PENGAJUAN DISPENSASI KAWIN OLEH ORANG TUA PASANGAN USIA MUDA DESA NANGA EMPANGAU KECAMATAN BUNUT HILIR KE PENGADILAN AGAMA PUTUSSIBAU

Authors

  • TRISNAWATI - A01112030

Abstract

Seiring  dengan  kompleksnya  masalah  sosial  serta  tidak  seimbangnya  pemikiran  masyarakat,  maka  berdampak  pada  munculnya  berbagai  permasalahan  hukum  ditengah-tengah  masyarakat.  Hal  tersebut  dikarenakan  kurangnya kesadaran hukum yang tumbuh dalam diri masyarakat, sehingga hal-hal  tersebut  marak  terjadi  di  tengah-tengah  kehidupan.  Salah  satunya  yaitu  perkawinan usia muda yang marak terjadi di masyarakat baik daerah pedesaan  maupun  perkotaan.  Faktor-faktor  yang  menyebabkan  terjadinya  hal  ini  yaitu  kurangnya perhatian orang tua, faktor ekonomi, putus sekolah, dan lain-lain.  Dalam  Undang-undang  Nomor  1  Tahun  1974  Pasal  7  ayat  (2)  menyatakan perkawinan di usia muda bisa dilangsungkan apabila orang tua dari  pasangan  usia  muda  tersebut  meminta  dispensasi  kawin  kepada  Pengadilan  Agama.  Dispensasi  kawin  yaitu  izin  pembebasan  dari  suatu  kewajiban  atau  larangan.  Jadi  dispensasi  merupakan  kelonggaran  terhadap  sesuatu  yang  sebenarnya  tidak  diperbolehkan  menjadi  diperbolehkan  untuk  dilakukan  atau  dilaksanakan.  Rumusan  Masalah  :  Apakah  Orang  Tua  Pasangan  Usia  Muda  Desa  Nanga Empangau Kecamatan Bunut Hilir Telah Mengajukan Dispensasi Kawin  Ke Pengadilan Agama Putussibau?  Hipotesis  :  Bahwa  Orang  Tua  Pasangan  Usia  Muda  Desa  Nanga  Empangau  Kecamatan  Bunut  Hilir  Tidak  Mengajukan  Dispensasi  Kawin  Ke  Pengadilan Agama Putussibau.  Faktor-faktor yang menyebabkan tidak diajukannya Dispensasi Kawin  oleh orang tua pasangan usia muda ini yaitu karena tidak mengetahui mengenai  dispensasi kawin serta prosedur pengajuannya, jarak yang jauh dan biaya mahal,  serta kurangnya kepedulian akan hal tersebut.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  adalah  Metode  Empiris  dengan  melakukan  penelitian  kepustakaan  (library  research)  berupa  pencarian  literatur-literatur,  tulisan-tulisan,  pendapat-pendapat  para  sarjana,  dokumen-dokumen, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada hubungannya  dengan masalah penelitian ini dan penelitian lapangan (field research) dilakukan  dengan cara turun kelapangan untuk mendapatkan dan mengumpulkan data serta  mengamati permasalahan dalam penelitian ini.  Saran  :  sebaiknya  pihak  orang  tua  lebih  mengutamakan  pendidikan  untuk  anak-anaknya,  dan  pihak  yang  berkompeten  memberikan  sanksi  yang  tegas  kepada  masyarakat  desa  terutama  orang  tua  pasangan  usia  muda  yang  melakukan kecurangan seperti memalsukan umur saat ingin mengawinkan anak-anaknya, serta mengajukan dispensasi kawin agar adanya perlindungan hukum  bagi perkawinan anak-anaknya.  Keywords : Dispensasi Kawin, Orang Tua, Pasangan Usia Muda.

Downloads

Published

2016-03-04