Analisa Penentuan Skala Prioritas Genangan atau Banjir di Kecamatan Bogor Selatan

Authors

  • Anita Rufina Insitut Teknologi Nasional Bandung
  • Eka Wardhani Insitut Teknologi Nasional Bandung
  • Lina Apriyanti Sulistyowati Insitut Teknologi Nasional Bandung

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v7i2.37132

Abstract

Abstract

 

Drainage system is a water structure that has a function to reduce excess water from an area or land (Suripin, 2004). Based on the 2018 Bogor City Drainage Masterplan, there are drainage channel problems in 18 flood innudation points in South Bogor District. Out of 18 innudation points, 9 points have been choosen to be prioritized according to a priority scale after comparing parameters stated in Minister of Public Works and Public Housing Regulation No.12 of 2014 concerning the Implementations of Urban Drainage System. The 9 innudation points are located in 4 villages, and villages with the highest flood innudation points are Lawanggintung, Cikaret, Kertamaya and Batutulis. Flooding in South Bogor District is caused by problems in the drainage channel system. Problems that arise includes the conversion of irrigation and waste in drainage channels, overloaded drainage channels, broken water embankment, lack of drainage channels, reduction of channel capacity by permanently narrowing or closing channels, lack of channel capacity, as well channel siltation due to the waste.

 

Keywords: drainage, water puddles, flooding

 

Abstrak

 

Sistem drainase merupakan bangunan air yang memiliki fungsi untuk mengurangi kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan. (Suripin, 2004). Berdasarkan masterplan drainase Kota Bogor tahun 2018, Kecamatan Bogor Selatan memiliki permasalahan saluran drainase meliputi 18 titik genangan banjir. Pada 18 titik genangan banjir, terdapat 9 titik genangan banjir yang menjadi prioritas berdasarkan metode skala prioritas, yakni dengan memberikan skoring pada kondisi genangan terhadap parameter-parameter yang terdapat pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No.12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.   Daerah yang meliputi 9 titik genangan banjir tersebar di 4 kelurahan. Kelurahan dengan titik genangan banjir paling tinggi adalah Kelurahan Lawanggintung, Cikaret, Kertamaya, dan Batutulis. Permasalahan yang menyebabkan terjadinya genangan banjir di wilayah Kecamatan Bogor Selatan adalah pada sistem saluran drainase. Permasalahan yang timbul meliputi alih fungsi saluran irigasi dan sampah, kapasitas saluran drainase terlampaui, rusaknya tanggul penampung air, belum adanya saluran drainase, pengurangan kapasitas saluran seperti tertutupnya saluran secara permanen dan penyempitan, kapasitas saluran drainase yang minim, serta terjadinya pendangkalan saluran oleh sampah.

 

Kata Kunci: drainase, genangan air, banjir

Author Biographies

Anita Rufina, Insitut Teknologi Nasional Bandung

Jurusan Teknik Lingkungan

Eka Wardhani, Insitut Teknologi Nasional Bandung

Jurusan Teknik Lingkungan

Lina Apriyanti Sulistyowati, Insitut Teknologi Nasional Bandung

Jurusan Teknik Lingkungan

References

DAFTAR PUSTAKA

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor.2018. Masterplan Drainase Kota Bogor Tahun 2018. Bogor. BAPPEDA Kota Bogor.

Joetata, Hardihardaja. 1997. Drainase Perkotaan. Jakarta: Gunadarma

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan.

Sailendra, Agus Bari. 2011. Perencanaan Drainase dan Bahu Jalan Yang Berwawasan Lingkungan. Bandung: Puslitbang Jalan dan Jembatan

Suripin. 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Yogyakarta. ANDI Offset.

Downloads

Published

2019-11-23

Issue

Section

Articles