PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI HASIL PEMELIHARAAN SAPI DI KELURAHAN SAIGON KECAMATAN PONTIANAK TIMUR KOTA PONTIANAK

Authors

  • IKRIMA ROZA PUTRIANTIWI - A01112125

Abstract

Pasal  1338  ayat  (1)  Kitab  Undang-Undang  Hukum  Perdata,  menentukan bahwa setiap peijanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai  Undang-undang bagi para pihak yang membuat peijanjian tersebut, hal ini  bermakna  bahwa  setiap  peijanjian  yang  dibuat  memenuhi  syarat  sahnya  peijanjian  Pasal  1320  Kitab  Undang-Undang  Hukum  Perdata,  maka  peijanjian tersebut mengikat kedua belah pihak yang mengadakan peijanjian  untuk dilaksanakan.  Demikian  pula  halnya  seharusnya  pada  peijanjian  bagi  hasil  pemeliharaan  sapi  potong,  karena  peijanjian  tersebut  sah,  maka  apa  yang  dipeijanjikan  tersebut  harus  dilaksanakan  oleh  kedua  belah  pihak  dalam  peijanjian, di mana pihak pemelihara sapi senantiasa memelihara sapid an  tidak boleh menjual sapi yang dipeliharanya tanpa seizing pemilik sapi, dan  pemilik berkewajiban membagi hasil penjualan sapi dengan perbandingan  sama besarnya.  Namun pada kenyataannya masih ada pihak pemelihara sapi yang  belum  melaksanakan  kewajibannya  sebagaimana  yang  telah  disepakati  dalam peijanjian bagi hasil pemeliharaan ternak sapi di Kelurahan Saigon,  sebagai  faktor  penyebab  pemeliharaan  sapi  tidak melaksanakan  peijanjian  bagi  hasil  yang  telah  disepakati  adalah  karena  Tidak  sempat  memberitahukan  kepada  pemilik  sapi,  sementara  ada  pembeli  yang  mendesak memerlukan sapid an dengan tawaran harga yang tinggi, karena  yang hasil penjualan sapi akan dipergunakan untuk keperluan keluarga yang  mendesak apabila diberitahukan kepada pemilik sapi tentu tidak akan dapat  mempergunakan seluruh hasil penjualan sapi tersebut.  Akibat hukum bagi para pemelihara sapi yang tidak melaksanakan  peijanjian  bagi  hasil  yang  telah  disepakati  adalah  pemilik  sapi  menghentikan  peijanjian  bagi  hasil  pemeliharaan  sapi,  dan  pemilik  sapi  meminta seluruh hasil penualan sapi.  Pemilik  sapi  belum  melakukan  upaya  apapun  salam  usaha  untuk  pemenuhan  haknya  yang  tidak  dipenuhi  oleh  pihak  pemelihara  sapi,  selain  hanya  memberikan  peringatan  kepada  pemeliharaan  sapi  untuk  memenuhi  kewajibannya  secara  sukarela  dan  menghentikan  perjanjian bagi hasil pemeliharaan sapi.

 

Kata kunci: Bagi hasil, pemeliharaan sapi, wanprestasi

Downloads

Published

2017-05-22