EFEKTIVITAS LUBANG RESAPAN BIOPORI TERHADAP LAJU RESAPAN (INFILTRASI)
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtllb.v1i1.3441Abstract
Pengelolaan sampah organik yang berada di perkebunan penduduk di Desa Amboyo Inti tidak dilakukan dengan baik, sehingga menjadi salah satu permasalahan bagi pengelolaan sampah. Sampah buah-buahan yang menumpuk, menimbulkan bau busuk dan mengundang binatang untuk berdatangan. Jenis tanah yang berada diperkebunan penduduk di Desa Amboyo Inti memiliki jenis tanah lempung-lempung lanau yang memiliki permeabilitas tanah masuk dalam kelas lambat, sehingga pada saat musim penghujan, terjadi run off yang berakibat pada semakin berkurangnya area infiltrasi air hujan. Penelitian ini digunakan untuk mengetahui perbandingan laju resapan sebelum dan setelah adanya biopori dengan sampah kulit buah, serta mengetahui laju resapan (infiltrasi) terhadap kinerja biopori paling besar berdasarkan variasi umur sampah. Penelitian ini dilakukan dengan mengebor tanah pada kedalaman 50 cm menggunakan Hand Bor berdiameter 7 cm. Jarak antar lubang adalah 5 meter, dengan 4 titik sampel penelitian. Kemudian dimasukkan sampah kulit buah, dan pengukuran laju infiltrasi dilakukan setelah sampah terdekomposisi selama 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari. Pengukuran infiltrasi menggunakan pipa paralon dengan cara mengamati penurunan muka air didalam paralon setiap interval waktu 5 menit. Penggunaaan pipa berlubang dan pipa tidak berlubang dilakukan untuk mengetahui efektivitas laju infiltrasi penggunaan biopori tanpa pipa berlubang dan efektivitas laju infiltrasi pada pipa berlubang. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan laju infiltrasi rata-rata sebelum adanya biopori adalah 1,69 mm/menit. Sedangkan pada lubang biopori 1 dan 2 tanpa menggunakan pipa berlubang terjadi kenaikan laju infiltrasi pada minggu ke-2 sebesar 2,02 mm/menit dan 2,12 mm/menit dengan umur sampah yang optimal dalam penelitian biopori ini untuk meresapkan air adalah minggu ke-2 dan efektivitas penurunan laju infiltrasi rata-rata sebesar 1,03 mm/menit atau 39% dan 1,33 mm/menit atau 21,30%. Sedangkan pada lubang biopori 3 dan 4 menggunakan pipa berlubang terjadi kenaikan laju infiltrasi pada minggu ke-2 dan minggu ke-4 sebesar 4,90 mm/menit dan 6,40 mm/menit, dan efektivitas kenaikan laju infiltrasi rata-rata sebesar 2,25 mm/menit atau 33,14% dan 2,68 mm/menit atau 58,58 %. Kinerja biopori pada penelitian ini dipengaruhi oleh lamanya waktu pengomposan dan hari hujan. Kata kunci : Laju infiltrasi, sampah kulit buah, bioporiDownloads
Published
2013-09-20
Issue
Section
Articles