KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN PENAMBAHAN PUREE LABU KUNING DAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM
DOI:
https://doi.org/10.26418/jft.v2i1.38020Keywords:
cookies, eggshell flour, pumpkin pureeAbstract
Cookies are a popular snack for people. Additional of plk (pumkin puree) and tct (eggshell flour) will increase the nutritional value of cookies. The aims of this study is to determine the chemical and organoleptic characteristics of cookies made from pumpkin puree and chicken eggshell flour. The research using a Complete Randomized Block Design (CRBD) with singel factor that was the addition of eggshell flour and pumpkin puree (5:55, 7:53, 9:51, 11:49, 13:47, 15:45) and each treatment repeated 4 times so that 24 treatment combinations obtained. Data was analyzed statistically by using the ANOVA test, continued by HSD test. Organoleptic data was analyzed by Kruskall Walis test. The addition of pumpkin puree and chicken eggshell flour did not affect the water content, color, taste and overall preference level of the cookies produced, but did affect ash content, calcium levels and texture of cookies. Based on the effectiveness test (De Garmo), the best cookies are produced from a ratio of 7% chicken eggshell flour and 53% pumpkin puree with chemical characteristics : water content 4.206%, ash content 0.865%, calcium content 3.767%, texture 0.607 Kg Force, color 3.433 (likes), taste 3,533 (likes) and an overall average value of 3,600 (likes).References
Alamendah. 2010. Labu Tumbuhan Kaya Manfaat. http://alamendah.wordpress.com/2010/06/20/labu-tumbuhan-kayamanfaat/. Diakses pada tanggal Maret 2019.
Agusman. 2013. Pengujian Organoleptik. Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang
Ardin. L, La Karimuna dan Muhammad A P. 2019. Formulasi Tepung Cagkang Telur dan Tepung Beras Merah Terhadap Nilai Kalsium dan Organoleptik Kue Karasi. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan. Vol. 4 No. 1
Astawan, M. 2009. Sehat dengan Hidangan Kacang dan Biji-bijian. Jakarta: Penebar Swadaya.
Badan Pusat Statistik. (2017). Badan Pusat Statistik Tabel Dinamis. Diambil kembali dari Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/site/resultTab
Badan Standarisasi Nasional 01-2973-1992 : Syarat Mutu Cookies
Badan Standardisasi Nasional. (1992), SNI 01-2891-1992: Cara Uji Makanan dan Minuman. Jakarta.
Benjamin, E. W., J. M. Gwin, F. L. Faber dan W. D. Termohlen. 1960. Marketing Poultry Products. Fifth Edit. John Wiley & Sons, Inc., New York.
Budiman, L., S. T. Soekarto, dan A. Apriyantono. 1984. Karakterisasi buah waluh (Cucurbita pepo L.). Bul. Pen. Ilmu dan Teknol. Pangan Vol. 3: 116-133.
De Garmo E.P., Sullivan W.G dan Canada J.R. 1984. Engineering Economy, Sevent Edition, Macmillan Publishing Company. New York
Depkes RI. 2009. Sistem Kesehatan Nasional. Jakarta
Direktora Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bharatara Karya Aksara, Jakarta.
Faridah D N. 2008. Penuntun Praktikum Analisis Pangan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Fatmawati, A. 2008. Kajian Konsentrasi BAP dan 2,4-D terhadap Induksi Kalus Tanaman Artemisia annua L. secara In Vitro. Skripsi Fakultas Pertanian UNS. Surakarta.
Gardjito, M. 2006. Labu Kuning Sumber Karbonhidrat Kaya Vitamin A. Yogyakarta: Tridatu Visi Komunikasi.
Hadi, W. 2005. Sifat Fisik dan Organoleptik Minuman Instan Madu Bubuk Dengan Penambahan Efek Effervesent Dari Tepung Kerabang Telur. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Hendrasty, H. K. 2011. Kandungan Labu Kuning dan Pemanfaatannya. Yogyakarta: Kanisius.
________ 2003. Tepung Labu Kuning. Yogyakarta: Kanisius.
Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak. 2008. Kandungan kimia Cangkang Telur Ayam Ras Komersil. Institut Teknologi Bandung.
