Pemanfaatan Sumber Air Baku Sungai Medang Pulang Sebagai Sumber Air Bersih Bagi Kecamatan Hulu Gurung

Authors

  • Muhamad Ramlan Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura
  • Stefanus Barlian Soeryamssoeka Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtllb.v10i2.56373

Keywords:

Air Baku, Sungai Medang Pulang, Sungai Embau

Abstract

Kecamatan Hulu Gurung merupakan salah satu wilayah administrasi Kabupaten Kapuas Hulu. Wilayah ini memiliki banyak potensi sumber air baku yang dapat dijadikan sebagai sumber air bersih, di antaranya Sungai Embau, Sungai Medang Pulang dan sungai-sungai kecil lainnya. Namun pada sumber air baku tersebut terdapat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang telah berlangsung sejak lama, sehingga tentunya akan berbahaya apabila dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, karena PETI menggunakan mercury (Hg) dalam proses pemisahan emas dan material yang terkandung dalam sedimen yang diambil, dan ini akan berpengaruh terhadap kesehatan apabila dikonsumsi secara terus menerus. Dengan kondisi fisik aliran air Sungai Medang Pulang yang jernih, kecepatan aliran yang tinggi, dapat diduga bahwa Sungai Medang Pulang ini berpotensi untuk dimanfaatkan sumber air bersih, sehingga perlu adanya suatu kajian yang dapat memberikan rekomendasi mengenai potensi Sungai Medang Pulang sebagai sumber air bersih bagi penduduk. Tahapan analisis dalam penulisan skripsi ini adalah analisis kebutuhan air penduduk menggunakan metode Arithmatik, analisis kualitas air melalui pemeriksaan sampel air di laboratorium, analisis ketersediaan air untuk mengetahui kuantitas air Sungai Medang Pulang dengan menggunakan Model Mock, perancangan sistem pengaliran air menggunakan pipa transmisi dengan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Berdasarkan hasil analisis, Sungai Medang Pulang dapat dijadikan sumber air bersih dengan kualitas air yang baik. Debit andalan rata-rata probabilitas 99% sebesar 6,100 m3/detik untuk debit minimum terdapat pada bulan September sebesar 4,374 m3/ detik sedangkan debit maksimum terdapat pada bulan Desember sebesar 8,111 m3/detik serta direncanakan jaringan transmisi menggunakan pipa HDPE dengan diameter pipa Ø 150-200 mm dengan jarak 14 km, tinggi tekan pada titik akhir pengaliran adalah sebesar 14 liter/detik.

 

 

References

Edokpayi J., N.; e., T., Rogawski; D., M., Kahler; C., L., Hill; C., Reynolds; E., Nyathi; J., A., Smith; J., O., Odiyo; A. Samie; P., Besson and R., Dillingham. Challenges to Sustainable Safe Drinking Water: A Case Study of Water Quality and Use across Seasons in Rural Communities in Limpopo Province, South Africa. Water (Basel). 2018 Feb; 10(2): 159. DOI: 10.3390/w10020159.

Lu, J.; F., Yuan. (2017). The effect of drinking water quality on the health and longevity of people-A case study in Mayang, Hunan Province, China. IOP Conf. Ser.: Earth Environ. Sci. 82 012005.

Rossman, L., A. (2000). EPANET 2, Users Manual. Water Supply and Water Resources Division, National Risk Management Research Laboratory Cincinnati, OH 45268. The United States Environmental Protection Agency.

PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Kualitas Pengendalian Pencemaran Air

Purwanto, Y.J.; A. Susanto (2015). Pengantar Pengelolaan Sumberdaya Air. Universitas Terbuka, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Tangerang. ISBN: 978-979-011-879-9.

Putranto., A., A. (2017). Desain Dan Layouting Instalasi Sistem Perpipaan Dengan Software Plant Design Management System (PDMS) Versi 12.0.Sp5 (Studi Kasus Pada Module Pdms 2017). Tugas Akhir Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Kodoatie, R.,J. (2009). Hidrolika Terapan: Aliran pada Saluran Terbuka dan Pipa. ISBN: 978-979-29-0664-6. Andi, Yogyakarta.

Vishnoi, K. (2017). Piping layout for fire sprinkler system: An overview. International Journal of Engineering and Applied Sciences (IJEAS) ISSN: 2394-3661, Volume-4, Issue-3, March 2017.

Downloads

Published

2022-07-31

Issue

Section

Articles