Analisis Kesediaan Membayar (Willingness To Pay) Masyarakat Kecamatan Sambas Terhadap Biaya Retribusi Kebersihan

Authors

  • Khusna Lestiani Departement of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof.Doktor H. Hadari Nawawi , Bansir Laut, Kec. Pontianak tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
  • Dian Rahayu Jati Departement of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof.Doktor H. Hadari Nawawi , Bansir Laut, Kec. Pontianak tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
  • Jumiati Jumiati Departement of Environmental Engineering, Universitas Tanjungpura, Jl. Prof.Doktor H. Hadari Nawawi , Bansir Laut, Kec. Pontianak tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v10i2.56105

Keywords:

Analisis Willingness To Pay (WTP), Pengelolaan Sampah, Retribusi Kebersihan

Abstract

Kecamatan Sambas memiliki permasalahan kebersihan yaitu kurangnya sarana dan prasarana sehingga pelayanan kebersihan belum mencapai wilayah yang memiliki jalan sempit, terutama  masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. Masyarakat tersebut umumnya tidak membayar retribusi kebersihan di mana merupakan kewajiban setiap masyarakat Sambas dan diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum. Penelitian ini menggunakan metode valuasi non-pasar sebagai salah satu tolak ukur yang dijadikan persepsi dalam pemberian harga pada barang dan jasa yang dihasilkan, konsep ini disebut willingness to pay atau keinginan seseorang membayar jasa, sehingga dapat dijadikan acuan Pemerintah Kabupaten Sambas dalam menentukan harga retribusi sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dalam membayar retribusi kebersihan, mengestimasi nilai rata-rata Willingness To Pay (WTP) yang dibayarkan oleh masyarakat, dan menganalisis persepsi masyarakat Sambas terhadap pengelolaan sampah. Metodelogi pada penelitian ini dengan menggunakan regresi logistik untuk menganalisis hubungan karakteristik sosial ekonomi masyarakat dengan kesediaan membayar, dan menghitung nilai rata-rata nilai estimasi retribusi kebersihan. Perhitungan biaya retribusi kebersihan responden yang bersedia membayar terdapat pada nilai Rp7.000/rumah sehingga hasil estimasi iuran retribusi sebesar Rp80.509.800/bulan. Faktor sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap kesediaan membayar adalah usia, lama tinggal, dan pendapatan.

 

 

References

Awunyo-Vitor, Dadson.,Ishak, Shaibu., & Seidu Jasaw, Godfred. 2013. Urban Households’ Willingness To Pay For Improved Solid Waste Disposal Services In Kumasi Metropolis, Ghana.Hindawi Publishing Corporation. Urban Studies Research. Vol 2013, Article Id 659425, 8 Pages.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sambas 2020

Fauzi,A. 2004. Ekonomi dan Sumber Daya Alam dan Lingkungannya. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Hasiani,F.Mulyani, E. Yuniarti, E. 2013. Analisis Kesediaan Membayar WTP (Willingness To Pay) dalam Upaya Pengelolaan Obyek Wisata Taman Alun Kapuas Pontianak, Kalimantan Barat. Jurnal Lingkungan Lahan Basah. 1 (1). 1-10.

Hertomo, Eko,Y, W. Kusnadi, N. Falatehan,A.F. 2018. Strategi Peningkatan Retribusi Sampah Rumah Tangga Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Bekasi. Jurnal Manajemen Pembangunan Daerah. (10) 82-92.

Peraturan Daerah Kabupaten Sambas Nomor 11 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum

Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Sampah di Kecamatan Sambas

Pramana,Setya, dkk. 2014. Dasar-Dasar Statistika Dengan Software R Konsep dan Aplikasi. Jakarta: In Media.

Sugiono. 2012. Statistika Untuk Penelitian. Bandung : Alfabeta.

UU Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah

UU Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Downloads

Published

2022-07-31

Issue

Section

Articles