Pembuatan Pupuk Kompos Cair dari Air Buangan Industri Tahu

Authors

  • Indah Rakhmayani Tanjungpura University
  • Nabila Shafa Aulia Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura
  • Noviyanti Noviyanti Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura
  • Dian Rahayu Jati Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura
  • Isna Apriani Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v8i2.44182

Keywords:

Tofu Production, Cleaner Production, Liquid Compos, Waste Minimization, Mass Balance

Abstract

Abstract

 

Cleaner production is an environmental processing strategy that is implemented on an ongoing basis to increase eco-efficiency in order to reduce risks to human health and the environment. The tofu industry in its production process produces waste, both solid and water. Disposal of waste directly to water bodies will damage the environment by creating unpleasant odors and the hot temperature of waste water which can affect the growth of aquatic biota. Tofu production produces 150 L of liquid waste from the soaking and filtering process. Meanwhile, 50 kg of solid waste is produced from milling soybeans. Solid waste will be used as animal feed and liquid waste will be processed into liquid compost.

 

Keywords: Tofu Production, Cleaner Production, Liquid Compos, Waste Minimization, Mass Balance.

 

Abstrak

 

Produksi bersih merupakan strategi pengolahan lingkingan yang diterapkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ekofisiensi agar dapat mengurangi resiko terhadapat kesehatan manusia dan lingkungan. Industri tahu dalam proses produksinya menghasilkan limbah, baik padat maupun air. Pembuangan limbah langsung ke badan air akan merusak lingkungan dengan timbulnya bau tidak sedap dan suhu air limbah yang panas dapat mempengaruhi pertumbuhan biota air. Produksi tahu menghasilkan limbah cair sebanyak 150 L dari proses perendaman, dan penyaringan. Sedangkan limbah padat yang dihasilkan sebanyak 50 kg yang berasal dari penggilingan kacang kedelai. Limbah padat akan dijadikan pakan ternak dan limbah cair akan diolah menjadi pupuk kompos cair.

 

Kata Kunci : Industri Tahu, Produksi Bersih, Pupuk Kompos, Minimasi Limbah, Neraca Massa.

Author Biographies

Nabila Shafa Aulia, Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Noviyanti Noviyanti, Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Dian Rahayu Jati, Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Isna Apriani, Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

Program Studi Teknik Lingkungan Jurusan Teknik Lingkungan Universitas Tanjungpura

References

DAFTAR PUSTAKA

Ananda, Eka Resky, dkk. 2018. Pembuatan Alat Pengolah Limbah Cair dengan Metode Elektrokoagulasi untuk Industri Tahu Kota Samarinda. Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Samarinda. Jurnal Teknologi Terpadu Vol. 6 No. 1. ISSN 2338 – 6649.

Azhari, Muhammad. 2016. Pengolahan Limbah Tahu dan Tempe dengan Metode Teknologi Tepat Guna Saringan Pasir sebagai Kajian Mata Kuliah Pengetahuan Lingkungan. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Media Ilmiah Teknik Lingkungan Volume 1 Nomor 2 Hal. 1-8

Bahri, Djamarah Syaful. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT. RENIKA CIPTA

Baker , H. Kent. 2011. Capital Structure and Corporate Financing Decisions. Canada: John Wiley & Sons, Inc

Djayanti, Silvy. 2015. Kajian Penerapan Produksi Bersih di Industri Tahu di Desa Jimbaran, Bandungan, Jawa Tengah. Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri. Jurnal Riset Teknologi Pencemaran Industri Vol.6, No. 2: 75 – 80.

Indrasti, N.S. dan Fauzi, A.M. 2009. Produksi Bersih. IPB Press. Bogor.

Kartasapoetra. 1987. Teknologi Konservasi Tanah dan Air. Jakarta: Rineka. Cipta.

Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003 Tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Kurniawati, Dwi Agustina, dkk. 2020. Peningkatan Eko-Efisiensi dan Produktivitas Industri Kecil dan Menengah (IKM) Tahu di Desa Dukuh Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Dinamika Journal, Vol. 2 No. 2 : 16 – 24. ISSN : 2686-2158

Kusumadewi, N & Hartati, R. 2003. Absorbsi Pakan Pada Saluran Pencernaan Teripang Hitam (Holothuria atra). Journal Perikanan dan Ilmu Kelautan 3 (XII) : 87 – 95

Nohong. 2010. Pemanfaatan Limbah Tahu Sebagai Bahan Penyerap Logam Krom, Kadmiun dan Besi Dalam Air Lindi TPA. Jurnal Pembelajaran Sains, Vol. 6, No. 2: 257-269.

Purwanto. 2009. Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta: Pustaka Belajar.

Romli, Muhammad dan Suprihatin. 2009. Beban Pencemaran Limbah Cair Industri Tahu dan Analisis Alternatif Strategi Pengelolaannya. Jurnal Purifikasi, Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Vol. 10, No. 2: 141 - 154

SAENAB, SITTI, dkk. 2018. Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Pupuk Organik Cair (POC) Guna Mendukung Program Lorong Garden (Longgar) Kota Makassar. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar. ISBN: 978-602-72245-3-7.

Samsudin, Winda, dkk. 2018. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menjadi Pupuk Organik Cair dengan Penambahan Efektive Mikroorganisme-4 (EM-4). Jurnal Nasional Ilmu Kesehatan (JNIK) LP2M Unhas, Vol 1, 2. ISSN: 2621-6507.

Sudarman, dkk. 2015. Penerapan Ketel Uap (Steam Boiler) pada Industri Pengolahan Tahu untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kualitas Produk. Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Vol. 13 No. 1.

Sungkowo, Toto Heri, dkk. 2015. Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu Menggunakan Tanaman Typha Latifolia dan Eceng Gondok dengan Metode Fitoremediasi. JOM FTEKNIK Volume 2 No. 2

United Nation Industrial Development Organization (UNIDO). 2002. Manual on the Development of Cleaner Production Policies – Approaches and Instruments. UNIDO CP Programme. Vienna.

Zulmi, Akhmad, dkk. 2018. Analisis Kelayakan Penerapan Produksi Bersih pada Industri Tahu UD. Sugih Waras Desa Atu-atu Kecamatan Pelaihari. Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Politeknik Negeri Tanah Laut Jurnal Teknologi Agro Industri Vol. 5 No. 1 ISSN 2598-5884 ISSN 2407-4624

Downloads

Published

2021-06-15

Issue

Section

Articles