KAJIAN YURIDIS TERHADAP PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA BERAT BERDASARKAN PASAL 9 UNDANG-UNDANG NOMOR 26 TAHUN 2000

Authors

  • MASPITURATAUJAN. - A11109201

Abstract

iii  ABSTRAK  Kajian  Yuridis  Terhadap  Pelanggaran  Hak  Asasi  Manusia  Berat Berdasarkan  Pasal  9  Undang-undang  Nomor  26  Tahun  2000.  Pelanggaran HAM berat merupakan extra ordinary crimes yang berdampak secara luas, baik pada  tingkat  nasional  maupun  Internasional.  Pelanggaran  tersebut  menimbulkan kerugian baik materiil maupun imateriil yang mengakibatkan perasaan tidak aman terhadap  perorangan  dan  masyarakat.  Atas  dasar  tersebut,  Presiden  dengan persetujuan bersama DPR mengeluarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang  Pengadilan  HAM,  dimana  peristiwa  kejahatan  terhadap  kemanusian  di Indonesia  merupakan  tanggungjawab  Negara  untuk  mengadili  pelaku  kejahatan tersebut.  Kejahatan  terhadap  kemanusiaan  menurut  Pasal  9  undang-undang tersebut diartikan sebagai salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan  secara  langsung  terhadap  penduduk  sipil.  Perbuatan  tersebut  dapat berupa  pembunuhan,  pemusnahan,  perbudakan,  pengusiran  atau  pemindahan penduduk  secara  paksa  termasuk  perampasan  kemerdekaan  atau  perampasan kebebasan  fisik  lain  secara  sewenang-wenang  yang  melanggar  ketentuan  pokok hukum Internasional. Masih menurut pasal tersebut, tindakan lain sebagai wujud dkejahatan kemanusiaan dapat juga berbentuk penyiksaan, perkosaan, perbudakan seksual,  pelacuran  secara  paksa,  pemaksaan  kehamilan,  pemandulan  atau sterilisasi  secara  paksa  atau  bentuk-bentuk  kekerasan  seksual  lain  yang  setara. Demikian pula penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu atau perkumpulan yang  didasari  persamaan  politik,  ras,  kebangsaan,  etnis,  budaya,  agama,  jenis kelamin  atau  alasan  lain  yang  telah  diakui  secara  universal  sebagai  hal  yang dilarang  menurut  hukum  Internasional.  Penghilangan  orang  secara  paksa  atau apartheid. Kejahatan  genosida  dan  kejahatan  terhadap  kemanusian  merupakan perkara pidana luar biasa dan berdampak luas baik pada tingkat nasional maupun internasional.  Pemberlakuan  Undang-Undang  Nomor  26  Tahun  2000  tentang Pengadilan  Hak  Asasi  Manusia,  haruslah  memenuhi  standar  atau  norma penyelenggaraan  hak  asasi  manusia  internasional  agar  tercipta  suatu  prinsip peradilan  yang  bebas  dan  tidak  memihak.  Tegaknya  HAM  selalu  mempunyai hubungan  korelasi.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  mengkaji bagaimana  terjadinya  pelanggaran  HAM  berat  berdasarkanPasal  9  Undang-undang Nomor 26 Tahun 2000 serta mengetahui peran peradilan HAM Ad Hoc. Penelitian ini juga menggunakan metode pendekatan yuridis yang artinya melihat  hukum  dan  bagaimana  kenyataannya  dan  ditunjang  dengan  pendekatan  yuridis-teoritis. Data utama utama penelitian menggunakan data sekunder, sedangkan data primer  berfungsi  sebagai  penunjang.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa persidangan  HAM  berat  ini  merupakan  ajang  awal  dimulainya  gagasan  baru dalam  dunia  peradilan  di  Indonesia,  bahkan  dalam  tingkat  regional,  yang berkaitan  dengan  HAM.  UU  No.  26  Tahun  2000  menjadi  dasar  pembentukan Pengadilan  HAM  permanen  untuk  menangani  kasus-kasus  pelanggaran  HAM yang  terjadi  sebelum  UU  ini  disahkan,  instrumen  ini  juga  menjadi  dasar didirikannya  Pengadilan  HAM  Ad  Hoc.  Yurisdiksi  pengadilan  HAM  ini  adalah memeriksa dan memutus perkara pelanggaran HAM berat baik yang dilakukan di dalam maupun di luar batas territorial wilayah negara Indonesia oleh warganegara Indonesia.  Adanya  pengaturan  tentang  sanksi  pidana  pelaku  kejahatan  genosida dan kejahatan terhadap kemanusian dan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2000 tentang  Pengadilan  Hak  Asasi  Manusia  akan  menghukum  pelaku  kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusian yang sesuai dengan standar-srandar internasional. Hal ini akan mencegah terjadinya kejahatan genosida dan kejahatan terhadap kemanusian di Indonesia.

Keyword : Pelanggaran HAM, Jajak Pendapat, Peradilan HAM Ad Hoc

Downloads

Published

2014-05-05