DAMPAK PEMBUANGAN LUMPUR PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM KOTA PONTIANAK TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI KAPUAS

Authors

  • Hasriana Fitri .

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v1i1.1899

Abstract

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pontianak merupakan perusahaan yang memproduksi air bersih. Dalam proses produksi air bersih tersebut menghasilkan  limbah  lumpur.  Kandungan dalam lumpur  tersebut terdeteksi mengandung aluminium akibat dari penggunaan aluminium sulfat/tawas pada proses pengolahan air bersih. Adanya kandungan logam aluminium di dalam lumpur ini tergolong sebagai limbah bahan berbahaya beracun sehingga diperkirakan dapat menimbulkan dampak. Untuk itulah  perlu  dilakukan penelitian  agar dapat diketahui  seberapa  besar konsentrasi aluminium yang teridentifikasi  serta  untuk  mengetahui  dampak yang  akan  ditimbulkan  terhadap  biota air  jenis Crustacea  dan kualitas air Sungai Kapuas  dengan menggunakan metode analisis risiko lingkungan. Pengumpulan data dilakukan dengan  pengambilan sampel  pada titik sampel yang berada di dekat sumber pembuangan lumpur  yaitu pada pembuangan lumpur itu sendiri, lokasi  intake, lokasi ¼ lebar sungai dari intake dan  lokasi ½ lebar sungai dari intake. Sedangkan titik sampel ke arah hilir dan hulu dibagi menjadi empat  lokasi, dengan  jarak per 500 m sampai 2000 m  dari sumber pembuangan lumpur. Pengambilan sampel ini mempertimbangkan kondisi arus pasang tertinggi dan surut terendah, karena Sungai Kapuas yang dijadikan lokasi pengambilan sampel dipengaruhi oleh kondisi arus pasang dan surut.  Berdasarkan hasil analisis,  perkiraan  daya racun  tertinggi  terletak pada titik sumber buangan lumpur yaitu sebesar 314,74 mg/l atau setara dengan 1.573 kali melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan  yaitu 0,2 mg/l.  Konsentrasi aluminium yang berlebihan ini dapat  berdampak negatif bagi makhluk hidup dan menyebabkan pencemaran bagi kualitas air Sungai Kapuas di sekitar intake. Sedangkan untuk perkiraan risiko pada aliran pembuangan lumpur PDAM ke arah pertengahan Sungai Kapuas tergolong berisiko tinggi terhadap biota air jenis Crustacea.  Adanya perkiraan daya racun dan perkiraan risiko yang tinggi  ini  maka  diusulkan alternatif manajemen risiko untuk meminimalisasi konsentrasi aluminium pada buangan lumpur tersebut. Alternatif  yang diusulkan adalah pihak PDAM membentuk bagian pengolahan lumpur sebagai bagian dari struktur organisasi di lingkungan PDAM yang bertugas mengolah pembuangan lumpur, menjadwalkan pembuangan lumpur dengan mempertimbangkan kondisi  pasang dan surut  Sungai Kapuas, serta memanfaatkan lumpur PDAM sebagai tawas cair dan bahan campuran pembuatan batako.  Kata kunci: lumpur PDAM, aluminium sulfat, risiko lingkungan.

Downloads

Published

2013-04-22

Issue

Section

Articles