Formulasi Sukrosa dan Xylitol Pada Permen Jelly Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)

Authors

  • Syarif Agusfiansyah Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Suko Priyono Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jft.v6i2.74248

Keywords:

sukrosa, xylitol, belimbing wuluh, permen jelly

Abstract

Permen jelly merupakan permen yang terbuat dari campuran sari buah-buahan, bahan pembentuk gel, atau dengan penambahan agensia flavoring untuk menghasilkan berbagai macam rasa dengan bentuk fisik jernih dan transparan. Buah yang digunakan untuk pembuatan permen jelly yaitu belimbing wuluh yang mengandung asam sitrat. Pemanis yang digunakan yaitu gula Sukrosa dan Xylitol, dalam hal ini dilakukan pengkajian tentang formulasi penambahan gula Sukrosa dan Xylitol dengan konsentrasi beragam untuk mendapatkan permen jelly belimbing wuluh yang berkonsistensi kekenyalan serta mutu yang sesuai SNI (Standar Nasional Indonesia). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 1 faktor perlakuan yaitu konsentrasi gula Sukrosa dan Xylitol terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 3 ulangan tiap perlakuan sehingga diperoleh 15 sampel. Hasil penelitian menunjukkan dimana perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 0% gula Sukrosa + 60% Xylitol dengan hasil uji fisikokimia berupa Kadar Air (19,36%), Kadar Abu (0,43%), dan Tingkat Kekerasan (0,25 kgf). Hasil uji organoleptik terbaik terbaik yaitu tingkat kekerasan/kekenyalan 3,17, Rasa 2,93 (manis) , aroma buah 2,70 (cukup), warna 3,13 (putih), dan kesukaan 3,17 (suka).

References

Atmaka, W., E. Nurhartadi., M.M. Karim. 2013. Pengaruh Penggunaan Campuran Karaginan dan Konjak terhadap Karakteristik Permen Jelly Temulawak

(Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Jurnal Teknosains Pangan. 2(2):66-74.

Atmini, m. A., 2010, Pendugaan Umur Simpan Permen Jelly Pepaya (Carica papaya L.,), Skripsi, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Dewi, Y.S.K. dan O.A. Lestari., 2017. Permen Jelly Kaya Nutrisi dari Alam Borneo Kajian Aspek Nutrisi, Sensori dan Kesehatan. Universitas Tanjungpura. Pontianak.

De Garmo, E.D., W.G. Sullvian. Dan J.R Canada., 1984. Engginering Economy. Milan Publishing Company. New York.

Merta Cindy R. 2017. Pengaruh Kadar Gula Terhadap Kualitas Permen Jeli Belimbing Wuluh. Skripsi. Universitas Negeri Padang.

SNI No. 3457.2 - 2008. Kembang Gula Lunak. Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia.

Wijana, S., Mulyadi, A. Febrianto. dan Septivirta, T. D. T. 2014. Pembuatan Permen Jelly Dari Buah Nanas (Ananas Comosus L.) Subgrade (Kajian Konsentrasi Karagenan Dan Gelatin). Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang.

Soekarto. 1981. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Jakarta : Bharat Aksara.

Sudarmadji, S.I. Haryono B. dan Suhardi. 1986. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Liberty. Yogyakarta.

Downloads

Issue

Section

Articles