Cemaran Mikrobia pada Jajanan Pentol Kuah di Sekitar Universitas Tanjungpura Pontianak

Authors

  • Arina Sa’adah Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Maherawati Maherawati Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Lucky Hartanti Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Sri Mulyani Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponogoro, Semarang

DOI:

https://doi.org/10.26418/jft.v4i2.56924

Keywords:

kontaminasi mikroba, pentol kuah

Abstract

Pentol adalah produk olahan daging yang terbuat dari pati dan campuran rempah. Pentol kuah merupakan jajanan pinggir jalan yang populer karena murah, praktis dan disukai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan cemaran mikroba pada jajanan pentol yang dijual disekitar Universitas Tanjungpura. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Parameter cemaran mikroba diamati dengan metode TPC (Total Plate Count) dan tingkat cemaran bakteri Escherichia coli sp. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Hasil analisis pentol kuah terhadap total mikroba menunjukan 7 dari 10 sampel (70%) melebihi ambang batas maksimum yang ditetapkan SNI 3818:2014. Hasil analisis cemaran bakteri Escherichia coli sp. menunjukan terdapat 7 dari 10 sampel (70%) melebihi ambang batas maksimum yang ditetapkan SNI 3818:2014.

References

Arikunto, S. (2006). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Standardisasi Nasional. (2007). Bakso daging. SNI 3818:2014. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2007). Batas maksimum cemaran mikroba dan batas maksimum residu dalam bahan makanan asal hewan. SNI 2897-2008. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Ekawati, E.R., Siti, N.H.Y., dan Hamidi, F.R. (2017). Deteksi Escherichia coli patogen pada pangan menggunakan metode konvensional dan metode multiplex PCR. Jurnal SainHealth, 1(2), p- ISSN:2548-833.

Nazir, M. (2005). Metode penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Rahmi, N., Danang, B., Salamiah., dan Jamzuri, H,. (2015). Analisis kandungan boraks dan escherichia coli pada jajanan bakso sapi yang diperdagangkan di kota Banjarbaru. Banjarmasin: Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat

Rakhmawati, E. D. (2011). Pengaruh penambahan tepung kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) Terhadap kualitas kimia dan tingkat kesukaan bakso daging ayam broiler. [Skripsi, Fakultas Pertanian Universitas Sebalas Maret].

Saidin, M. (2000). Kandungan kolesterol dalam berbagai bahan makanan hewani. Bul. Penelit. Kesehatan. 27(2).

Sucipto, C. D. (2015). Keamanan pangan. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Sudarmadji, S. (1986). Prosedur analisa untuk bahan makanan dan pertanian. Yogyakarta: Liberty.

Sugiyono. 2005. Metode penelitian kombinasi (Mix Methode). Bandung: Alfabeta.

Wijaya, R. (2009). Penerapan peraturan dan praktek keamanan pangan jajanan anak sekolah di sekolah dasar kota dan kabupaten bogor. [Skripsi. Bogor: Departemen Gizi Masyarakat. Fakultas Ekologi Manusia. Institut Pertanian].

Winarno FG. (1997). Kimia pangan dan gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Winarno FG. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Downloads

Published

2021-10-28

Issue

Section

Articles