PENGAWASAN TERHADAP AKTIVITAS KEGIATAN DITAMAN ALUN-ALUN KAPUAS BERDASARKAN PASAL 2 AYAT 1 PERATURAN DAERAH NO. 3 TAHUN 2004 TENTANG KETERTIBAN UMUM DI KOTA PONTIANAK

Authors

  • SUDHARMAN - A01109091

Abstract

Menjaga  keamanan  dan  ketertiban  pada  lingkungan  publik  merupakan  tanggung jawab kita bersama yang lebih lanjut diamanatkan oleh undang-udang  kepada aparatur negara sehingga menjadi kewajibanya untuk mengawasi, menjaga,  serta menindak lanjuti apabila ada masalah atau perbuatan yang melanggar hukum,  semua  itu  bertujuan  agar  menciptakan  ketertiban  dan  ketenangan  yang  berarti  menjaga  kepentingan  umum,  baik  kepentingan  pribadi  maupun  kepentingan  bersama. Dalam penelitian ini penulis mengambil sample lokasi diwilayah taman  alun-alun Kapuas yang didasari karena taman ini merupakan taman utama di Kota  Pontianak  sehingga  menjadi  cerminan  keindahan  kota  Pontianak.  Masalah  yang  terjadi  di  Taman  Alun-alun  Kapuas  adalah  segala  perbuatan  masyarakat  yang  melanggar hukum baik itu KUHP seperti tindak pencurian, perjudian, dan Perauran  Daerah  seperti  berjualan  pada  tempat  yang  dilarang,  membuang  sampah  sembarangan  yang  dilakukan  oleh  pedagang  dan  pengunjung  taman  Alun-alun  Kapuas.  Penelitian  yang  akan  dilakukan  oleh  penulis  adalah  penelitian  hukum  empiris  dengan  pendekatan  deskriptif  analisis,  penelitian  hukum  empiris  adalah  suatu penelitian yang beranjak dari adanya kesenjangan antara das solen dengan das  sein, yaitu kesenjangan antara teori dengan dunia relita, kesenjangan antara keadaan  teoritis  dengan  fakta  hukum,  dan  atau  adanya  situasi  ketidaktahuan  yang  dikaji  dengan menggambarkan keadaan sebagaimana adanya pada waktu penelitian, dan  kemudian menganalisanya hingga menarik kesimpulan.  Berdasarkan  hasil  penelitian  dan  pembahasan  dapat  disimpulkan  bahwa  kendala-kendala yang dihadapi oleh aparatur negara dalam melaksanakan tugasnya  menjaga  ketertiban  umum  di  lingkungan  Taman  Alun-alun  Kapuas  adalah  kurangnya kesadaran dan pemahaman masyarakat dalam mematuhi hukum, yang  disebabkan  kurang  profesionalnya  aparatur  negara  dalam  menjalankan  tugasnya  sebagai  pengayom  masyarakat,  hal  ini  didasari  dari  minimnya  komunikasi,  partisipasi  dan  koordinasi,    antara  Masyarakat  dan  Pemerintah  Daerah  melalui  Aparatur  Negaranya  yang  tersusun  dalam  rencana  strategis.  Serta  tidak  maksimalnya pendaya gunaan instansi terkait, seperti Depsos Dan Depnakertrans  sebagai tindak lanjut dari proses pengayoman kepada masyarakat tersebut.        Kata

Keyword :  Implementasi Peraturan Daerah, Ketertiban Umum

Downloads

Published

2015-03-20