Studi Karakteristik Mie Basah Talas (Colocasia esculenta) dengan Penambahan Wortel

Authors

  • Sandy Marcelleno Departmen Teknologi Pangan, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Maherawati Maherawati Departmen Teknologi Pangan, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Tri Rahayuni Departmen Teknologi Pangan, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jft.v4i1.56634

Keywords:

mi, pasta talas, parutan wortel

Abstract

Mi merupakan jenis makanan yang banyak digemari semua kalangan. Penambahan pasta talas dan parutan wortel akan meningkatkan nilai gizi dari mi basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pasta talas dengan penambahan wortel pada proses pembuatan mi basah yang menghasilkan karakteristik mi terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yakni penambahan pasta talas dan parutan wortel (30:0, 25:5, 20:10, 15:15, 10:20, 5:25, 0:30). Data yang diperoleh dianalisa secara statistik menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji BNJ. Data organoleptik menggunakan analisis Friedman. Penambahan pasta talas dan parutan wortel tidak mempengaruhi kadar abu, daya serap air, warna, dan rasa pada mi basah yang dihasilkan, namun mempengaruhi kadar air, kadar protein, β-karoten, elastisitas, dan tekstur mi basah. Berdasarkan uji efektifitas (De Garmo) mi basah terbaik dihasilkan pada perbandingan pasta talas:parutan wortel = 5:25 pasta talas dan parutan wortel dengan karakteristik kimia yaitu kadar air 20,220 %, kadar abu 3,365 %, kadar protein 7,407 %, β-karoten 9,02 %, daya serap air 28,491 %, elastisitas 1,325 %, tekstur 3,43 , warna 3,57 (suka), rasa 3,50 (suka) serta pada nilai perlakuan terbainya mencapai 1,001.

References

Anonim. (2006). Teknologi Mi Instan. http//www.ebookpangan.com. Diakses 15 September 2019

Ball G.F.M. (1988). Fat-Soluble Vitamin Assays in Food Analysis. Elsevier Science Publ. Co.Inc., USA.

De Garmo. Sullivan. & Canada. (1984). Engineering Economy, Seventh Edition. New York. Macmillan Publishing Company.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (1979). Daftar Komposisi Bahan Makanan. Jakarta. Bharata Karya Aksara.

Kim Y, Wiesenborn J, Lorenzen, & Bergland. (1996). Sultability of Edible Beanand Potato Starchers for Starch Noodles : www, aaccenet.org/corelalchemistry/backissues/9996/73_302, pdf, (22 Mei 2018)

Kurniawati. (2006). Economic Value Added (EVA) sebagai Dasar Penilaian Kinerja Keuangan pada Industri Pertambangan di Bursa Efek Jakarta, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS, Solo (Skripsi).

Kusnandar, F. (2007). Pemanfaatan Talas, Garut, dan Sukun sebagai Prebiotik dan Formulasi Sinibiotik sebagai Suplemen Pangan. Institut Pertanian Bogor. (Skripsi)

Sastrosupadi, A. (2000). Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Yogyakarta: Kanisius

Satpani, M. (2007). Pengaruh Rasio Tepung Wortel (Daucus carota) terhadap Sifat Kimia dan Organoleptik dalam Pembuatan Mi Basah. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Mataram. (Skripsi).

Subekti, A., Dadan P., Astri O.V., Sanusi, & Pratiwi. (2013). Pengelolaan Sumber Daya Genetik di Kalimantan Barat. Laporan Akhir. Balai Pengkajian Teknologi Petanian Kalimantan Barat (tidak dipublikasi).

Sudarmadji, S., B. Haryono, & Suhardi. (1989). Analisis Bahan Makanan dan Pertanian. Yogyakarta. Penerbit Liberty.

Sugiyono, E., Setiawan, E., Syamsir, & H. Sumekar. (2011). Pengembangan Produk Mi Kering dari Tepung Ubi Jalar (Ipomoea batatas) dan Penentuan Umur simpannya dengan Metode Isotrem Sorpsi. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 12(2), 164-170.

Supardi. (2018) .Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Mi Basah Dengan Substitusi Umbi Talas Kukus (Colocasia esculenta). Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Mataram. (Skripsi).

Widaningrum, S. Widowati & S. T. Soekarto. (2005). Pengayaan Tepung Kedelai pada Pembuatan Mi Basah dengan Bahan Baku Tepung Terigu yang Disubstitusi Tepung Garut. J. Pascapanen, 2(1), 41-48.

Winarno, F. (1994). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

2022-07-29

Issue

Section

Articles