KEJAHATAN PERKOSAAN TERHADAP ANAK YANG TERJADI DIWILAYAH POLRESTA PONTIANAK

Authors

  • HIDAYAT IT - A01110197

Abstract

Indonesia adalah negara hukum dan bukan negara yang  berdasarkan  kekuasaan  belaka  sebagaimana  yang sudah  cukup  jelas  ditegaskan  dalam  Penjelasan  Umum Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Tahun 1945  bahwa  setiap  orang  maupun  penyelenggara  Negara harus  tunduk dan patuh terhadap hukum, tindakan apapun harus di  landasi  oleh  hukum  dan  harus dipertanggungjawabkan  secara  hukum  yang  berlaku  demi terwujudnya  keadilan,  ketertiban  dan  kesejahteraan  dalam kehidupan  berbangsa  dan bernegara.  Majunya  suatu bangsa  itu  ditentukan  oleh  generasi  penerus yaitu anak. Anak merupakan generasi penerus cita-cita bangsa sehingga memerlukan perlindungan dari semua  pihak  dari  berbagai macam  kekerasan  termasuk  perkosaan  agar  terjaminya cita-cita  bangsa  yang  akan  diemban  oleh  anak.  Masalah yang diteliti yaitu : "Faktor penyebab kejahatan  perkosaan terhadap  anak  yang  terjadi  di  wilayah polresta  pontianak?".  Dalam  penelitian  ini,  penulis menggunakan  metode  yuridis  sosiologis  yang  berdasarkan ketentuan-ketentuan  perundang-undangan  yang  berlaku dikaitkan  dengan  teori  hukum  serta  melihat  realita  yang terjadi  di  masyarakat:  Lokasi penelitian penulis adalah daerah wilayah hukum  polresta  pontianak  dimana terjadinya perkosaan  terhadap  anak,  dalam  penelitian  ini  penulis mengumpulkan  data  melalui wawancara dan anGket.  Berdasarkan  penelitian  menunjukan  bahwa faktor  penyebab  terjadinya  kejahatan  perkosaan  terhadap anak  adalah  faktor  intenal  (  kejiwaan,pendidikan,  agama) dan  faktor ekstenal ( lingkungan yang memberikan kesempatan  Upaya  dari  pihak  kepolisian  dalam menanggulangi  kejahatan  perkosaan  terhadap  anak  adalah dengan  memberikan arahan kepada para orang tua agar lebih peduli  kepada  anak  dan  menghimbau  kepada  masyarakat apabila  terjadi  kasus  perkosaan  segera  melapor  kepada aparat  kepolisian  dan  upaya  dari  pihak  KPAID provinsi  kalimantan barat adalah dengan melakukan mediasi kepada  pihak-pihak  terkait,  serta  melakukan  sosialisasi anti  kekerasan  seksual  terhadap  anak  dan  melakukan seminar  tentang penanggulangan kekerasan seksual terhadap anak..  Penulis  dalam  hal  ini  mengajukan  saran  agar adanya  kerjasama  antara  berbagai  pihak-pihak  terkait dalam  hal  mencegah  dan  menangulangi  tindak  pidana perkosaan,  selain  itu  perlunya  mengoptimalkan  peran orang  rua  agar  lebih  mengawasi  anak  dan  memberikan pembekalan  nilai-nilai  agama  sedini  mungkin  kepada anak-anak  dan  memberikan  sanksi  yang  berat  dengan menjatuhkan  hukuman  maksimal  kepada  para  pelaku tindak  pidana  perkosaan terhadap anak.

Kata Kunci :  Kejahatan, Perkosaan, Anak

Downloads

Published

2015-08-19