Effect of Aluminium Foil Packaging Thickness on the Product Quality of Banana Chips

Authors

  • Audri Oktaviandi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Sulvi Purwayantie Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura
  • Lucky Hartanti Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jft.v7i2.90398

Keywords:

thickness, packaging, aluminium foil, quality, banana chips

Abstract

This study aims to analyse the effect of aluminium foil packaging variation on the quality of kepok banana chips based on the parameters of moisture content, ash content, free fatty acid, colour, texture, and organoleptic test. The two types of packaging used were Full Aluminium Foil (0.3 mm) and Plastic Combination Aluminium Foil (0.2 mm), with a product shelf life of 30 days. Quality parameters were tested using moisture content, ash content, free fatty acids and sensory analysis, including colour and texture. The results showed that the packaging variation had no significant effect on moisture content, ash content, colour, and texture, but had a significant effect on free fatty acid content. The kepok banana chips produced did not meet the standard of fruit chips, both in terms of moisture content, ash content, and free fatty acids. However, the assessment by semi-trained panelists showed preference for the kepok banana chips based on colour and texture.

References

Afriyanti., Catur, B. H., dan Intan, N. T. 2018. Pendugaan Umur Sumpan Keripik Tempe Sagu

dalam Pengemas Aluminium Foil. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 2(1), 12-18.

BPS. 2021. Indeks Rata-Rata Produksi Tanaman Buah-Buah dan Sayuran. Retrieved from Badan

Pusat Statistik Kalimantan Barat.

BSN. 2018. Keripik Buah. Standar Mutu Indonesia. SNI 8370:2018. Badan Standarisasi Nasional.

Jakarta.

Fellows, P. J. 1990. Food Processing Technology Principles and Practise. England: Woodhead

Publishing Ltd.

Haryanto, D., Otik, N.., dan Fibra, N. 2013. Penyusunan Darft Standard Operating Procedure (SOP)

Pengolahan Keripik Pisang (Studi Kasus: di Salah Satu Industri Rumah Tangga Keripik

Pisang Bandar Lampung). Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian. 18(2), 132-136.

Ketaren, S. 2008. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Jakarta: UI Press.

Nurhasnawati, H., Supriningrum, R., dan Caesariana, N. 2015. Penetapan Kadar Asam Lemak

Bebas yang Digunakan Pedagang Gorengan. Jurnal Akfarsam, 1(1), 25-30.

Preneur, G. 2020. Teknologi Pangan. Jakarta: Jalan Pengusaha.

Sudarmadji, S.B. Haryono., dan Suhardi. 1996. Prosedur Analisa Bahan Makanan dan Pertanian.

Yogyakarta. Liberty.

Sulieman, M., Abd E., Attya, E., dan Mohamed Fawzy Ramadan. 2001. Antiradical Performance

and Physicochemical Characteristics of Vegetable Oils Upon Frying of French Fries: A

Preliminary Comparative. Journal of Environemntal, Agricultural and Food Chemistry.

Syahbania, N. 2012. Studi Pemanfaatan Talas (Coloscasia esculenta) Sebagai Bahan Pengisi dalam

Pembuatan Es Krim. Fakultas Pertanian. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Tumbel, N., dan Manurung, S. 2017. Pengaruh Suhu dan Waktu Penggorengan Terhadap Mutu

Keripik Nanas menggunakan Penggoreng Vakum. Jurnal Penelitian Teknologi Industri.

Wagiono. 2003. Menguji Kesukaan Secara Organoleptik. Bagian Proyek Pengembangan Kurikulum

Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Downloads

Published

2024-10-29

Issue

Section

Articles