KEWAJIBAN PERDATA MASYARAKAT DESA SANDAI KIRI KECAMATAN SANDAI MENDAFTARKAN TANAHNYA PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN KETAPANG

Authors

  • MUGHNIY PUTRI SYURYANINGSIH - A01112044

Abstract

Dalam  pemberian  jaminan  kepastian  hukum  dibidang  pertanahan  diperlukan  adanya  perangkat  hukum  yang  tertulis,  maka  dari  itu  oleh  pemerintah  dikeluarkan  Undang-Undang  Nomor  5 Tahun 1960  Tentang  Peraturan  Dasar  Pokok  Agraria,  dalam  Pasal  19  Ayat  (1)  memerintahkan  diselenggarakan  pendaftaran  tanah  dalam  rangka  menjamin  kepastian  hukum.  Untuk  melaksanakan  dari UU no.5 Tahun 1960 dikeluarkan Peraturan Pemerintah  Nomor  24  Tahun  1997  Tentang  Pendaftaran  Tanah  Jo  Peraturan Menteri Agraria /Ka BPN Nomor 3 Tahun 1997  Tentang Ketentuan Pelaksanaan Pp No 24 Tahun 1997.  Sejak  berlakunya  UUPA  hingga  sekarang  pendaftaran  tanah  di  Desa  Sandai  Kiri  Kecamatan  Sandai  Kabupaten  Ketapang  belum  mencapai  hasil  seperti  yang  diharapkan, karena sebagian besar dari pemegang hak milik  atas tanah belum secara teratur melaksankan kewajibannya  untuk  mendaftarkan  tanahya  pada  Kantor  Pertanahan  Kabupaten Ketapang. Dimana luas bidang tanah yang telah  terdaftar dan telah memilki sertifikat sekitar ±33,33% yaitu  sekitar  360,463  Ha  dari  luas  tanah  keseluruhan  yang  berkisar  1.081,5  Ha  Maka  sudah  menjadi  kewajiban  bagi  pemilik tanah di Desa Sandai Kiri Kecamatan Sandai untuk  mendaftarkan  setiap  bidang  tanah  yang  dimilikinya  ke  Kantor  Pertanahan  Kabupaten  Ketapang  untuk  mendapatkan  sertifikat  hak  milik  atas  tanahnya  sebagai  tanda bukti kepemilikan.

Dalam  penelitian  ini  menggunakan  metode  empiris  yaitu  metode  penelitian  hukum  yang  berfungsi  melihat hukum dalam artian nyata dan meneliti bagaimana  bekerjanya  hukum  di  lingkungan  masyarakat.  Faktor  masyarakat  Desa  Sandai  Kiri  Kecamatan  Sandai  belum  mendaftarkan  tanah  hak  miliknya  adalah  dikarenakan  urusannya  yang  memakan  waktu  lama,  tidak  memiliki  biaya,  tidak  mengetahui  prosedur  pendaftaran  tanah  dan  administrasinya  yang  berbelit-belit.  Serta  kurangnya  sosialisasi  mengenai  pendaftaran  tanah  dari  Kantor  Pertanahan  Kabupaten  Ketapang.  Akibat  Bagi  masyarakat  yang belum mendaftarkan tanahnya maka belum sah secara  hukum siapa pemegang haknya dan  akibatnya akan terjadi  sengketa  tanah  dan  penyerobotan  lahan  oleh  orang  lain  untuk menggunakan lahannya  Peran  Kepala  Desa  Sandai  Kiri  Kecamatan  Sandai Kabupaten Ketapang untuk mengatasi permasalahan  tersebut  dengan  diadakannya  penyuluhan  kepada  masyarakat  terkait  pendaftaran  tanah  sehingga  tumbuh  kesadaran dari masyarakat untuk segera mendaftarkan tanah  hak  milikinya.  Upaya  pemilik  tanah  dalam  mendaftarkan  tanahnya dapat berupa inisiatif yang datang dari pemilik hak  atas  tanah  yang  ingin  mendaftarkan  tanahnya  sebagai  pemohon  sertifikat  Dari  Kantor  Pertanahan  Kabupaten  Ketapang  sebagai  pelaksana  pendaftaran  tanah  yang  ditunjuk  oleh  pemerintah  juga  meningkatkan  program-program  seperti  Adjudikasi  atau  bahkan  membebaskan  biaya-biaya  pendaftaran  tanah  bagi  warga  yang  berpenghasilan rendah seperti halnya tercantum dalam Pasal  19 Ayat 4 UUPA.

 

Kata kunci : kewajiban perdata, pendaftaran tana

Downloads

Published

2016-05-14