PERENCANAAN SALURAN PRIMER PARIT TOKAYA DENGAN KEMAMPUAN SWA PURIFIKASI SALURAN TERHADAP BEBAN PENCEMAR ORGANIK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v1i1.1900Abstract
Hasil pemantauan kualitas air Parit Tokaya oleh BLH Kota Pontianak pada tahun 2010 dan 2011 menunjukan nilai BOD yang telah melebihi nilai maksimum menurut baku mutu kelas dua menurut Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001. Keadaan ini menandakan jika Parit Tokaya telah tercemar oleh limbah domestik dan air tidak dapat digunakan lagi oleh masyarakat setempat untuk aktivitas seperti MCK. Perbaikan kualitas air Parit Tokaya dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan meningkatkan kemampuan swa purifikasi saluran. Untuk merancang cara meningkatkan kemampuan swa purifikasi Parit Tokaya perlu diketahui nilai DO lapangan. Swa purifikasi dilakukan dengan memperbaiki koefisien rearasi (Kr), yang dapat dicapai dengan mengubah dimensi saluran, menggunakan alat atau bangunan. Kondisi Parit Tokaya tidak memungkinkan untuk mengubah dimensi saluran atau menggunakan bangunan. Sehingga metode peningkatan swa purifikasi yang mungkin digunakan adalah menggunakan alat yang dapat mensuplai oksigen ke dalam air atau yang disebut aerator. Hasil pengukuran memberikan nilai DO lapangan bervariasi antara 0,84-4,74 mg/l pada kondisi surut dan 1,61-6,61 mg/l pada kondisi pasang. Peningkatan swa purifikasi diharapkan dapat meningkatkan nilai DO di dalam Parit Tokaya minimal 2 mg/l. Jumlah aerator yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas air Parit Tokaya adalah 35 buah. Aerator dipasang sepanjang Parit Tokaya dengan jarak antara aerator adalah 150 m. Sedangkan kapasitas pompa aerator yang digunakan adalah 10 W/m3 – 90 W/m3. Kata kunci : Parit Tokaya, swa purifikasi, aeratorDownloads
Published
2013-04-22
Issue
Section
Articles