Formulasi Snack Bar Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Edamame (Glycine max (L)merrill): Karakteristik Fisikokimia dan Sensori
DOI:
https://doi.org/10.26418/jft.v5i1.57341Keywords:
edamame, fisikokimia, sensori, snack bar, tepung beras merahAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi tepung beras merah dan edamame yang menghasilkan snack bar berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu tepung beras merah dan edamame yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Analisa data yang digunakan yaitu ANOVA (Analysis of Variance) dengan taraf 5%. Apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5 %. Uji sensori dianalisis dengan uji Kruskal wallis dan penentuan perlakuan terbaik menggunakan uji indeks efektifitas (De Garmo). Formulasi tepung beras merah dan edamame dalam pembuatan snack bar direkomendasikan sebesar 50 % tepung beras merah dan 50 % edamame dengan karakteristik kadar air (11,23 %), abu (2,69 %), lemak (19,46 %), protein (11,05 %), Karbohidrat (55,58 %), serat kasar (1,04 %) dan Total kalori (132,56 kkal) serta dengan karakteristik sensori warna (4,73), tekstur (4,57), aroma (4,80) dan rasa (5,13).
References
Amalia, R., Utami, R. dan Riyadi, N. H. 2011. Kajian Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Snack Bar Dengan Bahan Dasar Tepung Tempe dan Buah Nangka Kering Sebagai Alternatif Pangan CFGF (CASEIN FREE GLUTEN FREE). Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 7(1):1-8.
Almatsier S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Andriani, W.O. R. A. A., Ansharullah dan Asyik, N. 2018. Karakteristik Organoleptik dan Nilai Gizi Snack Bar Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Tepung Jagung (Zea mays L.) Sebagai Makanan Selingan Tinggi Serat. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan, 3(6):1448-1459.
AOAC, 1984. Official methods of analysis. Virginia : Association of Official Analytical Chemist. Inc.
Arsa, M. 2016. Proses Pencoklatan (Browning Process) Pada Bahan Pangan. Depanpasar : Universitas Udayana Denpasar.
Arwin, Tamrin dan Baco, A. R. 2018. Kajian Penilaian Organoleptik dan Nilai Gizi Snack Bar Berbasis Tepung Beras Merah dan Kacang Merah (Phaseolus vulgaris) Sebagai Makanan Selingan yang Berserat Tinggi. Jurnal Sains dan Teknologi Pangan, 3(2) : 1152-1162.
Astuti, L., Almasyhuri, A., Sundari dan Dian. 2015. Pengaruh Proses Pemasakan Terhadap Komposisi Zat Bahan Pangan Sumber Protein. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 25(4): 20747.
Avianty, S. dan Ayustaningwarno, F. (2016). Indeks Glikemik Snack Bar Ubi Jalar Kedelai Hitam Sebagai Alternatif Makanan Selingan Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 3(3).
Beck, M. E. 2011. Ilmu Gizi dan Diet, Hubungannya dengan Penyakit-Penyakit untuk Perawat dan Dokter. Yogyakarta : Andi.
De Garmo, E. P., Sullivan, W. G. dan Canada, C. R. 1984. Engineering Economi, Seven Edition. New York: Macmillan Publish Company.
Fatkurahman, R., Atmaka, W dan Basito. 2012. Karakterisitk Sensoris dan Sifat Fisikokimia Cookies Dengan Substitusi Bekatul Beras Hitam (Oryza sativa L.) dan Tepung Jagung (Zea mays L.). Jurnal Teknosains Pangan, 1(1) :49-57
Febriana, A. 2014. Evaluasi Kualitas Gizi, Sifat Fungsional dan Sifat Sensoris Sala Lauak dengan Variasi Tepung Beras Sebagai Alternatif Makanan Sehat. Jurnal Teknosains Pangan 3 (2) : 26-31.
Kusumastuty. I., Laily. F., dan Arliek, R, J. 2015. Formulasi Food Bar Tepung Bekatul dan Tepung Jagung sebagai Pangan Darurat. Indonesian Journal of Human Nutrition, 2(2):68-75.
Kemenkes Kesehatan RI. (2019). Angka Kecukupan Gizi Yang dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Nurcahyanti, D. N. 2009. Pengaruh Rasio Daging dan Filler Tepung Tapioka terhadap Kualitas Fisik dan Sensori Nugget Kelinci. Skripsi Yogyakarta : Fakultas Peternakan. Universitas Gajah Mada.
Sastrosupadi, A. 2000. Rancangan Percobaan Praktis. Yogyakarta : Kanisius.
Thoif. R.A., 2014. Formulasi Substitusi Tepung Beras Merah (Oryza nivara) dan Ketan Hitam (Oryza sativa glutinosa) dalam Pembuatan Cookies Fungsional. Skripsi. Bogor. Institut Pertanian Bogor.
Tjahyani, T., Wulan, R., Herlina, N. dan Suminarti, N. E. 2015. Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merr) pada Berbagai Macam Waktu Aplikasi Peptisida. Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, 3(6):511-517.
Oktavia, R. D. 2008. Evaluasi Produk Good Time Cookies di PT. Arnott’s Indonesia Sebagai Dasar Penentuan Nilai Tambah Produk. Skripsi. Bogor : Institut Pertanian Bogor.
USDA. 2018. National Nutrient Database for Standard Reference. Basic Report 11212 Vegetables and Vegetable Products. The National Agricultural Library, USA.
Setiani, W., Sudiarti, T dan Rahmidar, L. 2013. Preparasi dan Karakteristik Edible Film Dari Poliblend Pati Sukun-Kitosan. Valensi. 3 (2): 100-109.
Sudarmadji, S. Haryono, B. Dan Suhardi. 1997. Prosedur Analisis Bahan Makanan dan Hasil Pertanian. Yogyakarta: Liberty.
Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).