq is not something that must be recited when the marriage takes place, but an option. However, once pronounced taklik talaq cannot be withdrawn or changed, even with the consent of the wife and husband. Then the legal consequences that arise when the husband violates the contents of the sighat taklik divorce agreement that he uttered verbally or with voice or without uttering is the fall of ba'in sughra divorce, which is to break the marital relationship of husband and wife.
Keywords: Divorce, Talaq, Islamic Law
ABSTRAK
Pembacaan sighat taklik talak sebagai alasan perceraian, yang mana pembacaan sighat taklik talak itu sendiri dilakukan pada saat akad perkawinan. Didalam hukum Islam tidak diatur apakah pembacaannya harus dilafalkan atau dibacakan dengan bersuara (diucapkan) atau tidak dibacakan dengan bersuara, sighat taklik talak hanya dikenal sebagai bentuk perjanjian. Maka hal tersebut menjadi alasan penulis untuk mengetahui secara jelas mengenai pembacaan sighat taklik talak sebagai alasan perceraian menurut hukum Islam.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis mengenai pembacaan sighat taklik talak sebagai alasan perceraian dalam hukum Islam. Untuk mengetahui dan menganalisis akibat hukum pembacaan sighat taklik talak sebagai alasan perceraian menurut hukum Islam.
Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode penelitian hukum Normatif, dengan menggunakan pendekatan undang-undang (statute approarch) dan Pendekatan Konsep (conceptual appoarch). Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder dengan teknik penggumpulan data menggunakan Library Research. Yakni Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara meneliti dokumen-dokumen yang ada yaitu dengan mengumpulkan bahan-bahan hukum berupa, aturan Kompilasi Hukum Islam, jurnal-jurnal, sumber lain yang berkaitan dengan tema penelitian penulis.
Hasil dari penelitian ini adalah Taklik talak bukan suatu hal yang wajib dibacakan saat pernikahan dilangsungkan, akan tetapi sebuah pilihan. Namun sekali diucapkan taklik talak tidak dapat ditarik kembali atau diubah, meskipun dengan persetujuan pihak istri dan suami. Kemudian akibat hukum yang timbul apabila suami melanggar isi perjanjian sighat taklik talak yang diucapkannya secara lisan atau dengan bersuara atau dengan tidak diucapkan adalah jatuhnya talak ba"™in sughra, yakni memutuskan hubungan perkawinan suami istri.
Kata Kunci : Perceraian, Taklik talak, Hukum Islam
References
DAFTAR PUSTAKA
AL-QUR’AN
Departemen Agama RI,2005, Al-Quran dan Terjemahannya, J-ART, Bandung.
BUKU
A. Fuad Said, 1994, Perceraian Menurut Hukum Islam, Pustaka al-Husna, Jakarta.
Abdul Majid Mahmud Mathlub, 2005, Panduan Hukum Keluarga Sakinah, Intermedia, Solo.
Abdul Manan, 2005, Penerapan Hukum Acara Perdata Dilingkungan Peradilan Agama kencana, Jakarta.
Abdurrahman Al-Jaziri, 1989, Al-fiqh ala Madzahahibil Arba’ah, Jilid IV, Dar al Fikr, Mesir.
Amiruddin dan H. Zainal Asikin, 2006, Pengantar Metode Penelitian Hukum,PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Bambang Sunggono , 2003, Metode Penelitian Hukum, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Beni Ahmad Saebani, 2010,Fiqh Munakahat Pustaka Setia Cet VI, Bandung,
,2009, Fiqh Munakahat 1, Pustaka Setia, Bandung. Bibit Suprapto, 1990, Lika – liku Poligami, Al Kautsar,Yogyakarta,
Dini Silvi Purnia dan Tuti Alawiyah, 2020, Metode Penelitian Strategi Menyusun Tuga Akhir, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Dr. Abdul Aziz Muhammad Azzam dan Dr. Abdul Wahab Sayyed Hawwas, 2009,Fiqih Munakahat, Amzah, Kencana, Jakarta.
Kamal Muchtar, 1974, Asas-asas Hukum Islam tentang Perkawinan, Bulan Bintang, Jakarta.
, 1993, Asas-asas Hukum Islam Tentang Perkawinan, Bulan Bintang, Jakatra.
M.A.Tihami dan Sohari Sahrani, 2014, Fikih Munakahat (Kajian Fikih Nikah Lengkap), PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Mahmud Yunus, 1990, Hukum Perkawinan dalam Islam Menurut Madzhab Syafi’i, Hanafi, Maliki, dan Hambali,Hida Karya Agung, Jakarta.
Muhammad Syaifuddin, 2012, Pluralitas Hukum Perceraian, Tunggal Mandiri Publishing, Malang.
Prof.Dr.H.Abdul Rahman Ghazaly,2003,Fiqh Munahakahat, Prenadamedia Group, Jakarta.
R. SoetojoPrawirohamidjojo dan AzisSafioedin, 1986, Hukum Orang dan Keluarga Alumni, Bandung.
Rahmat Hakim, 2000,Hukum Perkawinan Islam ,Pustaka Setia, Bandung. Restu Kartiko , 2010 , Asas Metodologi Penelitian , Graha Ilmu, Yogyakarta. Sayuti Thalib, 1986, Hukum Kekeluargaan Indonesia, Universitas Indonesia,
Cet. 5, Jakarta.
Sayyid Sabiq, 1983, Fiqih Sunnnah, Jilid II, DÇŽr al-Fikr,Mesir.
Slamet Abidin dan H. Aminuddin, 1999, Fiqh Munakahat ,Cv.Pustaka Setia, Bandung.
Soemiyati, 2004, Hukum Perkawinan Islam Dan Undang-Undang Perkawinan,Liberty, Yogyakarta.
,1989, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan, Liberty,Yogyakarta.
,1996, Hukum Perkawinan dan Undang-Undang Perkawinan, Liberty Cet II, Yogyakarta.
Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji, 2009, Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Syeikh Zainuddin Bin Abdul Aziz Al Malibariy, Fathul Mu‟in, Penerjemah:Achmad Najieh, 1979, Judul Terjemah: Pedoman Ilmu Fiqh, Husaini, Bandung.
Wati Rahmi Ria dan Muhamad Zulfikar, 2017, Ilmu Hukum Islam ,Gunung Persagi,Bandar Lampung.
Yon Ngariono, 2001, Pernikahan Yang Dimurka: Keseleo Lidah, Haramkan Hubungan Seks, posmo, III, Kencana, Yogyakarta.
ZainuddinAli, 2002, Hukum Perdata Islam Indonesia, Yayasan Masyarakat Indonesia Baru,Palu.
Zainudin ibn Abdu al-Aziz al-Malibari,1990, Fath al-Mu’in bi Syarh Qurrah al-Aini, Bengkulu Indah, Surabaya.
JURNAL
Didin Komarudin,2018, Taklik Talak Dan Gugat Cerai Dalam Berspektif Tujuan Pernikan, Jurnal Inklusif, vol 1 No 1.
Nur Azizah Hutagalung dan Edi Gunawan, 2019, Taklik Talak dan Akibat Hukumnya dalam Kompilasi Hukum Islam Perspektif Teori Feminisâ€, Al-Mizan: Jurnal Pemikiran Hukum Islam Vol. 15 No. 1.
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 Tentang Kompilasi Hukum Islam (KHI)
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974