Instron. 2008. Food Texture Analysis. http://www.instron.com/ diakses pada April 2019
Kaya, W.A. 2008. Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius sp) sebagai Sumber Kalsium dan Fosfor dalam Pembuatan Biskuit. Tesis. Program Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor
Masfria, N. P. Maulidar dan G. Haro. 2018. Penetapan Kadar Kalium, Kalsium, Natrium dan Magnesium Dalam Bunga Nangka (Artocarpuseterophyllus Lam.) Jantan Secara Spektrofotometri Serapan Atom. Media Farmasi. Vol.15 No.2 September 2018: 81-87
Nandhani. S D dan Yunianta. 2015. Pengaruh Tepung Labu Kuning, Tepung Lele Dumbo, Natrium Bikarbonat, Terhadap Sifat Fisiko, Kimia, Organoleptik Cookies. Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol. 3 No. 3
Nurilmala M, Wahyuni M , Wiratmaja H. 2006. Perbaikan nilai tambah limbah tulang ikan tuna (Th unnus sp) menjadi gelatin serta analisis fi sika-kimia. Buletin Teknologi Hasil Perikanan IX(2): 22-33.
Oktavia, D. A. 2007. Kajian SNI 01-2886-2000 Makanan Ringan Ekstrudat. Jurnal Standarisasi. Vol 9 No. 1 Tahun 2007 : 1-9
Priyono E, Retti N dan Mulono A. 2018. Studi Pencampuran Labu Kuining (Cucurbita Moschata) Dengan Tepung Beras Terhadap Karakteristik Biskuit Yang Dihasilkan. Jurnal Teknologi Pertanian. Vol. 7, No. 1
Rahmawati. A W dan F C Nisa. 2015. Fortifikasi Kalsium Cangkang Telur Pada Pembuatan Cookies (Kajian Konsentrasi Tepung Cangkang Telur dan Baking Soda). Jurnal Pangan dan Agroindustri. Vol. 3 No. 3
Rampengan. V. J. Pontoh dan D.T. Sembel. 1985. Dasar-dasar Pengawasan Mutu Pangan. Badan Kerja sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Bagian Timur, Ujung Pandang.
Rustandi, D. 2011. Produksi Mie. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri: Solo
Sastrosupadi, A. 2000. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Yogyakarta: Kanisius
Sinaga, S. 2010. Pengaruh substansi tepung terigu dan jenis penstabil dalam pembuatan cookies labu kuning. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara. Medan.
Soedarya, M. P. 2006. Agribisnis Labu Kuning. Pustaka Grafik, Jawa Barat.
Sudarto, Y. 2000. Budidaya Waluh. Yogyakarta: Kanisius.
Sudarmadji, S; B. Haryono dan Suhardi. (1989). Analisa Bahan Makanan dan Pertanian. Penerbit Liberty. Yogyakarta.
Sudarman M. 2018. Pemanfaatan Labu Kuning (Cucurbita Moschata Duch) Sebagai Bahan Dasar pembuatan Cookies. Tesis. Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. Universitas Negeri Makasar
Suryani N, Firyal Y dan Dadan J. 2014. Pengaruh Proporsi Labu Kuning (Cucurbita Moschata Dunch) Terhadap Mutu (Karbohidrat dan serat) Serta Daya Terima Kue Kering (Cookies). Jurkessia. Vol. 4, No. 3
Syafiq & Fikawati, R. 2007. Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kesehatan Masyarkat Universitas Indonesia, Jakarta:253-263
Syam ZZ, Amiruddin K, Musdalifah N. 2014. Pengaruh Serbuk Cangkang Telur Ayam Terhadap Tinggi Tanaman Kamboja Jepang (Adenium obesum). Ejipbiol. 3: 9-15.
USDA. 2014. National Nutrient Data Base for Standart. The National Agriculture Library
Widowati, S. 2009. Tepung Aneka Umbi Sebuah Solusi Ketahanan Pangan. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian dalam Tabloid Sinar Tani.
Winarno F. G. 1997. Kimia Pangan Gizi. PT Gramedia Utama. Jakarta
Wirakusumah, F. 2011. Obstetri Fisiologi. Jakarta (ID): Buku Kedokteran EGC
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2019 FoodTech (Jurnal Teknologi Pangan)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).